Shandy Aulia: Dari Layar Lebar ke Dunia Wellness
Shandy Aulia bukan lagi sekadar aktris yang dikenal lewat film romantis. Kini ia menjelma menjadi sosok perempuan modern yang tangguh, berdaya, dan mandiri, dengan kiprah kuat di dunia bisnis.
Di balik popularitasnya sebagai bintang film, Shandy membangun berbagai lini usaha yang terus berkembang. Ia mengelola:
Studio pilates premium Shalia Pilates
Shalia The Contour Club untuk perawatan tubuh
Bisnis clothing line
Produk skincare untuk intimate areas
Layanan holistic treatment
Micellar Jewelry yang berfokus pada perhiasan berlian untuk bayi dan anak
Semua ini ia jalankan dengan prinsip yang ia pegang teguh: konsisten, fokus, dan harus bermanfaat bagi banyak orang.
Fokus di Dunia Wellness dan Kecantikan
Memasuki usia 35 tahun, pesonanya justru makin matang. Ia percaya, kesehatan adalah fondasi dari kecantikan.
Baginya, ketika tubuh sehat, pikiran jernih, inner beauty keluar dengan sendirinya, dan kecantikan hanya menjadi efek samping yang menyenangkan.
Di sebuah sesi pemotretan, ia bercerita penuh antusias tentang pilihannya terjun serius ke bisnis wellness dan kecantikan. Studio Shalia Pilates dan Shalia The Contour Club yang berlokasi di Jakarta Selatan dirancang dengan nuansa putih yang hangat dan elegan, menghadirkan pengalaman pilates yang terasa personal dan premium bagi para perempuan.
Perjalanan Pribadi: Dari Scoliosis ke Studio Pilates
Kecintaannya pada pilates berawal dari masalah kesehatan. Sekitar delapan tahun lalu, ia sering merasakan nyeri pada bagian leher hingga punggung bawah.
Setelah diperiksa, dokter menyatakan ia memiliki scoliosis. Bukan dalam kondisi berat, namun cukup mengganggu aktivitas hariannya. Karena keluhan sering kambuh, dokter menyarankan agar ia berhenti olahraga gym dan beralih ke pilates.
Ia pun mulai menekuni pilates, olahraga yang berfokus pada kekuatan otot inti, fleksibilitas, dan postur tubuh.
Hasilnya terasa nyata: rasa sakit berkurang, tubuh terasa lebih nyaman, dan ia mulai benar-benar merasakan manfaatnya.
Menurut Shandy, pilates:
Meningkatkan fleksibilitas
Menguatkan otot inti
Memperbaiki postur tubuh
Memiliki risiko cedera yang relatif rendah
Memberi efek terapeutik karena membantu perempuan lebih selaras dengan tubuhnya sendiri
Gerakan pilates yang menggabungkan ritme pelan, pernapasan, dan fokus pada core membuatnya efektif dalam mengencangkan otot, menjaga berat badan, dan mengurangi nyeri punggung.
Karena merasakan manfaat yang begitu besar, ia akhirnya memutuskan untuk menjadikan pilates bukan hanya kebutuhan pribadi, tapi juga core business melalui studio Shalia Pilates yang melakukan soft opening pada akhir Desember 2024.
Shalia The Contour Club dan Pola Hidup Lymphatic Train
Selain pilates, Shandy mengembangkan Shalia The Contour Club, pusat perawatan tubuh yang mengombinasikan pijat limfatik dan body contouring. Inspirasi konsep ini datang dari pola hidup dan pola makan sehat yang ia jalani sendiri selama beberapa tahun terakhir.
Ia menerapkan gaya hidup yang ia sebut Lymphatic Train, yaitu pola makan yang fokus pada makanan yang mudah dicerna dan mendukung sirkulasi limfa.
Awalnya, ia mengalami masalah lambung dan sering merasa kembung. Setelah menjalani treatment limfatik dan pola hidup ini, keluhan tersebut menghilang.
Menurutnya, jika lebih banyak orang menerapkan pola ini, banyak gangguan lambung dan masalah kesehatan lain yang bisa dicegah. Bagi Shandy, keindahan itu dimulai dari cara kita merawat diri dengan penuh kesadaran.
Perawatan tubuh baginya bukan semata urusan estetika, tapi soal kesehatan menyeluruh. Ketika tubuh sehat, rasa percaya diri meningkat, dan dari sanalah kecantikan sejati terpancar.
Karyawan adalah Investasi, Bukan Sekadar Tenaga Kerja
Shandy tumbuh sebagai anak bungsu dari empat bersaudara dan kariernya melejit lewat film-film populer. Namun di balik gemerlap layar, naluri bisnisnya sangat kuat.
