KuybeliKuybeli

POR HUT ke-80 Kejaksaan RI di Sumut: Bukan Sekadar Lomba, Tapi Pesta Kebersamaan

POR HUT ke-80 Kejaksaan RI di Sumut: Bukan Sekadar Lomba, Tapi Pesta Kebersamaan
Minat|Game Olahraga

Olahraga Bukan Cuma Soal Menang-Kalah

Pertandingan olahraga sering dikaitkan dengan persaingan dan perebutan juara.

Namun di ajang Pekan Olahraga (POR) dalam rangka HUT ke-80 Kejaksaan Republik Indonesia di Sumatera Utara, maknanya dibawa ke level yang lebih dalam.

Di Medan, POR ini dijadikan momentum untuk memperkuat rasa persaudaraan, mempererat komunikasi lintas bidang, dan membangun soliditas di lingkungan Kejaksaan se-Sumatera Utara.

Penutupan POR di Taman Olahraga Cadika

Upacara penutupan POR digelar di taman olahraga Cadika, Kota Medan.

Pekan olahraga ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari lahir ke-80 Kejaksaan RI yang diinisiasi oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Acara penutupan berlangsung dengan suasana meriah namun tetap hangat dan penuh kebersamaan.

Kehadiran para peserta dari berbagai satuan kerja memperlihatkan bagaimana olahraga dijadikan jembatan untuk menyatukan.

Hadir Lengkap: Dari Pimpinan hingga Pegawai

Penutupan POR diikuti oleh berbagai unsur di jajaran Kejaksaan se-Sumatera Utara, antara lain:

  • Ketua Ikatan Adhyaksa Darmakarini Wilayah Sumatera Utara Ny. Tiurmaida Harli Siregar

  • Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut Sofiyan, SH., MH

  • Para Asisten dan pejabat utama Kejati Sumut

  • Seluruh pegawai Kejati Sumut

  • Perwakilan dari Kejaksaan Negeri yang berdekatan, seperti:
    • Kejaksaan Negeri Medan

    • Kejaksaan Negeri Deli Serdang

    • Kejaksaan Negeri Belawan

    • Kejaksaan Negeri Serdang Bedagai

    • Kejaksaan Negeri Binjai

    • Kejaksaan Negeri Langkat

Kehadiran banyak unsur ini menegaskan bahwa POR bukan hanya agenda seremonial, melainkan wadah nyata untuk memperkuat jaringan dan kebersamaan di internal lembaga.

Laga Persahabatan: Pejabat vs Insan Pers

Salah satu momen paling menarik dari penutupan POR adalah laga persahabatan sepak bola.

Tim yang berisi Kajati Sumut bersama para pejabat utama berhadapan dengan tim insan pers atau media.

Pertandingan berlangsung seru dan penuh gelak tawa, dengan kemenangan tipis di pihak Kejati Sumut dengan skor 2-1.

Selain sepak bola, digelar juga berbagai fun game antar satuan kerja dan bidang di Kejaksaan.

Aktivitas ini bukan hanya hiburan, tetapi cara untuk mencairkan suasana, membangun keakraban, dan mengikis sekat antarbagian.

Syukur, Sehat, dan Kompak

Pelaksana Harian (Plh) Kasi Penkum, Muhammad Husairi, menyampaikan bahwa pimpinan Kejati Sumut menaruh apresiasi besar terhadap terselenggaranya rangkaian POR ini.

Rasa syukur dan bangga disampaikan atas partisipasi dan semangat seluruh jajaran yang mengikuti kegiatan dari awal hingga penutupan.

Di balik lomba dan pertandingan, tersimpan pesan penting: jaga kesehatan, jaga kekompakan, dan rawat kebersamaan dalam organisasi.

Olahraga menjadi media untuk mengingatkan bahwa kinerja yang solid berangkat dari tubuh yang sehat dan hubungan kerja yang harmonis.

Seminggu Penuh Semangat Kebersamaan

POR ini bukan kegiatan satu hari, melainkan rangkaian acara yang telah berlangsung selama sekitar satu minggu.

Penutupan menjadi puncak dari serangkaian pertandingan dan kegiatan olahraga yang sebelumnya digelar.

Tahun ini, suasana penutupan digambarkan berlangsung semarak, sederhana, namun sarat makna kebersamaan.

Kesederhanaan tidak mengurangi nilai acara, justru menonjolkan nuansa kekeluargaan di antara peserta.

Kepedulian Sosial Jadi Sorotan

Selain pertandingan, penutupan POR juga diwarnai kegiatan sosial yang menyentuh banyak pihak.

Beberapa kegiatan yang digelar antara lain:

  • Pemeriksaan kesehatan gratis

  • Pemberian bantuan bahan pangan pokok (sembako)

Bantuan tersebut disalurkan kepada:

  • Petugas kebersihan taman Cadika

  • Petugas keamanan di area kegiatan

  • Perwakilan awak media atau jurnalis

Langkah ini sejalan dengan harapan pimpinan Kejati Sumut agar kebersamaan selalu berjalan beriringan dengan kepedulian.

Kebersamaan yang sejati bukan hanya terasa di internal, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat dan pihak-pihak yang mendukung terlaksananya kegiatan.

Kebersamaan dan Kepedulian Melahirkan Soliditas

Pesan yang mengemuka dari seluruh rangkaian acara POR ini sangat jelas: olahraga adalah alat pemersatu.

Lewat pertandingan, fun game, dan kegiatan sosial, muncul satu benang merah bahwa soliditas tidak lahir begitu saja, tetapi tumbuh dari kebersamaan dan kepedulian yang terus dirawat.

Di tengah rutinitas pekerjaan dan tuntutan profesional, momen seperti POR menjadi ruang jeda yang penting.

Di situlah jaringan, keakraban, dan kepercayaan dibangun, bukan hanya di atas kertas, tetapi di lapangan, di tribun, dan di ruang interaksi sehari-hari.

Penutupan POR bukan akhir dari sebuah acara, melainkan pengingat bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian harus terus dibawa ke dalam setiap langkah organisasi.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!