KuybeliKuybeli

Dari Catatan Tugas Kuliah ke Ulasan Skincare: Perjalanan Blog yang Bikin Nagih Dibaca

Dari Catatan Tugas Kuliah ke Ulasan Skincare: Perjalanan Blog yang Bikin Nagih Dibaca
Minat|Ulasan Produk Perawatan Kulit

Ngeblog, Ruang Curhat dan Berbagi Ilmu

Blog buatku bukan sekadar tempat numpahin kata-kata, tapi wadah buat berbagi pengalaman yang benar-benar pernah aku jalani.

Lewat blog, aku bisa menuliskan hal-hal yang sulit aku ucapkan, menata ulang apa yang aku rasakan, lalu membagikannya sebagai informasi yang semoga bermanfaat.

Mengetik di layar rasanya jadi bentuk terapi kecil: menulis, merapikan pikiran, lalu mengabadikannya.

Awal Kenalan dengan Dunia Blog

Awalnya semua ini bukan karena iseng, tapi karena tugas kuliah di sekitar tahun 2010–2011. Salah satu dosen memberi tugas makalah dengan cara yang waktu itu terasa “wah”: tugas harus dikumpulkan lewat blog, bukan lagi print tebal-tebal.

Di masa itu, bawa laptop ke mana-mana, numpang hotspot kampus, atau pakai modem 1 GB yang diirit sebulan penuh itu sudah biasa. Kalau mentok, larinya ke warnet buat ngerjain tugas.

Waktu itu aku masih masa-masa alay: nama ditulis pakai huruf yang ribet dibaca, username nggak nyambung sama nama asli. Dari situ aku coba utak-atik Blogger (Blogspot) supaya bisa dipakai buat ngumpulin tugas.

Nama blog-nya aja udah alay, template-nya colorfull banget sampai sekarang kalau kebayang lagi rasanya pasti pusing lihatnya. Sayangnya, blog jadul itu sekarang sudah hilang, kemungkinan terhapus.

Yang menarik, bukan cuma tugas yang dikumpulkan lewat blog, tapi materi kuliah juga dibagikan di situ. Dari situ aku belajar hal-hal dasar seperti:

  • Cara menyisipkan file

  • Cara menambahkan tautan

  • Cara memasukkan gambar

Sederhana, tapi skill basic itulah yang ternyata masih kepakai sampai hari ini. Selain Blogger, dulu aku juga sempat dikenalkan dengan WordPress sebagai platform blogging gratis.

Perjalananku menulis nggak berhenti di tugas kuliah saja. Sebelumnya aku sudah terbiasa menulis esai dan mempostingnya di fitur note Facebook.

Sampai akhirnya, pada 13 Desember 2012, blog ini resmi aku buat. Postingan pertama isinya adalah beberapa esai yang sebelumnya sudah nangkring di Facebook, lalu aku pindahkan ke sini.

Dari Cerita Travelling ke Dunia Beauty

Blog ini sempat vakum lama, dari 2013 sampai 2017 hampir tak tersentuh. Baru di 2017, saat anakku hampir berusia 2 tahun, aku gabung sebuah komunitas dan mulai menghidupkan kembali blog ini untuk menulis tugas-tugas yang diberikan.

Dari situ, pelan-pelan isi blog mulai terisi lagi. Banyak tugas yang aku jadikan konten, sambil aku belajar memperbaiki cara menulis dan mencoba peruntungan sebagai content writer di sebuah jasa penulisan artikel.

Aku juga mulai riset, kategori tulisan apa sih yang banyak dicari orang? Karena domisiliku dekat dengan banyak wisata alam, aku mulai sering eksplor destinasi wisata di sekitar.

Awalnya, setiap mau pergi jalan-jalan, informasi yang tersedia itu minim banget. Medannya kadang menantang, petunjuk arah juga seadanya. Berbekal nekat dan papan penunjuk jalan, aku dan keluarga akhirnya menemukan banyak tempat wisata alam menarik.

Dari situ aku mulai menuliskan:

  • Review tempat wisata yang kami datangi

  • Rute dan cara menuju lokasi

  • Gambaran medan dan hal-hal yang perlu disiapkan

Harapannya, orang yang mau ke tempat yang sama tidak perlu sekebingungan aku dulu.

Tapi di tahun 2019, karena aku hamil, kegiatan “ngebolang” otomatis berhenti. Di titik ini aku mulai serius mengubah arah blog: dari awalnya dominan travelling menjadi niche utama beauty.

Kenapa beauty? Karena aku sadar, beberapa artikel seputar kecantikan di blog ini justru punya trafik lumayan tinggi.

Skincare, Kehamilan, dan Awal Ulasan Produk

Di kehamilan kedua, aku mulai fokus mencari skincare yang aman untuk ibu hamil. Saat itu, pilihan produk belum selengkap sekarang dan informasi ingredients masih sulit diakses.

