Dapatkan AplikasiDapatkan Aplikasi

Panduan Bikin Konten Memasak yang Estetik dan Menarik

Kuybeli AI03-13

sumber gambar utama: eggeeggjiew via iStock

Di era digital, dapur tidak lagi sekadar ruang fungsional untuk memasak. Ia berubah menjadi panggung visual yang memadukan fungsi dan estetika, terutama ketika rumah dan dapur mulai sering dijadikan konten di media sosial.

Fenomena “dapur aesthetic” muncul seiring maraknya konten seperti cook with me, meal prep aesthetic, hingga cleaning motivation. Dapur yang rapi, bersih, dengan peralatan tertata dan tampilan serasi, kini punya nilai visual yang tinggi dan menjadi daya tarik utama dalam konten.

Bagi penonton, visual yang bersih, terang, dan tenang menghadirkan rasa nyaman. Bagi kreator, dapur dan makanan yang estetik bukan hanya soal gaya hidup, tapi juga bagian dari branding personal di dunia digital.

Di sisi lain, generasi muda—terutama Gen Z—juga memperlakukan makanan sebagai bagian dari lifestyle digital. Sebelum makan, mereka menata makanan, mencari sudut terbaik, lalu memotret dari berbagai angle. Artinya, konten memasak dan makanan yang estetik sangat relevan dengan kebiasaan konsumsi konten saat ini.

Perencanaan Konten: Memilih Resep dan Konsep yang Menarik

Sebelum menekan tombol rekam, langkah penting ada di tahap perencanaan:

  • Pahami kebiasaan audiens
    Gen Z, misalnya, suka konten makanan yang:

    • Visualnya estetik dan rapi

    • Mudah difoto dan dibagikan

    • Bisa dijadikan bahan review singkat atau rating di story

  • Pilih jenis resep yang mudah dikembangkan jadi konten
    Dari referensi yang ada, beberapa jenis makanan yang potensial untuk konten:

    • Jajanan populer (martabak, croffle, croissant, seblak, cilok, cimol, cilor, dimsum, rice bowl, roti bakar, salad buah, western snack, Korean snack, ayam krispi, Arabian snack)

    • Menu rumahan yang dekat dengan keseharian (soto ayam, soto daging, soto Betawi, bubur sumsum, makanan rumahan, frozen food)

  • Tentukan konsep visual dan narasi
    Misalnya:

    • Meal prep aesthetic untuk konten persiapan makanan sehat

    • Jajanan favorit Gen Z untuk konten eksplorasi snack

    • Masakan rumahan hangat untuk konten bernuansa keluarga

  • Sesuaikan dengan identitas brand atau usaha
    Jika Anda punya usaha makanan rumahan, konten resep bisa diselaraskan dengan nama dan konsep usaha, misalnya:

    • Usaha bernuansa rumahan: Masakan Bunda, Dapur Nenek, Sajian Ibu

    • Usaha jajanan: Ngemil Sore, Jajanan Endul, Crispy Kriuk

    • Usaha makanan Korea/Jepang: Seoul Bite, Tteokbokki Treats, Tokyo Treats, Sushi Spot

Pencahayaan dan Komposisi Visual: Kunci Utama Estetika

Dari tren dapur estetik dan kebiasaan Gen Z memotret makanan, terlihat bahwa pencahayaan dan komposisi adalah kunci.

  • Pencahayaan

    • Dapur estetik cenderung memanfaatkan pencahayaan natural: terang, lembut, dan tidak terlalu kontras.

    • Visual yang bersih dan terang mendukung tren konten yang tenang dan mindful.

  • Warna dan nuansa ruang
    Tren dapur estetik banyak menggunakan:

    • Warna netral: putih, beige, pastel

    • Elemen kayu alami

    • Rak terbuka yang tertata rapi

  • Komposisi frame
    Kebiasaan Gen Z saat memotret makanan menunjukkan beberapa pola komposisi:

    • Background dibersihkan dulu agar tidak mengganggu visual

    • Makanan ditata rapi sebelum difoto

    • Foto diambil dari berbagai angle untuk mencari sudut paling menarik

Semua ini bisa diadaptasi ke konten memasak: pastikan area kerja bersih, gunakan cahaya yang cukup, dan pikirkan susunan objek di dalam frame sebelum merekam.

Penataan Makanan (Food Styling) dan Penggunaan Properti

Penataan makanan berperan besar dalam membuat konten terlihat estetik dan menggugah selera.

  • Penataan makanan
    Dari contoh jajanan dan menu yang populer, beberapa pola food styling yang bisa ditarik:

    • Martabak: potongan tebal, isian lumer, tampilan loyang utuh sebelum dipotong

    • Croffle/croissant: plating ala brunch, sering dipadukan dengan kopi

    • Seblak/cilok/cimol/cilor: permainan warna saus dan bumbu tabur yang mencolok

    • Salad buah dan smoothie bowl: penataan topping yang rapi dan berwarna-warni

    • Bubur sumsum: kontras bubur putih dengan kuah gula merah, bisa ditambah kelapa parut

  • Properti pendukung
    Dapur estetik sering memanfaatkan:

    • Peralatan masak yang juga estetik (warna pastel, kayu, kaca)

    • Wadah dan mangkuk yang serasi dengan tema

    • Background yang netral agar makanan tetap jadi fokus

Penataan yang konsisten dengan konsep akan membantu konten terasa utuh dan enak dilihat, baik untuk foto maupun video.

wanita asia dengan celemek mengaduk bahan makanan dalam mangkuk sambil merekam streaming langsung memasak dengan smartphone di dapur rumah. - cooking vlog potret stok, foto, & gambar bebas royalti

sumber gambar: eggeeggjiew via iStock

Teknik Pengambilan Gambar dan Pengeditan Video/Foto

Dari kebiasaan pembuatan konten makanan dan dapur estetik, ada beberapa prinsip teknis yang bisa disimpulkan:

