Kehilangan penting menjelang duel puncak
Absennya bek utama dari sebuah pertandingan penting memaksa tim menyusun ulang peran dan koordinasi pertahanan, sekaligus menguji kedalaman skuad ketika opsi yang biasa diandalkan tidak tersedia. Dalam Persija vs Dewa United, persoalan itu menjadi nyata: Denis Kolinger absen akibat akumulasi kartu kuning saat Persija bertandang ke Banten International Stadium, Serang, pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Laga pekan kedelapan ini mempertemukan penghuni posisi pertama dan kedua, sehingga perubahan di lini belakang Persija bukan urusan administratif semata. Persija datang dengan dua kemenangan beruntun, tetapi momentum tersebut tidak otomatis menghapus risiko dari hilangnya pemain yang selama ini menjadi bagian penting susunan tim. Bagi Shin Tae-yong, keputusan meracik kombinasi baru harus menjaga ketenangan sekaligus daya saing tim dalam laga yang berpengaruh pada posisi puncak.
Shin menyiapkan susunan alternatif
Shin telah menyatakan bahwa staf pelatih menyiapkan kombinasi pertahanan baru setelah Kolinger dipastikan tidak tersedia. “Karena Denis tidak ada, mau tidak mau kami harus membuat kombinasi pertahanan yang baru,” ujar Shin dalam konferensi pers menjelang pertandingan. Pernyataan itu menunjukkan bahwa Persija tidak bisa sekadar mengganti satu nama lalu berharap bentuk pertahanan tetap sama. Pemain pengganti harus segera membangun pemahaman dengan rekan-rekannya, terutama dalam menjaga jarak antarpemain dan merespons tekanan lawan. Sumber yang tersedia tidak menyebut siapa yang akan mengisi posisi Kolinger, sehingga fokus yang paling masuk akal adalah kesiapan kolektif, bukan spekulasi mengenai nama tertentu. Shin mengatakan persiapan berjalan baik; jeda pertandingan telah dipakai untuk mengevaluasi performa dan mematangkan strategi menghadapi Dewa United.
Kekompakan jadi ujian utama
Tantangan bagi Persija bukan hanya mengisi tempat yang ditinggalkan Kolinger, melainkan menjaga kestabilan lini belakang saat menghadapi lawan yang juga bersaing di papan atas. Perubahan kombinasi bisa mengganggu koordinasi jika komunikasi dan pembagian tugas tidak berjalan rapi. Karena itu, kualitas pertahanan dalam laga ini akan ditentukan oleh cara para pemain bekerja sebagai satu unit, bukan semata oleh reputasi individu. Persija perlu menahan dorongan untuk bermain terlalu terbuka demi mengejar hasil, sebab kehilangan poin dapat mengancam posisi mereka di puncak klasemen. Di sisi lain, dua kemenangan terakhir atas Arema FC dan Persik Kediri memberi modal kepercayaan diri. Modal itu berguna, tetapi tidak boleh membuat tim menganggap absennya Kolinger sebagai persoalan kecil.
Momentum harus ditopang disiplin
Kesimpulannya, absennya Kolinger menjadi ujian langsung bagi kedalaman dan disiplin pertahanan Persija. Shin sudah menyiapkan kombinasi baru, tetapi rencana itu baru akan berarti jika para pemain mampu menjaga koordinasi sejak awal hingga akhir. Persija memang datang dengan hasil positif, namun duel melawan Dewa United menuntut lebih dari sekadar kepercayaan diri: mereka harus mengelola risiko, tetap kompak, dan tidak memberi lawan ruang untuk memanfaatkan perubahan susunan. Jika lini belakang mampu mempertahankan kestabilan tanpa Kolinger, Persija berpeluang menjaga momentum sekaligus posisi puncak. Jika koordinasi goyah, kehilangan satu pemain bisa terasa jauh lebih besar daripada sekadar perubahan nama di daftar susunan.






