Kampung Gengster Digital: Bukan Kriminal, Tapi Kompak & Melek Digital
Rumah Literasi Digital (RLD) resmi memperkenalkan program Kampung Gengster Digital (KGD) sebagai wadah pemberdayaan warga kampung di Surabaya lewat penguatan literasi dan keterampilan digital.
Istilah “gengster” di sini bukan soal tindakan kriminal, tapi dijadikan simbol kekompakan, solidaritas, dan semangat saling bantu antarwarga untuk menghadapi tantangan era digital.
Program ini mendorong warga agar tidak hanya jadi penikmat konten, tetapi mampu memanfaatkan platform digital secara produktif, kreatif, dan berkelanjutan.
Workshop TikTok: Dari Penonton Jadi Pelaku Ekonomi Digital
Peluncuran KGD ditandai dengan digelarnya workshop Seller TikTok dan TikTok Affiliate yang diikuti belasan peserta dari beragam latar belakang.
Kegiatannya didesain bukan sebatas teori, tapi langsung mengarahkan warga untuk berani memulai langkah di dunia ekonomi digital.
Workshop ini menghadirkan dua pemateri:
Makin – fokus pada materi Affiliate TikTok
Isnan – membawakan materi tentang Seller TikTok
Keduanya berbagi pengalaman seputar:
Strategi pembuatan konten yang menarik
Cara kerja sistem affiliate
Pemanfaatan fitur live TikTok sebagai sarana penjualan
Dengan pendekatan praktis, warga diajak memahami bahwa live streaming dan konten pendek bukan hanya hiburan, tetapi bisa menjadi sumber penghasilan nyata bila dikelola dengan tepat.
Masalah Klasik: Semangat Tinggi, Peralatan Minim
Makin mengungkapkan bahwa minat warga untuk menjadi affiliate cukup besar. Banyak yang tertarik memulai, tetapi tertahan pada satu hal: keterbatasan peralatan.
Bukan materi pelatihan yang jadi hambatan utama, melainkan perangkat dasar yang dibutuhkan untuk produksi konten dan live streaming.
Menurut Makin, dibutuhkan semangat saling bantu dan saling angkat agar semua warga bisa tumbuh bersama, bukan hanya segelintir orang yang punya modal perangkat lebih dulu.
Solusi RLD: Sistem Peminjaman Peralatan Konten & Live Streaming
Untuk menjawab persoalan tersebut, RLD menghadirkan solusi konkret melalui fasilitas peminjaman peralatan konten dan live streaming.
Peralatan yang disediakan antara lain:
Tripod untuk stabilisasi saat shooting konten atau live
Microphone wireless agar suara lebih jernih dan profesional
Alat putar (rotator) untuk mendukung pengambilan gambar yang lebih dinamis
Dengan sistem peminjaman ini, warga yang sebelumnya terkendala modal peralatan bisa mulai bereksperimen dengan live streaming dan produksi konten tanpa harus langsung membeli semuanya dari awal.
Gotong Royong Produk Affiliate: Saling Tukar, Saling Pakai
Selain dukungan peralatan, warga juga menerapkan sistem gotong royong untuk kebutuhan produk affiliate.
Skemanya sederhana tapi efektif:
Peserta membeli produk affiliate masing-masing
Produk tersebut kemudian saling tukar-pinjam
Setiap orang dapat memanfaatkan produk itu untuk pembuatan konten di rumah masing-masing
Dengan cara ini, satu produk bisa menghidupi banyak konten, dan modal tiap orang tidak perlu besar untuk bisa mulai serius di dunia affiliate.
Lebih dari Seller & Affiliate: Belajar Video Berbasis AI
Program ini tidak berhenti di pelatihan seller dan affiliate saja. KGD juga menyediakan pelatihan tambahan, salah satunya:
Pelatihan pembuatan video berbasis kecerdasan buatan (AI)
Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan warga dalam memproduksi konten kreatif yang selaras dengan perkembangan teknologi digital terkini.
Dengan bekal ini, warga kampung tidak hanya bisa membuat video standar, tetapi juga mulai mengenal tools dan workflow modern yang banyak dipakai kreator konten profesional.
Rencana Ekspansi 2026: Menyasar 12 Kampung di Surabaya
Program KGD direncanakan akan diperluas mulai Januari 2026.
Fokus utamanya adalah kampung-kampung yang betul-betul membutuhkan pendampingan literasi digital, sehingga manfaat program terasa lebih tepat sasaran.
RLD membuka pendaftaran untuk 12 titik kampung di Surabaya, dengan pembagian:
2 titik di Surabaya Utara
2 titik di Surabaya Timur
2 titik di Surabaya Barat
2 titik di Surabaya Selatan
2 titik di Surabaya Pusat
2 titik di wilayah lainnya dalam cakupan program
Warga, komunitas, maupun pengurus kampung yang berminat dapat mendaftarkan wilayahnya melalui admin Instagram resmi RLD.
Penutup: Live Streaming & Konten Bukan Lagi Milik Kota Besar Saja
Kehadiran Kampung Gengster Digital menunjukkan bahwa akses pada dunia digital yang produktif tidak boleh hanya berhenti di level kota besar atau kalangan tertentu saja.
Dengan pendekatan literasi, pelatihan praktis, peminjaman peralatan live streaming, serta pola gotong royong, warga kampung pun bisa:
Membangun ekosistem ekonomi digital lokal
Mengembangkan potensi kreatif masing-masing
Menggunakan teknologi sebagai alat pemberdayaan, bukan sekadar hiburan
Di tengah derasnya tren live streaming dan konten pendek, inisiatif seperti KGD membuat satu pesan jadi jelas: siapa pun bisa naik kelas di era digital, asalkan diberi kesempatan, akses, dan ruang untuk tumbuh bersama.






