UMKM Banjarnegara Naik Kelas Lewat Video
Lebih dari 200 pelaku usaha lokal Banjarnegara ikut pelatihan digital `Creators Lab`, hasil kolaborasi Tokopedia, TikTok Shop by Tokopedia, dan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara.
Fokusnya jelas: mengajari pelaku UMKM bikin konten video yang menjual, mulai dari short video sampai livestreaming, supaya omzet naik dan usaha mereka makin kelihatan di ekosistem ekonomi digital.
Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, baru sebagian kecil dari puluhan juta UMKM yang sudah benar-benar manfaatkan platform online. Artinya, peluang masih sangat terbuka lebar untuk mereka yang mau belajar dan beradaptasi.
Kenapa Video & Livestreaming Jadi Senjata Baru UMKM?
Tokopedia dan TikTok Shop melihat perubahan perilaku belanja online: video kini jadi pintu utama sebelum orang memutuskan checkout.
Dari data mereka, dampaknya bukan main:
Transaksi penjual bisa naik 30 kali lipat berkat livestreaming.
Penjualan meningkat hingga 31 kali lipat lewat short video.
Lewat Creators Lab, pelaku UMKM diajari cara:
Mengemas produk dalam format video yang singkat tapi nempel di kepala.
Menyusun alur livestreaming yang bukan cuma ramai penonton, tapi juga ramai pembeli.
Memaksimalkan fitur-fitur di Tokopedia dan TikTok Shop agar konten tidak hanya dilihat, tapi juga menghasilkan cuan.
Peran Strategis UMKM di Ekonomi Digital
Kontribusi UMKM terhadap ekonomi nasional sebenarnya sudah luar biasa, baik dari sisi PDB maupun penyerapan tenaga kerja.
Namun, dari puluhan juta pelaku UMKM di Indonesia, baru sekitar seperempat yang benar-benar terhubung ke ekosistem digital. Kesenjangan inilah yang coba dijembatani lewat program seperti Creators Lab.
Lewat pelatihan ini, pelaku usaha diajak melihat bahwa:
Platform digital bukan lagi sekadar opsi, tapi sudah jadi keharusan.
Konten video berkualitas bisa menjadi etalase utama yang menggantikan toko fisik.
Literasi digital akan menentukan apakah sebuah usaha hanya bertahan, atau justru tumbuh agresif.
Banjarnegara: Kuat di Produk, Tinggal Maksimalkan Konten
Banjarnegara punya potensi besar di sektor:
Agrikultur
Kuliner
Kerajinan
Produk sudah kuat, tapi jangkauan audiens digital masih bisa dimaksimalkan.
Melalui pelatihan ini, pelaku UMKM diajak untuk:
Menceritakan keunggulan produk dengan cara yang lebih menarik dan relevan.
Menyiapkan pengalaman belanja yang aman dan menyenangkan bagi konsumen masa kini.
Mengincar pasar yang lebih luas, tidak hanya lokal, tapi juga skala nasional.
Creators Lab: Peserta Naik Tiga Kali Lipat
Antusiasme terhadap Creators Lab terus meningkat.
Pada kuartal III 2025, jumlah peserta melonjak hingga tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa semakin banyak orang sadar, di era discovery e-commerce, konten video adalah kunci.
Sejak diluncurkan, Creators Lab sudah memberdayakan hampir 3.000 peserta dari berbagai latar belakang, antara lain:
Ibu rumah tangga pelaku UMKM binaan kementerian terkait
Mahasiswa politeknik pariwisata
Anggota komunitas difabel
Pelaku UMKM dari beragam sektor
Mereka bukan hanya belajar soal teknis pengambilan gambar, tapi juga:
Cara merancang konten agar layak monetisasi.
Prinsip afiliasi untuk menjadikan video sebagai sumber penghasilan tambahan.
