Petanque, Medali, dan Mimpi Besar dari Thailand
Mahasiswi Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Anjani Dwi Apriliah, menorehkan prestasi manis di pentas internasional.
Ia sukses mempersembahkan medali perunggu untuk Indonesia pada nomor single woman cabang olahraga petanque di SEA Games 2025 yang digelar di Thailand.
Capaian ini bukan sekadar medali. Bagi petanque Indonesia, ini adalah tonggak penting dalam peta prestasi cabor yang masih berkembang. Bagi Anjani sendiri, ini adalah batu loncatan besar dalam debut perdananya di ajang olahraga terbesar se-Asia Tenggara.
Debut Pertama, Medali Pertama
Anjani yang tercatat sebagai mahasiswa Prodi S-1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga mengaku sangat bersyukur atas hasil yang diraih.
Baginya, medali perunggu ini adalah penghargaan pertama di SEA Games dan menjadi bukti nyata dari kerja keras yang selama ini ia jalani.
Ia mengungkapkan betapa spesialnya momen tersebut karena sekaligus menjadi penanda awal kariernya di level multi-event internasional.
Dalam pernyataannya secara daring, ia menuturkan bahwa rasa bahagia dan bangga bercampur jadi satu, mengingat ini adalah SEA Games pertamanya dan langsung berbuah medali.
TC 3 Bulan: Siap Tak Siap Harus Siap
Sebelum bertanding, Anjani menjalani pemusatan latihan (training center/TC) selama kurang lebih tiga bulan.
Masa persiapan itulah yang ia sebut sebagai fase krusial, karena ia menyadari bahwa ia membawa nama Indonesia di panggung internasional.
Ia menggambarkan periode tersebut sebagai waktu untuk menguatkan fisik, teknik, taktik, dan yang tak kalah penting, mental bertanding.
Dalam kurun waktu yang tidak terlalu panjang itu, ia menegaskan bahwa siap atau tidak siap, ia harus siap, karena statusnya adalah membela negara dan setiap hasil yang datang harus diterima dengan lapang dada.
Tantangan di Lapangan dan Mental Juara
Saat pertandingan berlangsung, Anjani tidak mengalami hambatan berarti yang sampai benar-benar mengganggu performanya.
Namun, ia mengakui bahwa tantangan tetap muncul di lapangan, baik dari situasi permainan, tekanan skor, maupun kualitas lawan.
Semua itu menjadi bagian dari dinamika kompetisi yang harus dihadapi setiap atlet, terlebih di ajang sekelas SEA Games.
Berbekal pengalaman berharga ini, Anjani kini menatap target yang lebih tinggi dan lebih menantang.
Target Selanjutnya: World Cup dan SEA Games Berikutnya
Pengalaman di SEA Games 2025 tidak ingin berhenti hanya sebagai cerita manis.
Anjani memasang target jelas: menjadi juara di ajang World Cup dan tampil lebih baik lagi di penyelenggaraan SEA Games selanjutnya.
Ia berharap bisa meningkatkan pencapaian yang sekarang, dari perunggu menuju warna yang lebih tinggi, dan terus mengasah kemampuan agar mampu bersaing di level internasional.
Ambisinya bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah petanque dunia.
Kacamata Pelatih: Konsistensi Latihan Berbuah Medali
Pelatih petanque Indonesia, Yogiswara Anugrah Pamungkas, memberi evaluasi positif terhadap proses persiapan hingga pertandingan.
Menurutnya, rangkaian latihan sampai pelaksanaan pertandingan berjalan cukup baik dan sesuai dengan target yang telah disusun.
Yogiswara menilai medali perunggu yang diraih Anjani merupakan buah dari latihan yang konsisten, disiplin, dan kerja keras yang terus dijaga.
Ia menegaskan bahwa apa yang dicapai Anjani tidak datang secara instan, melainkan hasil dari proses panjang yang dijalani dengan serius.
Mental, Attitude, dan Masa Depan Petanque Indonesia
Selain urusan teknik dan fisik, Yogiswara menekankan pentingnya kesiapan mental serta sikap atlet, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Menurutnya, keberanian, kepercayaan diri, dan attitude yang baik adalah faktor penting yang membentuk atlet berprestasi.
Dengan fondasi tersebut, ia berharap Anjani dan tim petanque Indonesia bisa terus berkembang, tidak hanya puas dengan medali perunggu.
Ke depan, harapan mereka mengarah pada satu hal: medali emas di SEA Games selanjutnya.
Yogiswara menargetkan agar keikutsertaan berikutnya di SEA Games bisa menghadirkan hasil yang lebih gemilang, baik bagi Anjani maupun bagi Indonesia.
Penutup: Dari Lapangan Petanque Menuju Panggung Dunia
Kisah Anjani di SEA Games 2025 adalah gambaran nyata bagaimana kerja keras, persiapan matang, dan mental kuat bisa berujung prestasi.
Dari TC tiga bulan hingga mengangkat medali perunggu, perjalanan ini menjadi pijakan awal untuk mimpi yang lebih besar: World Cup dan emas SEA Games.
Indonesia kini punya satu lagi talenta petanque yang siap menatap panggung dunia, dan perjalanan itu baru saja dimulai.