Yang sering ditulis di kemasan hanya bahan aktifnya saja, bukan full list ingredients. Padahal, sebagai ibu hamil, aku butuh tahu:

  • Bahan apa yang aman

  • Kandungan apa yang sebaiknya dihindari

  • Produk mana yang cocok dipakai rutin tanpa rasa waswas

Di kehamilan pertama aku hampir tidak memakai skincare, dan hasilnya kulit jadi kusam. Dari pengalaman itu, aku tidak ingin mengulang hal yang sama.

Akhirnya aku mulai:

  • Mencari tahu lebih dalam soal kandungan skincare

  • Membaca review orang lain sebelum membeli

  • Menelusuri komposisi lengkap produk sebisa mungkin

Setelah merasa yakin dengan ingredients suatu produk, aku mulai memakainya secara rutin.

Lalu aku membawanya ke blog: menuliskannya sebagai review lengkap.

Dalam setiap ulasan, aku berusaha menampilkan:

  • Progres pemakaian produk yang benar-benar real

  • Pengalaman jujur selama pemakaian

  • Kandungan lengkap seperti yang tertera di kemasan

Harapanku sederhana: membantu orang lain yang sedang galau memilih skincare, apalagi yang punya kondisi mirip denganku saat hamil.

Walaupun blog ini sekarang lebih condong ke niche beauty, aku sesekali tetap menulis tema lain, seperti:

  • Parenting

  • Review buku dan film

  • Review produk anak

  • Bahasan seputar keuangan

Aku sengaja membatasi tema tulisan karena tahu sejauh mana kapasitas dan pemahamanku. Jangan sampai tulisan yang aku bagikan justru menyesatkan pembaca.

Menulis: Dari Hobi Jadi Penghasilan

Menulis memang sudah lama jadi hobiku, walau bukan di ranah fiksi. Aku rutin mengunggah berbagai tulisan ke blog ini. Kadang temanya random, tapi tetap dengan tujuan yang sama: mengasah kemampuan menulis dan menyampaikan ide dengan lebih enak dibaca.

Aku masih terus belajar cara merangkai ide menjadi tulisan yang mudah dicerna banyak orang.

Enjoy, Easy, Excellent, Earn

Empat kata ini menggambarkan hubunganku dengan dunia menulis:

  • Aku enjoy saat menulis, sampai sering lupa waktu.

  • Menulis terasa lebih easy dibanding harus public speaking atau membuat kerajinan tangan.

  • Aku ingin tulisan yang aku buat semakin excellent, makin rapi, makin bermanfaat.

  • Dan pada akhirnya, menulis pun mulai bisa earn, memberikan penghasilan.

Menulis buatku seperti menuangkan isi kepala ke layar, sambil diam-diam melatih diri sendiri untuk mengolah kata. Saat masih aktif menjadi content writer, aku merasa sangat senang kalau ada klien yang repeat order. Itu artinya mereka puas dengan artikel yang kubuat.

Tentu tetap ada kekurangan, seperti:

  • Kadang masih ada miss brief

  • Masih terus belajar menulis artikel yang SEO friendly

Sekarang aku memang sudah cukup lama tidak fokus menulis artikel SEO seperti dulu, tapi pengalaman itu tetap jadi bagian penting perjalananku.

Yang bikin makin semangat, hobi ini perlahan-lahan mulai menghasilkan.

Selain fee dari menulis artikel klien, di tahun 2020 aku mulai menerima kerja sama dengan beberapa brand beauty untuk mengulas produk mereka di blog.

Benefit yang kudapat:

  • Bisa mencoba langsung produknya

  • Mendapatkan fee yang lumayan menyenangkan

Lumayan kan, bisa dipakai jajan kecil-kecilan sambil tetap melakukan hal yang disukai.

Harapan untuk Blog dan Pembaca

Blog ini adalah saksi perjalanan menulisku:

  • Dari blog tugas kuliah

  • Menjadi tempat mencurahkan isi pikiran

  • Berubah jadi jurnal perjalanan dan review wisata

  • Hingga kini berkembang dengan domain sendiri dan fokus pada ulasan produk, terutama skincare dan beauty

Perjalanan mengelola blog juga tidak mulus-mulus saja. Ada fase:

  • Hanya posting kalau ada kerja sama

  • Menghadapi writer’s block dan bingung mau menulis apa

  • Merasa tulisan kurang bagus dan ingin menyerah

Namun, dari awal mulai merintis dari 0 di platform blogspot sampai akhirnya punya domain .com sendiri, setiap fase punya cerita.

Saat ini, meski baru ada sekitar 500 postingan, aku punya satu harapan besar:

Semoga setiap tulisan di blog ini ada manfaatnya untuk siapa pun yang membacanya.

Entah itu membantu ibu hamil memilih skincare, memudahkan orang mencari informasi wisata, atau sekadar menemani lewat cerita keseharian.

Perjalanannya mungkin pelan, tapi blog ini akan terus jadi rumah bagi tulisanku dan tempatku berbagi cerita dengan lebih jujur dan apa adanya.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!