KuybeliKuybeli

Saka Yoga Festival #8 di Prambanan: Yoga, Spiritualitas, dan Sport Tourism dalam Satu Pagi

Saka Yoga Festival #8 di Prambanan: Yoga, Spiritualitas, dan Sport Tourism dalam Satu Pagi
Minat|Yoga

Pagi Yoga di Bawah Bayang Candi Prambanan

Saka Yoga Festival #8 di Prambanan: Yoga, Spiritualitas, dan Sport Tourism dalam Satu Pagi

Yogyakarta kembali jadi magnet pecinta yoga dari berbagai daerah lewat gelaran Saka Yoga Festival #8 di Lapangan Nandi, Kompleks Candi Prambanan.

Di tengah suasana pagi yang sejuk dan nuansa candi yang sakral, para peserta berkumpul bukan hanya untuk berkeringat, tapi juga untuk menyelaraskan tubuh, napas, dan batin.

Festival ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Prambanan Shiva Festival 2026, serta buah kerja sama antara Panitia Hari Raya Nyepi Nasional 2026 dan Tim Pemanfaatan Candi Prambanan.

Prambanan, Yoga, dan Sport Tourism

Saka Yoga Festival #8 di Prambanan: Yoga, Spiritualitas, dan Sport Tourism dalam Satu PagiSaka Yoga Festival #8 di Prambanan: Yoga, Spiritualitas, dan Sport Tourism dalam Satu Pagi

Kegiatan ini mendapat apresiasi hangat dari General Manager PT Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan, Ratno Timur.

Ia menegaskan harapan agar kegiatan serupa bisa lebih sering digelar di kawasan Prambanan.

Menurutnya, event yoga seperti ini bukan hanya menguatkan citra Candi Prambanan sebagai destinasi budaya dan spiritual, tetapi juga membuka ruang baru sebagai kawasan Sport Tourism.

Dengan kata lain, wisata ke Prambanan bukan hanya soal foto dan sejarah, tapi juga pengalaman hidup sehat dan mindful di ruang terbuka.

Pembukaan yang Sarat Makna

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Urusan Agama Hindu Ditjen Bimas Hindu, I Gusti Made Sunartha, melalui simbolis penyerahan matras yoga kepada perwakilan peserta.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kolaborasi antara pelestarian budaya dan penguatan spiritualitas.

Yoga bukan hanya sekedar olah tubuh namun juga rasa dan jiwa

Kalimat ini menjadi semacam mantra pembuka, mengingatkan peserta bahwa setiap tarikan napas dan setiap gerakan asana punya dimensi yang jauh melampaui fisik.

Rangkaian Sesi: Dari Napas Hingga Savasana

Saka Yoga Festival #8 di Prambanan: Yoga, Spiritualitas, dan Sport Tourism dalam Satu Pagi

Sejak pukul 06.00 WIB, lapangan mulai dipenuhi matras dan senyum mengantuk yang perlahan berubah menjadi energi positif.

Selama kurang lebih empat jam, peserta diajak menyelami berbagai tahapan latihan yang tersusun rapi:

  • Pranayama dan Pemanasan dipandu oleh Ningrum, mengajak peserta menyadari napas dan menghangatkan tubuh secara bertahap.

  • Asana Inti dibimbing oleh Swamiji Dr. Sunil Karamchandani, fokus pada rangkaian pose yang menantang namun tetap mengutamakan kesadaran dan alignment.

  • Relaksasi dan Meditasi dipandu Kt. Artana, membawa suasana menjadi lebih hening dan reflektif.

  • Closing Savasana oleh Haryati, menutup seluruh rangkaian dengan pelepasan total, membiarkan tubuh dan pikiran benar-benar beristirahat.

Cahaya pagi di kawasan Candi Prambanan menambah sensasi tersendiri: sekaligus indah, menantang, dan menguatkan niat peserta untuk tetap hadir penuh dalam setiap gerakan.

Kehadiran Tokoh dan Nuansa Kebersamaan

Kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk perwakilan dari:

  • PHDI Pusat

  • PT Taman Wisata Candi (TWC)

  • STAHN Japa

Kehadiran mereka menegaskan bahwa yoga di Prambanan bukan sekadar acara olahraga, melainkan momentum yang menyatukan unsur keagamaan, budaya, pariwisata, dan edukasi dalam satu ruang yang sama.

Yoga menjadi jembatan antara tradisi dan kehidupan modern, antara tempat suci dan gaya hidup sehat masa kini.

Edukasi, Doorprize, dan Launching Festival

Saka Yoga Festival #8 di Prambanan: Yoga, Spiritualitas, dan Sport Tourism dalam Satu PagiSaka Yoga Festival #8 di Prambanan: Yoga, Spiritualitas, dan Sport Tourism dalam Satu Pagi

Setelah rangkaian utama yoga berakhir, peserta tidak langsung bubar.

Acara berlanjut dengan beberapa agenda menarik:

  • Sosialisasi Rupiah dan QRIS dari Bank Indonesia, mengajak peserta lebih melek terhadap sistem pembayaran digital dan kecintaan pada mata uang nasional.

  • Pembagian doorprize, menambah keceriaan dan kejutan di akhir acara.

  • Launching program Prambanan Shiva Festival 2026, yang digadang menjadi salah satu agenda besar pada tahun mendatang.

Kombinasi antara yoga, edukasi finansial, doorprize, dan peluncuran festival besar menjadikan Saka Yoga Festival #8 lebih dari sekadar kelas yoga massal.

Yoga di Prambanan: Lebih dari Sekadar Event

Saka Yoga Festival #8 meninggalkan kesan bahwa praktik yoga bisa hidup di mana saja: di studio, di rumah, hingga di kompleks candi bersejarah.

Di Prambanan, yoga bukan hanya rangkaian gerakan, melainkan pengalaman utuh yang menyentuh tubuh, rasa, dan jiwa.

Bagi siapa pun yang hadir, pagi itu menjadi pengingat bahwa:

  • Tubuh perlu digerakkan

  • Napas perlu disadari

  • Jiwa perlu dirawat

Dan ketika semua itu dilakukan bersama, di tempat seindah Prambanan, yoga berubah menjadi momen kebersamaan yang sulit dilupakan.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!