Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

70 Nelayan Raih Sertifikasi SKN: Lonjakan Keselamatan dan Profesionalisme Kapal Kecil

70 Nelayan Raih Sertifikasi SKN: Lonjakan Keselamatan dan Profesionalisme Kapal Kecil
Minat|Asia Tenggara

SKN: Dari Nelayan Tradisional Menjadi Pekerja Laut yang Tersertifikasi

Sertifikasi Kecakapan Nelayan (SKN) adalah program pelatihan dan pemberian lisensi resmi bagi nelayan kapal Gross Ton kecil yang menggabungkan peningkatan keterampilan teknis penangkapan ikan, pemahaman keselamatan melaut nelayan, serta penguatan aspek legalitas kerja mereka sebagai pelaut kecil di kawasan pesisir yang selama ini beroperasi secara tradisional tanpa standar profesional yang jelas. Sebanyak 70 nelayan kapal berukuran di bawah 30 Gross Ton (GT) di Jawa Timur mengikuti sertifikasi nelayan SKN sebagai bagian dari upaya menaikkan kompetensi dan kesadaran keselamatan saat bekerja di laut. Fakta bahwa sertifikasi ini difasilitasi melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menunjukkan perubahan penting: keselamatan dan profesionalisme nelayan kecil akhirnya diperlakukan sebagai investasi strategis, bukan sekadar urusan administratif musiman.

Pelatihan Nelayan Jatim: 70 Kapal Kecil, Dua Pesisir, Satu Standar Baru

Program pelatihan nelayan Jatim ini tidak berhenti pada seremoni penyerahan sertifikat; ia membangun standar kerja baru bagi nelayan kapal Gross Ton kecil. Melalui TJSL, PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) memfasilitasi pelatihan dan penerbitan sertifikasi nelayan SKN bagi 70 nelayan di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Kegiatan pada 8 dan 10 September digelar serentak di Desa Bulumeduro, Tuban, dan Desa Pujiharjo, Malang, masing-masing diikuti 35 nelayan lokal pemilik kapal di bawah 30 GT. Di sini pentingnya angka: bukan ratusan peserta, namun 70 nelayan yang benar-benar beroperasi di sekitar KNMP dan bersentuhan langsung dengan risiko laut setiap hari. Menurut Corporate Secretary Agrinas Jaladri, "Sertifikasi Kecakapan Nelayan ini adalah komitmen konkrit Agrinas Jaladri dalam mendorong taraf kapasitas masyarakat pesisir di sekitar KNMP". Pernyataan ini mempertegas bahwa sasaran utama bukan citra perusahaan, melainkan perubahan perilaku di atas dek kapal.

Isi Pelatihan: Navigasi, Keselamatan Jiwa, dan Kepatuhan Aturan Modern

Dampak program SKN akan bergantung pada mutu isi pelatihan, dan di titik ini pendekatan yang diambil cukup meyakinkan. Program tidak sekadar membagikan dokumen formal; peserta dibekali materi teknis dan simulasi praktik lapangan terkait aktivitas penangkapan ikan. Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Banyuwangi memberikan materi dan pelatihan, dengan fokus pada keterampilan teknis serta aspek keselamatan kerja di laut. Nelayan belajar navigasi, standar keselamatan jiwa di laut, dan kepatuhan terhadap aturan penangkapan ikan modern. Artinya, keselamatan melaut nelayan ditempatkan sejajar dengan tuntutan legal dan ekologis. Dengan pembekalan tersebut, mereka diharapkan semakin memahami prosedur kerja yang aman ketika menjalankan aktivitas penangkapan ikan. Jika materi ini dipraktikkan konsisten, kita bisa mengharapkan penurunan kecelakaan di laut dan penguatan budaya kerja yang mengutamakan nyawa di atas muatan.

Legalitas dan Profesionalisme: Sertifikat sebagai Modal Sosial Baru Nelayan

Dalam realitas sehari-hari, nelayan kecil sering terjebak di zona abu-abu: mereka bekerja keras namun lemah secara legal dan kerap abai terhadap standar keselamatan operasional. Program SKN berupaya memutus pola itu. Langkah nyata memperkuat keselamatan kerja sekaligus legalitas pelaut kecil digencarkan melalui sertifikasi nelayan SKN dan pendampingan TJSL. Agrinas Jaladri menegaskan bahwa kepemilikan lisensi resmi adalah modal utama transformasi nelayan tradisional menuju praktisi perikanan yang profesional dan aman. Sertifikasi ini diharapkan memberi nilai tambah operasional dan legalitas bagi nelayan, serta menumbuhkan perhatian terhadap keselamatan dan profesionalisme dalam bekerja. Di lapangan, lisensi dapat memudahkan pengurusan izin, mengurangi konflik dengan aparat, dan sekaligus menjadi "kartu identitas kompetensi" saat mereka berinteraksi dengan pembeli, koperasi, atau lembaga keuangan. Singkatnya, sertifikat SKN bukan hanya kertas, melainkan simbol status baru di ekosistem perikanan.

Apa Langkah Lanjut yang Diperlukan agar SKN Tidak Sekadar Seremoni?

Pertanyaan penting setelah euforia 70 nelayan bersertifikat adalah: apakah SKN akan berlanjut sebagai sistem, bukan acara tahunan? Inisiatif ini sudah dibangun di atas sinergi lintas pihak: pemerintah desa Bulumeduro dan Pujiharjo, BPPP Banyuwangi, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Agrinas Jaladri yang menyediakan fasilitas lewat TJSL. Ke depan, Agrinas Jaladri berkomitmen memperluas kolaborasi program serupa untuk mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir yang berkelanjutan. Komitmen ini patut diapresiasi, namun ada pekerjaan rumah: memastikan materi pelatihan terus diperbarui, memperluas jangkauan ke nelayan lain di luar KNMP, dan mengaitkan sertifikasi dengan insentif nyata seperti akses program bantuan, asuransi, atau skema pemasaran yang lebih adil. Kesimpulannya, SKN sudah menjadi titik awal penting perubahan budaya keselamatan dan profesionalisme nelayan kapal kecil; tantangannya sekarang adalah menjadikannya norma baru, bukan pengecualian.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!