Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Insentif Bea Cukai Membuka Jalan Batik ke Pasar Baru

Insentif Bea Cukai Membuka Jalan Batik ke Pasar Baru
Minat|Industri Fashion

KITE meringankan beban bahan baku ekspor

KITE Pembebasan adalah fasilitas pemerintah yang membebaskan bea masuk atas bahan baku impor yang digunakan untuk menghasilkan barang tujuan ekspor, sesuai ketentuan yang berlaku. Bagi produsen, pengurangan beban pada bahan baku dapat memberi ruang untuk mengendalikan biaya produksi dan bersaing lewat mutu maupun desain. Bea Cukai memberikan fasilitas ini kepada PT Perusahaan Dagang dan Industri Batik Keris untuk mendukung ekspansi ekspor batik Indonesia, terutama ke Jepang dan Australia. Langkah tersebut masuk akal: batik membawa nilai budaya, tetapi daya tarik budaya saja tidak cukup jika biaya produksi menggerus kemampuan menawarkan produk yang sesuai dengan pasar. Fasilitas KITE bea cukai bukan jaminan penjualan, namun dapat memperkuat pijakan produsen dalam perdagangan batik global. Ekspansi industri ini juga berpotensi memberi manfaat di dalam negeri melalui penciptaan lapangan kerja.

Batam punya jalur dekat menuju pasar tetangga

Untuk batik pasar Asia Pasifik, Batam memiliki keunggulan yang berbeda: kedekatannya dengan Malaysia dan Singapura serta kunjungan wisatawan dari kedua negara itu. Pelaku usaha setempat telah mengembangkan sekitar 15 motif, termasuk motif Jembatan Barelang dan gonggong, yang terinspirasi dari ikon dan budaya Kepulauan Riau. Direktur Fesyen Kementerian Ekonomi Kreatif, Iffah Sa’aidah, menyebut, “Terdapat sekitar 15 motif yang telah dikembangkan, salah satunya motif Jembatan Barelang, juga ada motif gonggong itu motif Kepulauan Riau.” Potensi ini sebaiknya diperlakukan sebagai jalur masuk, bukan bukti bahwa ekspor sudah terjadi. Wisatawan dapat mengenal dan membeli produk lokal, sementara perlindungan kekayaan intelektual membantu pelaku usaha menjaga karya dan merek mereka. Bagi UMKM batik internasional, cerita motif yang melekat pada tempat asal dapat menjadi pembeda saat membangun pasar, asalkan kualitas dan pemasaran ikut diperkuat.

Insentif Bea Cukai Membuka Jalan Batik ke Pasar Baru

Wastra daerah mulai menarik mitra lebih luas

Di ISEF 2026 di Jakarta Convention Center, Batik Busak Uwe dari Malinau menarik perhatian desainer nasional Irma Sari Joeda; kabar itu disampaikan pada 22 Oktober 2026. Ketertarikan tersebut membuka peluang kolaborasi desain, sementara sesi penjodohan bisnis mempertemukan wastra unggulan Kalimantan Utara dengan calon mitra dari Turki, Korea Selatan, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Capaian pameran memberi sinyal bahwa produk lokal dapat menarik minat di luar daerah, tetapi tindak lanjut dan kesiapan produksi tetap menentukan apakah minat berubah menjadi kerja sama. Lima UMKM Kalimantan Utara yang mengikuti ajang itu mencatat transaksi sementara Rp113,69 juta hingga penutupan pameran; angka tersebut merupakan total lima peserta, bukan nilai penjualan Batik Busak Uwe saja. Bank Indonesia Kalimantan Utara dan pemerintah daerah berencana menindaklanjuti peluang kerja sama serta meneruskan pendampingan dari hulu ke hilir. Arah ini lebih menjanjikan daripada mengandalkan sorotan sesaat: ekspor batik Indonesia perlu ditopang desain, jaringan pembeli, dan kemampuan memenuhi kebutuhan pasar.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!