Ia terjun ke berbagai usaha dan mempekerjakan banyak orang. Di titik ini, ia memandang karyawan bukan sekadar pembantu bisnis, tapi aset dan investasi jangka panjang.
Dalam dunia usaha, ia menyadari godaan “mencuri” karyawan oleh kompetitor sangat mungkin terjadi. Ada pelaku usaha yang sengaja merekrut karyawannya yang sudah terlatih untuk membuka bisnis sejenis.
Sikap Shandy cukup dewasa. Ia tak ingin mengikat orang dengan paksa.
Ia selalu menegaskan pada karyawannya:
Ia tidak bisa menahan seseorang yang mendapat kesempatan lebih baik
Jika ada tawaran yang jauh lebih baik, ia mempersilakan mereka pergi
Namun, ia juga mengingatkan bahwa setiap pekerjaan mengandung komitmen yang harus diselesaikan secara profesional. Ia menekankan pentingnya menghargai kontrak, pelatihan, dan proses panjang yang sudah diinvestasikan perusahaan.
Yang paling ia khawatirkan adalah karyawan yang tergoda janji manis tetapi berujung jobless. Ia menyayangkan jika seseorang pindah hanya demi nominal yang sedikit lebih besar tanpa memikirkan keberlanjutan.
Karena itu, ia rutin membuka wawasan karyawan tentang realita keras dunia bisnis: perjalanan usaha itu berdarah-darah, penuh risiko dan proses. Baginya, karyawan adalah investasi sekaligus sumber inspirasi.
Mereka bukan hanya membantu menjalankan bisnis, tapi juga membuatnya merasa lebih berarti karena bisa berbagi dan memberi dampak bagi hidup orang lain.
Teori Harus Jalan Bersama Praktik
Sejak awal merintis usaha, Shandy tidak mau hanya sekadar “menempel nama” pada bisnis. Ia terjun langsung dan berusaha menguasai teori sekaligus praktik.
Ia pernah mengembangkan produk fashion yang dijual via e-commerce hingga menembus Singapura, Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Ia juga membangun:
Bisnis kosmetik dengan brand SA Naturel
Produk hair care bayi
Bisnis perhiasan
Usaha makanan dan minuman
Dan berbagai lini usaha lainnya
Untuk bisnis barunya di bidang kecantikan dan kesehatan, ia kembali menerapkan pola yang sama: memahami dan mencoba dulu secara pribadi.
Untuk lymphatic train, ia tidak sekadar menjual konsep. Ia lebih dulu menjalani pola makan tersebut dan merasakan sendiri manfaatnya. Setelah yakin efeknya sangat baik bagi tubuh, barulah ia merasa layak membagikan pengalaman itu ke khalayak.
Baginya, sesuatu yang langsung menghadirkan perubahan di tubuh adalah hal yang “wajib dicoba” oleh banyak orang.
Terkait metode lymphatic train ini, ia menjelaskan bahwa versi dan gaya pelaksanaannya beragam di berbagai negara, misalnya Brasil, Rusia, hingga London. Tujuannya sama: detoks tubuh tanpa bahan kimia. Shandy mengadaptasi gaya dari London.
Untuk menjaga standar, ia mendatangkan tenaga ahli dari luar negeri guna melatih para terapis, dan mereka dibekali sertifikasi khusus. Di sinilah ia kembali menyinggung pentingnya loyalitas dan komitmen, karena terapis yang sudah tersertifikasi adalah aset berharga.
Menjadi Single Parent dan Pengusaha: Seimbang, Bukan Sempurna
Sebagai single parent yang sangat dekat dengan putri semata wayangnya, Shandy menyadari ritme hidupnya padat. Namun, ia bersyukur karena dengan mengelola bisnis sendiri, ia lebih leluasa mengatur waktu.
Ia telah menekuni bisnis sejak sang anak masih kecil, sehingga ritme membagi waktu sudah terbentuk sejak awal. Ia bahkan kerap mengajak sang putri ikut dalam beberapa urusan bisnis.
Hal ini menurutnya cukup berbeda dengan dunia entertainment yang kadang menyulitkan jika harus membawa anak. Dengan mengenalkan pekerjaan ibunya sejak dini, ia berharap suatu saat kelak sang anak tidak kaget dengan dunia kerja dan mungkin saja tertarik untuk ikut terlibat.
Soal kemungkinan mewariskan bisnis, ia memilih santai. Jika sang putri ingin meneruskan, ia akan sangat senang. Jika tidak, ia tidak akan memaksakan. Baginya, pilihan hidup anak tetap harus dihormati.
Konsisten, Komitmen, dan Fokus di Tengah Cobaan
Dalam perjalanan bisnis, Shandy tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah jatuh, bangun, bahkan ditipu partner bisnis. Namun, pengalaman pahit itu tidak membuatnya jera.
