MYP Jalan 1.000 Km: Lompatan Konektivitas, Bukan Sekadar Proyek Fisik
Program Multi Years Project jalan adalah skema pembangunan infrastruktur sulawesi selatan yang mengikat pembiayaan dan pekerjaan lintas tahun anggaran untuk menangani sekitar 1.000 kilometer jalan provinsi secara bertahap, dengan fokus pada peningkatan konektivitas, efisiensi anggaran daerah, dan percepatan mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi di berbagai wilayah yang selama ini terkendala akses jalan rusak dan kapasitas lalu lintas yang tinggi. Di awal September, arah program ini sudah jelas: bukan sekadar merapikan aspal, tetapi menghubungkan pusat-pusat kegiatan dengan cara yang lebih terencana. Pemerintah daerah memilih skema program multi years project jalan karena sadar, proyek skala besar mustahil diselesaikan dengan pola tahun-tunggal tanpa menimbulkan ketidakpastian dan pemborosan. Pendekatan ini patut diapresiasi sebagai pilihan berani di tengah tekanan fiskal dan tuntutan publik atas perbaikan layanan dasar.
Progres 35 Persen: 300 Km Tertangani, Momentum yang Tidak Boleh Melambat
Data resmi menunjukkan program MYP 2025–2027 untuk infrastruktur jalan provinsi sudah menyentuh progres pembangunan jalan 35 persen, dengan lebih dari 300 kilometer tertangani dari target sekitar 1.000 kilometer. Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menegaskan, “Progresnya sesuai rencana dan semuanya on the track. Saat ini progres pekerjaan berada pada kisaran 20 hingga 35 persen.” Pernyataan ini penting, namun angka 35 persen harus dibaca sebagai awal, bukan pencapaian akhir yang membuat semua pihak berpuas diri. Dengan panjang jaringan yang ditangani dan kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus tumbuh, setiap kilometer yang belum tertangani berarti potensi ekonomi yang belum terbuka. Karena itu, konsistensi percepatan dan disiplin terhadap jadwal menjadi kunci agar program multi years project jalan tidak tergelincir menjadi proyek menahun tanpa kepastian selesai.
| Indikator | Target | Capaian Sementara |
|---|---|---|
| Panjang jalan program MYP | ± 1.000 km | > 300 km tertangani |
| Kisaran progres paket pekerjaan | 100% (akhir periode) | 20–35% per paket |
| Tujuan utama | Konektivitas jalan provinsi | Manfaat mulai dirasakan masyarakat |
Enam Paket Jalan: Angka Progres Menjanjikan, Risiko Ketertinggalan Juga Nyata
Struktur program ini terbagi dalam enam paket pekerjaan jalan provinsi yang memotret dinamika lapangan secara lebih jujur. Paket 1 menangani 300,24 km di 13 ruas dengan nilai kontrak sekitar Rp430 miliar dan progres 33 persen. Paket 2 sepanjang 209 km (10 ruas) bernilai Rp274 miliar dengan progres 24 persen, sementara Paket 3 sepanjang 254 km (15 ruas) senilai Rp478 miliar mencapai sekitar 30 persen. Kontrasnya terlihat di Paket 4 (286 km, 15 ruas, Rp615 miliar) yang baru sekitar 13 persen dan Paket 5 (218 km, 10 ruas, Rp383,5 miliar) di kisaran 20 persen. Paket 6 bahkan baru berjalan dengan progres 2–3 persen untuk 157,49 km di 20 ruas dan nilai Rp239 miliar. Pola ini menunjukkan bahwa keberhasilan MYP sangat bergantung pada kemampuan mengatasi hambatan teknis dan administratif, terutama pada paket yang tertinggal.
Dari Anggaran Efisien ke Dampak Nyata: Jalan Provinsi sebagai Urat Nadi Wilayah
Program MYP ini mengandalkan total anggaran sekitar Rp3,7 triliun dari APBD dan hasil efisiensi, dengan Rp2,5 triliun diarahkan khusus untuk percepatan pembangunan dan penanganan infrastruktur jalan. Secara politik anggaran, ini adalah pesan terang: infrastruktur sulawesi selatan diposisikan sebagai prioritas strategis jangka panjang, bukan proyek musiman. Namun ukuran keberhasilan sesungguhnya bukan pada nilai rupiah, melainkan pada seberapa jauh konektivitas jalan provinsi membaik dan keluhan masyarakat berkurang. Pemerintah mengakui sejumlah ruas yang telah ditangani mulai dirasakan manfaatnya, terutama jalan dengan aktivitas lalu lintas harian tinggi yang selama ini menjadi sumber keluhan. Di titik ini, program multi years project jalan mulai menjelma dari angka di dokumen APBD menjadi perubahan keseharian: jarak tempuh lebih pendek, biaya logistik turun, akses layanan dasar lebih mudah.
Kesimpulan: Mengawal 65 Persen Sisanya, Menjaga Janji Konektivitas
Dengan progres 35 persen dan lebih dari 300 kilometer tertangani, MYP jalan provinsi jelas sudah bergerak dan memberi manfaat awal. Tetapi angka itu juga mengingatkan bahwa 65 persen pekerjaan masih menunggu penyelesaian. Optimisme gubernur bahwa seluruh pekerjaan dapat dipercepat sesuai tahapan dan target layak didukung, sekaligus diawasi. Tanpa kontrol publik, program multi years project jalan berisiko tergelincir pada klasiknya masalah infrastruktur: molor, kualitas menurun, dan jauh dari kebutuhan nyata warga. Karena itu, masyarakat memang perlu “sama-sama mengawal proses pembangunan ini secara bertahap” sebagaimana diajak pemerintah. Jika pengawasan sosial kuat dan komitmen teknis terjaga, proyek ini berpeluang mengubah peta konektivitas jalan provinsi secara signifikan, menjadikan jaringan jalan sebagai urat nadi wilayah yang lebih sehat, produktif, dan inklusif.





