Apa Itu Program Energi Desa Pertamina di Denpasar Utara
Program energi desa Pertamina di Denpasar Utara adalah inisiatif energi terdesentralisasi yang menggabungkan pemanfaatan energi baru terbarukan dengan penguatan produktivitas pertanian dan pengembangan wisata berbasis komunitas lokal untuk meningkatkan kemandirian ekonomi warga. Di bawah payung Desa Energi Berdikari, Pertamina Patra Niaga membina program Uma Palak Lestari di Kelurahan Peguyangan sebagai laboratorium hidup untuk pertanian berkelanjutan. Intinya, energi tidak lagi diposisikan hanya sebagai pasokan listrik, tetapi sebagai pengungkit utama produktivitas lahan, diversifikasi usaha, dan pengurangan emisi. Ketersediaan energi yang stabil untuk irigasi, peralatan pertanian elektrik, serta fasilitas edukasi di Bale Melajang menjadikan desa ini percontohan bagaimana energi terdesentralisasi dapat menyatu dengan sistem Subak, pengelolaan air tradisional, tanpa menghilangkan identitas sosial budaya setempat.
Energi Terdesentralisasi untuk Mengangkat Produktivitas Pertanian
Kunci utama program energi desa di Uma Palak Lestari adalah penguatan produktivitas pertanian melalui sistem irigasi bersih yang andal. Pertamina menghadirkan kombinasi Renewable Battery Technology dan pembangkit mikrohidro berkapasitas 21 kWp untuk mengairi sekitar 103 hektar lahan. Infrastruktur ini terhubung dengan teknologi pengairan digital dan dimanfaatkan pula untuk mengoperasikan alat pertanian elektrik seperti traktor dan mesin penggiling padi. Menurut laporan program, penggunaan energi bersih meningkatkan produktivitas padi dari 5,5 ton menjadi 7,5 ton per hektar. Selain itu, pengembangan lahan organik seluas 5 hektar untuk padi varietas Mentik Susu mampu menghasilkan omzet hingga Rp476 juta per tahun. Konversi sistem irigasi menjadi berbasis energi terbarukan juga menekan emisi karbon sekitar 27,3 ton CO2eq per tahun sekaligus menghemat biaya listrik hingga Rp44 juta per tahun.
Dari Sawah ke Ekowisata dan Eduwisata
Program energi desa ini tidak berhenti pada peningkatan hasil panen; desa diarahkan menjadi destinasi ekowisata dan eduwisata. Melalui Uma Palak Lestari, lahan pertanian ditata sebagai ruang belajar terbuka yang menampilkan praktik pertanian organik, teknologi irigasi digital, dan penggunaan energi terbarukan dalam kegiatan sehari-hari petani. Bale Melajang dibangun sebagai pusat edukasi pertanian, tempat pelatihan pembuatan pupuk organik, pengelolaan irigasi berbasis Subak, hingga pengenalan alat pertanian elektrik. Konsep ekowisata memberi peluang diversifikasi pendapatan bagi petani lewat kunjungan wisata, paket belajar bercocok tanam, hingga penjualan produk pangan organik. Eduwisata juga membuka ruang kolaborasi dengan sekolah dan perguruan tinggi yang ingin melihat penerapan nyata transisi energi di sektor pangan, sehingga desa menjadi simpul pengetahuan dan bukan sekadar objek wisata.
Pemberdayaan Komunitas Lokal dan Model Pembangunan Berkelanjutan
Program energi desa Pertamina di Denpasar Utara dirancang sebagai skema pemberdayaan komunitas lokal, bukan proyek infrastruktur semata. Sekitar 408 penerima manfaat, termasuk 24 petani perempuan, terlibat dalam pengelolaan irigasi, produksi padi organik, hingga aktivitas ekowisata. Pelatihan manajemen lahan, pengelolaan keuangan usaha tani, dan pemahaman transisi energi menjadikan warga sebagai penggerak utama. Model multi-sektor ini memperlihatkan bagaimana energi terdesentralisasi dapat menopang pertanian, usaha kecil, sekaligus sektor wisata dalam satu ekosistem. Pendekatan tersebut sejalan dengan gagasan ketahanan pangan yang ditekankan kalangan akademisi: swasembada tidak cukup dicapai, tetapi juga harus dijaga lewat program pertanian yang konsisten dan inovatif. Jika konsisten direplikasi, skema Desa Energi Berdikari seperti Uma Palak Lestari dapat menjadi rujukan pembangunan berkelanjutan di kawasan rural lain yang menghadapi tekanan iklim dan keterbatasan air.