Studi Kasus: Dari Konten Video ke Omzet Ratusan Persen
Salah satu peserta Creators Lab di Padang, pemilik usaha Lumina Pearl Gallery, merasakan langsung dampak konten video.
Lewat video, mereka bisa:
Menjelaskan keunggulan brand dan produk dengan lebih mudah.
Menciptakan pengalaman belanja yang terasa aman dan meyakinkan.
Hasilnya:
Penjualan di Tokopedia dan TikTok Shop naik sekitar 200–350% dibanding sebelum rutin membuat konten video.
Ini jadi bukti bahwa strategi konten yang tepat bisa mengubah skala bisnis dalam waktu relatif singkat.
Pentingnya Melek Kekayaan Intelektual (#JualanNyaman)
Creators Lab tidak hanya bicara soal cara viral, tetapi juga soal jualan yang nyaman dan beretika.
Peserta dengan latar belakang UMKM dibekali materi tentang kekayaan intelektual (KI), meliputi:
Contoh pelanggaran KI, seperti memakai foto, judul, atau deskripsi milik brand lain tanpa izin.
Risiko yang bisa muncul jika melanggar KI.
Fitur-fitur yang tersedia di platform untuk membantu melindungi hak kekayaan intelektual.
Pengenalan Pusat Perlindungan KI.
Selain itu, peserta didorong untuk meng-upgrade status toko menjadi:
Power Shop
Mall
Status ini membantu toko mendapatkan visibilitas lebih tinggi dan kepercayaan lebih kuat dari calon pembeli.
Dari Desa ke Omzet Miliaran
Salah satu peserta Creators Lab Banjarnegara, pemilik brand Cemilanel, menunjukkan bagaimana platform digital bisa mengubah skala hidup dan usaha.
Dengan memanfaatkan TikTok Shop, ia berhasil:
Meraih omzet hingga miliaran rupiah.
Memberdayakan sekitar 350 warga desa sebagai bagian dari roda usahanya.
Setelah ikut Creators Lab, wawasan bisnisnya ikut berkembang. Ia jadi lebih paham bahwa:
Kekayaan intelektual bukan sekadar teori, tapi menyangkut foto produk, deskripsi, dan cara branding.
Status toko yang lebih profesional, seperti Power Shop atau Mall, bisa meningkatkan kepercayaan dan citra usaha di mata konsumen.
Dampak Sosial: Bukan Sekadar Cuan
Di luar pelatihan, inisiatif ini juga menyentuh aspek sosial.
Tokopedia dan TikTok Shop menyalurkan donasi yang dihimpun dari pengguna melalui lembaga penyalur untuk membantu korban bencana longsor di Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara.
Bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk:
Peralatan rumah tangga
Kebutuhan pokok untuk dapur umum
Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem digital yang kuat bukan hanya menguntungkan pelaku usaha dan konsumen, tetapi juga bisa menjadi sumber daya solidaritas saat terjadi bencana.
Inti Pelajaran untuk UMKM Lain
Dari pengalaman Banjarnegara dan peserta Creators Lab di berbagai daerah, ada beberapa benang merah yang bisa ditarik oleh pelaku UMKM lainnya:
Video adalah etalase baru: baik short video maupun livestreaming, keduanya bisa mendongkrak penjualan hingga berkali-kali lipat.
Skill digital itu investasi: belajar produksi konten, memahami fitur platform, dan mengerti monetisasi akan kembali dalam bentuk omzet dan loyalitas pelanggan.
KI bukan formalitas: melindungi kekayaan intelektual berarti melindungi brand dan masa depan usaha.
Status toko berpengaruh: Power Shop atau Mall bukan sekadar label, tapi sinyal kuat untuk membangun kepercayaan.
Pada akhirnya, keberanian untuk tampil di depan kamera, belajar hal baru, dan konsisten mengembangkan konten adalah kombinasi yang bisa membawa UMKM naik kelas secara nyata di era ekonomi digital.






