Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Bolehkah Minum Susu Kental Manis Setiap Hari?

Bolehkah Minum Susu Kental Manis Setiap Hari?
Minat|Memasak

Inti Masalah: SKM Bukan Susu Utama, Hanya Pelengkap Manis

Susu kental manis harian adalah penggunaan susu kental manis sebagai penambah rasa manis dan pelengkap berbagai makanan atau minuman setiap hari, dengan jumlah yang mengikuti takaran saji, tidak diseduh sebagai susu utama, dan tetap memperhitungkan batas asupan gula harian agar pola makan keluarga tetap seimbang dan aman bagi kesehatan jangka panjang.

Jawabannya tegas: boleh mengonsumsi susu kental manis (SKM) setiap hari, tetapi hanya jika diperlakukan sebagai pemanis tambahan, bukan sebagai susu pengganti. SKM memang akrab di meja makan: dituangkan di atas roti, dicampur ke kopi atau teh, hingga memperkaya rasa pencuci mulut. Namun kebiasaan menyeduh SKM sebagai minuman susu utama, apalagi untuk anak, adalah praktik yang perlu dihentikan. BPOM mengatur SKM sebagai produk susu yang fungsinya khusus sebagai pelengkap atau pemanis olahan kuliner, bukan sumber utama gizi. Jadi, pertanyaannya bukan lagi “boleh atau tidak setiap hari”, melainkan “dipakai sebagai apa dan sebanyak apa”.

Aturan BPOM dan Suara Ahli Gizi: Di Mana Batas Aman?

BPOM menegaskan bahwa SKM dikategorikan sebagai produk susu yang difungsikan khusus sebagai pelengkap atau pemanis olahan kuliner, bukan sebagai pengganti asupan susu utama. Artinya, menyeduh SKM dengan air lalu menyajikannya sebagai “susu” untuk keluarga adalah penggunaan yang keliru. Lebih jauh, SKM dilarang keras diseduh sebagai minuman susu tunggal untuk bayi dan anak yang sedang tumbuh, karena kebutuhan susu dan zat gizinya harus disesuaikan dengan tahapan usia dan standar gizi pertumbuhan. Dokter spesialis gizi dr. Igus Ulfa Yaze, Sp.GK., menegaskan, “Boleh harian tapi cuma sebagai topping atau tambahan, jadi dikonsumsi setiap hari sebatas pemanis atau pelengkap rasa di makanan atau minuman.” Jadi, aturan BPOM SKM dan panduan ahli gizi sejalan: aman asal tetap di zona pelengkap, bukan menu utama.

Posisi ini penting untuk dipahami orang tua. Banyak yang mengira SKM setara dengan susu cair atau susu bubuk, padahal kandungan gula dan peruntukannya berbeda jauh. Untuk bayi dan anak, susu utama harus dipilih berdasarkan rekomendasi tenaga kesehatan, sementara SKM hanya boleh hadir sesekali sebagai pemanis dalam menu keluarga, bukan sebagai sumber gizi utama. Mengabaikan aturan ini berarti mempertaruhkan kualitas tumbuh kembang anak demi rasa manis sesaat.

Menghitung Gula: Kunci Konsumsi Aman Susu Kental Manis

Jika ingin menjadikan SKM bagian dari rutinitas, keluarga perlu disiplin pada angka. Dalam satu sajian SKM terdapat sekitar 17 gram gula. Sementara itu, Kementerian Kesehatan menganjurkan konsumsi gula maksimal 50 gram atau sekitar 4 sendok makan per hari. Artinya, satu porsi SKM sudah menghabiskan sepertiga lebih dari jatah gula harian. Di atas kertas, angka ini masih bisa masuk dalam pola makan seimbang, tetapi hanya jika asupan gula dari teh manis, kue, minuman kemasan, dan kudapan lain ikut dikurangi. Kunci konsumsi aman susu kental adalah memposisikan SKM sebagai bagian dari total gula harian, bukan bonus yang “tidak dihitung”.

Mengabaikan batas ini berisiko menumpuk masalah jangka panjang: berat badan berlebih, gangguan metabolik, hingga penyakit kronis di kemudian hari. Gula berlebih tidak langsung terasa hari ini, tetapi efeknya pelan-pelan menggerus kesehatan keluarga. Karena itu, takaran saji di kemasan bukan sekadar formalitas; itu adalah panduan praktis untuk menjaga agar kebiasaan manis tidak berubah menjadi ancaman kesehatan.

Fakta Gizi SKM: Ada Nutrisi, Tapi Bukan Alasan untuk Berlebihan

Sering muncul pembelaan bahwa SKM tetap mengandung nutrisi karena berasal dari susu. Itu benar, tetapi perlu ditempatkan dalam konteks. SKM mengandung protein, lemak, serta sejumlah vitamin dan mineral yang berasal dari bahan baku susu maupun proses fortifikasi. Dengan penggunaan sesuai takaran, SKM dapat menjadi pemanis alternatif yang kaya rasa sekaligus menyumbang tambahan gizi bagi tubuh. Namun kandungan gula yang tinggi membuat manfaat ini tidak boleh dijadikan alasan untuk mengonsumsi SKM tanpa kontrol. Jika tujuan utama adalah memenuhi kebutuhan protein dan mikronutrien, sumber susu lain yang tidak semanis SKM jauh lebih masuk akal.

Dalam panduan gizi keluarga, SKM sebaiknya ditempatkan di kelompok “pemanis dengan bonus gizi”, bukan di kelompok “sumber susu utama”. Pendekatan ini membantu orang tua bersikap lebih kritis: gunakan SKM ketika ingin menambah cita rasa, tetapi tetap penuhi kebutuhan gizi harian dari makanan pokok, lauk berprotein, sayur, buah, dan susu yang memang diformulasikan sebagai minuman utama. Dengan cara ini, keluarga bisa menikmati rasa manis tanpa mengorbankan kualitas gizi.

Panduan Praktis: Cara Bijak Memakai SKM di Menu Keluarga Modern

Dalam kehidupan sehari-hari, SKM sudah terlanjur menjadi bahan favorit pelengkap aneka kudapan dan minuman harian. Alih-alih melarang total, lebih realistis untuk mengatur cara pakainya. Pertama, patuhi takaran saji di kemasan dan biasakan mengukur, bukan menuang “kira-kira”. Kedua, gunakan SKM hanya sebagai topping atau campuran tipis pada roti, kopi, teh, atau pencuci mulut, bukan sebagai minuman susu yang diseduh. Ketiga, jika SKM dipakai di satu menu, kurangi gula tambahan di menu lain agar total gula harian tetap di bawah 50 gram. Keempat, untuk bayi dan anak, pisahkan jelas: ada susu utama sesuai usia, ada SKM yang sesekali hadir sebagai pemanis.

Menu keluarga modern seharusnya seimbang: fleksibel mengikuti selera, tetapi tegas pada batas kesehatan. SKM boleh hadir setiap hari sebagai sentuhan manis, tetapi tidak boleh mendominasi piring dan gelas. Kuncinya sederhana: baca label, hitung gula, dan ingat bahwa SKM adalah pelengkap, bukan penopang utama gizi keluarga. Dengan sikap ini, kita bisa menikmati manisnya SKM tanpa menyesal di masa depan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!