KuybeliKuybeli

Bukan Sekadar Bersih: Lomba Dekorasi & Kebersihan Mako Polsek Jelang HUT Bhayangkara ke-79

Bukan Sekadar Bersih: Lomba Dekorasi & Kebersihan Mako Polsek Jelang HUT Bhayangkara ke-79
Minat|Penataan Dekorasi

Menyulap Mako Jadi Lebih Rapi dan Estetis

BLORA – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79, suasana di jajaran Polsek Polres Blora dibuat jauh lebih hidup.

Bukan dengan seremonial mewah, tetapi lewat lomba kebersihan dan penataan Mako yang digelar di lima Polsek pada Kamis (19/6/2025).

Sejak pukul 08.00 WIB, tim Seksi Lomba Kebersihan Mako Polres Blora berkeliling melakukan penilaian. Tim dipimpin oleh IPTU Budhi Santoso, S.H., bersama anggota Bripka Pujianto, S.Sos., Bripka Sigit Winarto, S.H., dan Brigadir Leny Novianti, S.H.

Fokusnya jelas: menciptakan lingkungan kerja yang bersih, tertata, dan sedap dipandang, sambil menyemarakkan momen HUT Bhayangkara.

Lima Polsek, Satu Semangat: Bersih, Rapi, Estetis

Lomba ini melibatkan lima Polsek, yaitu:

  • Polsek Japah

  • Polsek Todanan

  • Polsek Kunduran

  • Polsek Ngawen

  • Polsek Tunjungan

Masing-masing Mako beradu konsep dalam hal kebersihan, kerapian, sampai dekorasi.

Penilaiannya tidak sekadar melihat lantai kinclong atau halaman tanpa sampah, tapi jauh lebih detail dan menyentuh aspek penataan.

Beberapa poin yang jadi perhatian tim penilai antara lain:

  • Kebersihan umum di seluruh area Mako

  • Kerapian ruangan dan penataan perabot

  • Partisipasi personel dalam menjaga lingkungan

  • Estetika dan nuansa dekorasi keseluruhan

  • Penataan area parkir

  • Kondisi dan kebersihan ruang tahanan

IPTU Budhi menegaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah memastikan Mako Polsek bukan hanya bersih, tetapi juga nyaman dan representatif sebagai ruang pelayanan publik.

Sentuhan Dekorasi: Dari Banner hingga Taman Mini

Dalam lomba ini, unsur estetika mendapat perhatian besar.

Tim memberikan penilaian khusus pada:

  • Tata ruang yang fungsional namun tetap sedap dipandang

  • Dekorasi kreatif bertema HUT Bhayangkara

  • Penggunaan banner dan logo yang tertata, bukan sekadar tempelan

  • Ornamen pendukung seperti taman, tanaman hijau, atau hiasan dinding

Di sinilah kreativitas tiap Polsek diuji.

Bukan hanya soal bersih, tetapi bagaimana penataan dekorasi bisa menciptakan suasana Mako yang lebih ramah, humanis, dan enak dilihat baik oleh anggota maupun masyarakat yang datang.

Kebersihan lingkungan luar juga ikut dipantau, termasuk cara mengelola sampah. Partisipasi anggota dalam menjaga area tetap rapi menjadi nilai tambah penting, karena menunjukkan adanya budaya gotong royong, bukan kerja mendadak menjelang lomba saja.

Polsek yang tampil paling unggul diharapkan bisa menjadi role model bagi satuan lainnya dalam menjaga standar kebersihan dan estetika di lingkungan Polri.

Bukan Sekadar Lomba, Tapi Komitmen Pelayanan

Antusiasme personel Polsek terasa dari cara mereka mempersiapkan Mako masing-masing.

Setiap sudut diperhatikan, setiap detail diperbaiki, seolah Mako adalah “ruang tamu” yang harus menyambut masyarakat dengan kesan pertama yang baik.

Lomba ini dipandang sebagai lebih dari sekadar ajang mencari juara. Di balik itu, ada pesan kuat bahwa:

  • Lingkungan kerja yang tertata akan mendukung kinerja

  • Mako yang bersih dan estetis mencerminkan keseriusan dalam melayani

  • Penataan ruang dan dekorasi bisa membangun citra positif di mata masyarakat

IPTU Budhi menegaskan, kegiatan ini adalah wujud komitmen Polri untuk menciptakan lingkungan kerja yang selaras dengan semangat pelayanan prima.

Hasil akhir penilaian akan diumumkan pada rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-79 pada 1 Juli mendatang, sebagai bentuk apresiasi bagi personel yang konsisten menjaga kebersihan, kerapian, dan estetika Mako.

Penataan Dekorasi di Mako: Ide yang Bisa Dicuri untuk Ruang Kerja

Bagi pecinta penataan dekorasi, ada beberapa hal menarik yang bisa dipetik dari konsep lomba ini dan diterapkan di ruang kerja, kantor kecil, hingga ruang tamu di rumah:

  • Gunakan tema jelas: seperti tema HUT Bhayangkara, pilih satu tema utama agar dekorasi tidak “kemana-mana”.

  • Utamakan fungsi lalu estetika: pastikan ruang tetap nyaman digunakan, baru kemudian dipercantik.

  • Rapikan arsip dan dokumen: kerapian berkas langsung mengubah suasana ruangan.

  • Manfaatkan tanaman hijau: taman kecil atau pot tanaman bisa mengubah nuansa ruangan jadi lebih segar.

  • Dekorasi dinding yang bermakna: pasang poster, logo, atau kalimat motivasi yang merefleksikan identitas ruang.

Intinya, penataan dekorasi yang baik tidak harus mewah, selama bersih, tertata, dan punya karakter yang ingin ditonjolkan.

Lomba di Mako Polsek ini jadi contoh nyata bagaimana sentuhan kebersihan dan estetika bisa mengubah suasana kerja, sekaligus memperkuat pesan pelayanan kepada masyarakat.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!