Ia justru melihatnya sebagai uji kenaikan kelas.
Tiga prinsip yang selalu ia pegang untuk meng-handle bisnis:
Konsisten
Komitmen
Fokus
Ia mengakui, bagian tersulit adalah tetap konsisten ketika hasil belum sesuai harapan. Di titik rapuh itulah mental diuji.
Untuk menghadapi fase tersebut, ia memilih mengelilingi diri dengan orang-orang yang:
Memiliki visi yang sama
Punya energi yang sefrekuensi
Mampu berjalan bersama dalam jangka panjang
Mencari orang seperti ini tidak mudah, tetapi ia meyakini bahwa ketika niat kita baik, akan selalu ada pertolongan dan orang-orang tepat yang dikirimkan Tuhan.
Pengalaman ditipu partner bisnis ia jadikan pelajaran berharga. Sejak itu, ia lebih selektif dalam memilih rekan dan memperkuat struktur bisnisnya agar tidak mengulang kesalahan yang sama.
Terkait kondisi UMKM Indonesia di tengah iklim bisnis yang serba tidak pasti, ia mengakui tantangannya berat. Namun, bagi pelaku usaha, naik-turun adalah bagian dari perjalanan normal. Ia percaya, selama terus bertahan dan beradaptasi, akan selalu ada harapan kondisi membaik.
Me Time, Emosi, dan Pilates
Di antara kesibukannya sebagai pebisnis sekaligus ibu, Shandy tetap menyediakan me time untuk dirinya sendiri.
Bagi Shandy, me time adalah salah satu cara menjaga kewarasan. Ia memaknai waktu ini bukan sebagai kemewahan, tetapi kebutuhan.
Hal-hal yang ia lakukan untuk me time:
Berolahraga
Traveling
Atau sekadar menghabiskan waktu seharian di kantor dalam suasana yang ia sukai
Yang penting, ia bisa membuat dirinya tetap happy.
Pilates juga menjadi bagian penting dari me time-nya. Selain menyehatkan tubuh, pilates membantunya mengelola emosi dan pernapasan.
Ia percaya, siapa pun yang rutin menekuni pilates akan merasakan kenyamanan tersendiri karena tubuh dan pikiran dilatih untuk bergerak seimbang.
Perempuan Berdaya: Terus Upgrade Diri
Pesan Shandy untuk perempuan Indonesia sederhana tapi mengena: jalani peran yang Tuhan titipkan dengan sungguh-sungguh.
Jika dipercaya sebagai ibu rumah tangga, jalani peran itu dengan sepenuh hati karena itu pekerjaan yang luar biasa. Jika bekerja sebagai karyawan, tekuni pekerjaan tanpa terlalu banyak mengeluh soal gaji atau beban kerja. Jadi yang terbaik di posisi yang sedang dipegang.
Ia menekankan pentingnya kemandirian finansial perempuan. Bukan semata harus mencari uang sendiri, tetapi mampu mengelola keuangan dengan bijak, termasuk uang yang diberikan suami.
Jika perempuan bisa mengatur keuangan rumah tangga dengan baik hingga tidak kekurangan, itu sudah menunjukkan bahwa ia berdaya dan bermanfaat bagi keluarganya.
Di momen peringatan Hari Kartini, ia mengingatkan bahwa emansipasi jangan sampai salah arah. Bukan soal menyaingi laki-laki, tetapi tentang:
Membuka peluang untuk meningkatkan kualitas diri
Terus meng-upgrade diri dengan ilmu dan pengetahuan
Mengutamakan pendidikan
Bagi Shandy, pendidikan sangat penting bagi perempuan. Ia berharap putrinya kelak meraih pendidikan setinggi mungkin dan tumbuh mandiri.
Sejak usia dua tahun, sang putri sudah mengikuti pendidikan formal dengan aktivitas yang fun sekaligus edukatif, dari pagi hingga siang. Ia ingin anaknya belajar untuk mampu melakukan banyak hal sendiri, sesuai usianya.
Penutup: Wellness, Bisnis, dan Makna Manfaat
Perjalanan Shandy Aulia menunjukkan bahwa:
Pilates bisa menjadi titik balik kesehatan sekaligus pintu gerbang menuju bisnis yang berdampak
Bisnis wellness dan kecantikan bisa berjalan seimbang dengan peran sebagai ibu
Karyawan bukan hanya tenaga kerja, tetapi investasi dan sumber inspirasi
Konsistensi, komitmen, dan fokus adalah kunci untuk bertahan di tengah naik-turun dunia usaha
Di atas semua itu, yang selalu ia kejar bukan sekadar sukses finansial, tetapi bagaimana setiap langkahnya bisa memberi manfaat bagi banyak orang.






