Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Siswa SMA dan SMK Tekun Mengikuti Tes Kemampuan Akademik

Siswa SMA dan SMK Tekun Mengikuti Tes Kemampuan Akademik
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Asesmen untuk memetakan kemampuan siswa

Tes Kemampuan Akademik (TKA) adalah asesmen yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memberikan gambaran capaian akademik siswa secara objektif dan terstandar. Pelaksanaan TKA di sejumlah sekolah memperlihatkan bahwa keseriusan peserta dan kesiapan penyelenggara sama-sama menentukan kelancaran ujian. Di SMKN 1 Percut Sei Tuan, 736 siswa mengikuti tes dengan tekun dan serius selama dua hari pada gelombang pertama. Sementara itu, di Batam, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura meninjau pelaksanaan ujian SMA SMK pada Senin, 26 Oktober 2026. Kunjungan itu mencakup SMKN 4 Batam, SMAN 24 Batam, dan SMAN 1 Batam. TKA gelombang pertama di Kepri berlangsung pada 26–29 Oktober dan diikuti 36.253 siswa SMA-SMK sederajat. Skala sebesar itu menegaskan bahwa ujian ini bukan sekadar urusan ruang kelas: keteraturan dan integritas pelaksanaan penting agar hasilnya dapat dipercaya.

Mata pelajaran wajib TKA meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika, disertai satu mata pelajaran pilihan sesuai ketentuan. Nyanyang mendorong peserta agar percaya diri, tetap tenang, dan menjunjung integritas. Pesan itu tepat: tekanan ujian tidak seharusnya mengalahkan tujuan utamanya, yakni mengukur kemampuan secara jujur. Ia juga mengapresiasi kepala sekolah, guru, pengawas, dan pihak lain yang memastikan tes berjalan tertib.

Siswa SMA dan SMK Tekun Mengikuti Tes Kemampuan Akademik

Empat hari ujian dan tantangan mengumpulkan peserta

Di SMKN 4 Medan, TKA berlangsung selama empat hari, dari 26 sampai 29 Oktober 2026, dengan pembagian tiga sesi dan pelaksanaan yang dilaporkan lancar. Pada hari pertama, 240 siswa menjadi peserta; 40 mengikuti sesi pertama, sementara 120 telah menyelesaikan ujian hingga sesi ketiga. Siswa kelas XII tampak tekun mengerjakan soal Bahasa Indonesia. Kepala sekolah Fahriza M. Tanjung menjelaskan bahwa TKA merupakan pemetaan kemampuan, bukan penentu kelulusan, dan hasilnya dapat digunakan sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan.

Kelancaran teknis bukan berarti persiapan tanpa kendala. Siswa SMKN 4 Medan sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan selama satu semester, sehingga sekolah kesulitan mengumpulkan mereka dan harus mengadakan bimbingan pada Sabtu dan Minggu. Ini sisi penting dari pelaksanaan TKA yang mudah terlewat: jadwal ujian perlu diselaraskan dengan kewajiban praktik agar siswa tidak harus menanggung beban pengaturan yang berlebihan. Peserta mengerjakan ujian menggunakan komputer yang disediakan sekolah, bukan laptop pribadi.

Perubahan gambaran nilai dari rentang 1–100 menjadi 200–800 juga menjadi perhatian Fahriza. Ia menyayangkan jika siswa tidak mampu menjawab soal yang diujikan. Karena itu, informasi yang jelas dan bimbingan sebelum tes lebih berguna daripada sekadar menuntut hasil tinggi.

Siswa SMA dan SMK Tekun Mengikuti Tes Kemampuan Akademik

Antusiasme kelas XII dan makna hasil tes

Kepala SMKN 14 Medan, Andriyanti Pasaribu, mengapresiasi kepedulian siswa kelas XII yang mengikuti TKA dan Asesmen Nasional meski sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan di dunia usaha dan dunia industri. Dari 468 peserta, 464 siswa mengikuti TKA di 14 program kompetensi keahlian. Tingginya partisipasi menunjukkan bahwa minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri tetap kuat di sekolah yang juga mendorong siswa bekerja atau berwirausaha. Andriyanti berharap capaian tahun ini membaik dan hasil tes dapat menjadi tolok ukur kemampuan siswa.

Di sekolah itu, gelombang pertama berlangsung pada 26–29 Oktober dalam tiga sesi di empat ruang komputer. Bahasa Indonesia diujikan pada hari pertama, Bahasa Inggris pada hari kedua, Matematika pada hari ketiga, dan mata pelajaran pilihan pada hari keempat. Gelombang berikutnya dijadwalkan pada 2–5 November. Rangkaian ini memperlihatkan bahwa TKA siswa SMK memerlukan koordinasi yang cermat, terutama ketika jadwal tes beriringan dengan praktik kerja dan Asesmen Nasional.

TKA dan Asesmen Nasional memiliki peran yang berbeda, meski keduanya memberi masukan bagi sekolah dan siswa. TKA memetakan kemampuan peserta, sedangkan Asesmen Nasional turut berkaitan dengan rapor pendidikan sekolah. Kesimpulannya, pelaksanaan TKA patut dinilai bukan hanya dari ujian yang selesai tanpa gangguan, tetapi juga dari dukungan yang memungkinkan siswa mengikuti tes dengan tenang dan memahami manfaatnya. Keseriusan siswa di Percut Sei Tuan, Medan, dan Batam menjadi modal baik; sekolah tetap perlu menjaga agar persiapan dan jadwal tidak berbenturan dengan kewajiban belajar maupun praktik.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!