Pagi Putih Menjelang Nyepi di Prambanan
Sebuah pagi di Garuda Mandala, Candi Prambanan, disulap menjadi ruang hening namun penuh energi lewat gelaran Saka Yoga Festival DIY 2025.
Festival ini digelar sebagai rangkaian menyambut Hari Nyepi Tahun Baru Saka 1947, menghadirkan suasana yang damai, khusyuk, sekaligus menyegarkan tubuh dan pikiran.
Yang membuatnya makin spesial, acara ini gratis, terbuka untuk siapa saja, dan mengusung dress code bernuansa putih yang menambah kesan suci dan harmonis.
Terbuka untuk Semua, Lintas Daerah dan Latar Belakang
Peserta yang hadir bukan hanya dari satu komunitas atau satu wilayah.
Datang dari berbagai daerah di DIY dan sekitarnya
Latar belakang agama dan komunitas yang beragam
Dipersatukan oleh satu hal: keinginan untuk menenangkan diri lewat yoga menjelang Nyepi
Kebersamaan dalam keheningan ini menjadikan festival bukan sekadar acara olahraga, tetapi juga ruang perjumpaan spiritual dan sosial.
Registrasi Pagi dan Yoga Dance Pembuka
Suasana sudah mulai hidup sejak pukul 05.45, ketika registrasi peserta dibuka.
Registrasi: sekitar pukul 05.45–06.45
Peserta mulai memadati area dengan nuansa putih yang menenangkan

Sambil menunggu acara utama, beberapa komunitas yoga tampil membawakan Yoga Dance sekitar pukul 06.15–06.45.
Gerakan yang mengalir lembut, berpadu dengan suasana pagi di kawasan Candi Prambanan, menciptakan mood yang ideal untuk memasuki sesi yoga utama.
Sambutan dan Pembukaan Resmi
Menjelang sesi inti, acara diawali dengan sambutan dari jajaran panitia dan pembina umat Hindu di DIY.
Dalam sesi ini, disampaikan apresiasi kepada:
Para peserta yang sudah bangun lebih pagi untuk mengikuti rangkaian festival
Komunitas yoga yang berpartisipasi dan menghidupkan suasana
Para sponsor yang mendukung terselenggaranya Saka Yoga Festival 2025
Acara kemudian dibuka secara resmi oleh perwakilan pembina umat Hindu di tingkat daerah, didampingi tokoh Parisada Hindu Dharma Indonesia DIY, sebagai tanda dimulainya rangkaian yoga bersama.

Momen ini sekaligus menjadi simbol bahwa festival bukan hanya aktivitas fisik, tetapi bagian dari persiapan batin menyongsong Nyepi.
Sesi Inti: Yoga Bersama di Bawah Langit Pagi
Bagian yang paling ditunggu-tunggu adalah sesi Yoga Bersama yang dimulai sekitar pukul 07.00 hingga 08.40.
Dipimpin oleh instruktur yoga bersertifikat, peserta diajak masuk ke dalam aliran latihan yang terstruktur:
Pemanasan lembut untuk membangunkan tubuh
Rangkaian asana yang menyeimbangkan kekuatan dan kelenturan
Fokus pada pernapasan untuk menenangkan sistem saraf
Penutupan dengan relaksasi untuk mengendapkan pengalaman batin
Dalam balutan nuansa putih, gerakan yang serempak, dan latar Candi Prambanan, sesi ini menjadi perpaduan antara seni gerak, meditasi, dan kontemplasi spiritual.
Doorprize, Konsumsi, dan Penutupan
Setelah tubuh dan pikiran dimanjakan lewat sesi yoga, panitia menutup rangkaian acara dengan nuansa hangat dan akrab.
Sekitar pukul 08.30–09.00:
Dibagikan konsumsi kepada peserta sebagai pengisi energi setelah berlatih
Dilanjutkan dengan pembagian doorprize sebagai bentuk apresiasi dan keseruan tambahan
Acara resmi ditutup sekitar pukul 09.00, meninggalkan kesan:
Tubuh lebih ringan
Pikiran lebih jernih
Hati lebih siap menyambut heningnya Nyepi
Yoga sebagai Jalan Sunyi Menjelang Nyepi
Saka Yoga Festival DIY 2025 di Prambanan bukan sekadar kegiatan olahraga pagi.
Ini adalah ruang transisi: dari hiruk pikuk keseharian menuju keheningan Nyepi.
Melalui gerakan, napas, dan kebersamaan, peserta diajak untuk:
Menyelaraskan diri dengan alam dan semesta
Mengurangi kebisingan batin
Menyambut Tahun Baru Saka dengan kesadaran yang lebih jernih
Di tengah langit pagi Prambanan, yoga menjelma menjadi bahasa hening yang mempertemukan tubuh, pikiran, dan spiritualitas dalam satu tarikan napas yang damai.