  • Angle pengambilan gambar
    Gen Z biasa memotret makanan:

    • Dari atas (flat lay) untuk menonjolkan komposisi

    • Dari samping untuk memperlihatkan ketebalan, lapisan, atau lelehan topping

    • Dari sudut miring untuk memberi dimensi dan kedalaman

  • Fokus pada detail
    Konten yang menarik sering menonjolkan:

    • Tekstur (kriuk ayam krispi, lembutnya bubur sumsum, kenyalnya candil atau cilok)

    • Momen dinamis (saus disiram, martabak dipotong, kuah soto dituangkan)

  • Pengeditan visual
    Walaupun detail teknis editing tidak dirinci dalam referensi, dari tren yang disebutkan dapat ditarik beberapa poin umum:

    • Warna cenderung lembut dan menenangkan

    • Tone bersih dan terang untuk memperkuat kesan estetik

    • Filter warna digunakan untuk menciptakan suasana dapur yang terasa seperti “rumah impian” meski ruang sebenarnya sederhana

Dengan kombinasi angle yang tepat, fokus detail, dan pengaturan warna yang konsisten, konten memasak akan lebih mudah menarik perhatian di feed maupun story.

Cek produk tripod agar pengambilan video memasakmu tetap stabil, checkout di KuyBeli!

Membangun Narasi dan Keterlibatan Penonton

Konten visual yang bagus akan lebih kuat jika didukung narasi yang relevan dengan kebiasaan audiens.

  • Narasi sebagai bagian dari pengalaman
    Beberapa pola narasi yang muncul dalam referensi:

    • Gen Z sering memberikan review, rating rasa, dan komentar setelah makan

    • Mereka terbiasa membandingkan versi satu makanan dengan lainnya di konten berikutnya

    • Makanan dan dapur menjadi sarana self-expression dan cerita pribadi

  • Mengajak penonton terlibat
    Anda bisa menyusun konten memasak dengan ritme:

    • Proses memasak yang tenang dan rapi

    • Disisipi cerita singkat: asal-usul makanan (misalnya bubur sumsum), filosofi, atau momen keluarga

    • Ditutup dengan ajakan interaksi: pendapat rasa, ide variasi, atau makanan favorit versi penonton

  • Konten yang berkelanjutan
    Dapur estetik dan makanan punya daya hidup konten yang panjang karena bisa dikembangkan menjadi berbagai tema:

    • Meal prep dan menu sehat

    • Jajanan viral dan favorit Gen Z

    • Masakan tradisional dan makanan rumahan

    • Cerita usaha makanan rumahan atau sampingan ibu rumah tangga

Dengan narasi yang konsisten, penonton tidak hanya melihat makanan, tetapi juga merasa terhubung dengan cerita di baliknya.

Konsistensi Gaya dan Branding Pribadi

Dari pembahasan tentang nama usaha makanan rumahan dan nama toko di TikTok Shop, terlihat bahwa penamaan dan gaya visual adalah bagian penting dari branding.

  • Nama dan identitas
    Untuk kreator konten memasak yang juga berjualan, nama usaha bisa sekaligus menjadi identitas konten. Contoh:

    • Nuansa rumahan: Dapurku, Sajian Khas Rumahan, Hidangan Legendaris

    • Nuansa sehat: Healthy Corner, Fit Choice, Dapur Sehat

    • Nuansa jajanan: Snack Hub, The Snack Lab, Cemil Kuy

  • Konsistensi visual
    Mengacu pada tren dapur estetik dan feed Gen Z:

    • Warna dan tone konten dibuat senada

    • Gaya penyajian makanan berulang dengan pola yang mirip

    • Dapur dan properti yang muncul di konten terasa “satu dunia” dengan nama dan konsep yang digunakan

  • Keselarasan antara rumah, dapur, dan konten
    Fenomena “rumah jadi konten” dan “konten jadi rumah” menunjukkan bahwa:

    • Rumah dan dapur menjadi bagian dari persona digital

    • Konten bisa menghadirkan versi ideal dari dapur atau rumah impian

Menjaga konsistensi gaya membantu penonton langsung mengenali konten Anda meski hanya sekilas lewat di timeline.

Praktik dan Eksperimen untuk Hasil Terbaik

Dari berbagai referensi—mulai dari tren dapur estetik, kebiasaan Gen Z terhadap makanan, hingga contoh usaha makanan rumahan—dapat disarikan beberapa poin penting untuk membuat konten memasak yang estetik:

  • Dapur dan makanan kini menjadi bagian penting dari identitas digital dan branding personal.

  • Visual yang bersih, terang, dan tertata adalah fondasi estetika konten masak.

  • Pemilihan resep, penataan makanan, dan penggunaan properti perlu selaras dengan konsep dan audiens.

  • Narasi yang dekat dengan keseharian (jajan, masakan rumahan, usaha sampingan) membuat penonton merasa terhubung.

  • Konsistensi gaya visual dan penamaan membantu membangun citra yang mudah diingat.

Di balik semua itu, penting untuk mengingat catatan yang muncul dalam tren dapur estetik:

  • Estetika sebaiknya tidak menggeser fungsi dapur sebagai tempat memasak.

  • Konten yang baik bukan hanya yang indah dilihat, tetapi juga yang membuat pemilik dapur merasa nyaman, produktif, dan tidak tertekan oleh standar visual yang berlebihan.

Dengan terus berlatih, mengamati tren, dan bereksperimen dengan resep, pencahayaan, serta penataan, kualitas konten memasak akan berkembang seiring waktu—tanpa harus mengorbankan esensi dapur sebagai ruang hidup yang nyata dan fungsional.