Dari Anniversary ke Kisah Panjang di Atas Matras
Perayaan 15 tahun Halcyon Studio di Surabaya bukan cuma seremoni tiup lilin buat Natasha Sally Dermawan.
Bagi instruktur pilates senior yang akrab disapa Natha ini, momen tersebut jadi titik refleksi perjalanan panjangnya: dari sekadar pengajar, menjadi instruktur pilates profesional berlisensi internasional, hingga membangun salah satu studio pilates paling diperhitungkan di Kota Pahlawan.
Ia bukan hanya wajah Halcyon, tapi juga sosok di balik konsistennya studio ini bertahan di tengah tren olahraga yang datang dan pergi.
Langsung Terbang ke Kanada Demi Lisensi Tertinggi
Perjalanan profesional Natha dimulai pada 2010.
Bukan lewat kursus singkat di dalam negeri, melainkan dengan keputusan nekat: langsung menempuh pendidikan tingkat profesional di Toronto, Kanada, selama satu bulan penuh.
Di sana, ia menyelesaikan sertifikasi sebagai instructor trainer, level tertinggi yang memberinya kewenangan untuk melatih calon instruktur pilates lain.
“Di Indonesia saya sudah bisa mengajar klien, tapi di Kanada saya belajar bagaimana mengajar orang menjadi instruktur. Levelnya beda, dan prosesnya panjang,” kenangnya.
Yang membuat perjalanan itu kian menantang, saat itu Natha masih berstatus mahasiswi.
Ia harus membelah fokus antara:
Studi di kampus
Training intensif
Mengajar klien
“Lumayan banyak yang harus dikorbankan. Pernah harus minta tugas alternatif ke dosen supaya nilai tetap aman,” ujarnya sambil tersenyum, mengingat masa-masa serba ganda tersebut.
Dari Satu Reformer di Rumah Orang Tua
Halcyon yang sekarang berdiri sebagai studio besar tak lahir dalam semalam.
Awalnya, semua bermula dari satu alat reformer yang ada di rumah orang tuanya. Di ruangan sederhana itulah Natha mengajar klien satu per satu, sambil perlahan membangun reputasi.
Satu alat, banyak sesi
Dari rumah, bukan dari studio megah
Fokus ke kualitas, bukan tampilan semata
Saat kepercayaan mulai tumbuh dan jadwal makin padat, barulah ia berani membuka cabang kedua setelah lulus kuliah.
“Awalnya semua dilakukan sendiri. Dari mengajar, mengurus administrasi, sampai menangani dua studio sekaligus. Masa itu benar-benar menguras tenaga,” ceritanya.
Diuji Pandemi, Justru Makin Dikenal

Satu bab penting dalam perjalanan Halcyon terjadi saat pandemi Covid-19.
Ketika banyak bisnis goyah dan harus mengerem aktivitas, Halcyon justru menemukan momentum baru. Layanan privat membuat banyak orang merasa lebih aman berlatih.
Natha mengingat periode itu sebagai fase paling menegangkan sekaligus menguatkan.
“Kita termasuk sedikit studio yang tetap bertahan di Surabaya. Itu masa paling menantang, tapi justru titik kami makin dikenal,” jelasnya.
Kondisi serba terbatas memaksa tim beradaptasi, namun di saat yang sama mengukuhkan posisi Halcyon sebagai studio yang serius menjaga kualitas dan kenyamanan klien.
Di Tengah Ramainya Studio Baru, Konsistensi Jadi Senjata
Kini, Surabaya dipenuhi studio pilates baru dengan beragam konsep.
Alih-alih panik, Natha memilih memegang satu prinsip: kualitas akan menemukan jalannya sendiri.
“Kami tidak takut dengan persaingan. Saya selalu bilang ke tim, rezeki sudah ada porsinya. Yang penting selalu update ilmu, ajar dengan hati, dan hasilnya akan mengikuti,” tegasnya.
Beberapa hal yang terus ia tanamkan pada tim Halcyon:
Selalu upgrade ilmu, jangan pernah merasa sudah cukup pintar
Mengajar dengan hati, bukan hanya mengikuti koreografi gerakan
Menjaga hubungan jangka panjang dengan klien, bukan sekadar sesi per sesi
Bagi Natha, pasar mungkin makin ramai, tapi nilai yang tulus dan kerja serius tidak pernah ketinggalan zaman.
Dari Hobi Menari, Berbelok ke Dunia Pilates
Ketertarikan Natha pada pilates tidak datang dari ambisi ingin menjadi instruktur.
Semuanya berawal dari hobinya menari dan menyukai olahraga sejak remaja.
Di usia 17 tahun, ia mencoba pilates dan langsung merasakan bedanya: postur tubuh membaik, badan terasa lebih nyaman, dan gerak lebih terkontrol.
“Awalnya cuma untuk diri sendiri. Bahkan, training pertama pun niatnya hanya untuk memakai alat reformer yang ada di rumah,” tuturnya.
Namun seiring waktu, mengajar pilates justru menghadirkan bentuk kepuasan baru:
Ia melihat langsung perubahan klien
Mendengar cerita mereka soal pemulihan tubuh
Menyaksikan kepercayaan diri klien tumbuh pelan-pelan
Dari yang awalnya hanya ingin latihan untuk diri sendiri, hobi itu pelan-pelan berubah menjadi karier hidup.
Bukan Sekadar Profesi: 15 Tahun Mengajar, 15 Tahun Mengabdi
Di momen anniversary ke-15 Halcyon Studio, Natha menegaskan satu hal: perjalanan ini tidak pernah semata-mata soal bisnis.
Bagi dirinya, pilates adalah:
Ruang untuk bertumbuh
Wadah berbagi
Cara membantu orang memperbaiki hubungan dengan tubuh mereka
“Mengajar itu bukan hanya soal gerakan. Kita membantu klien pulih dari cedera, memperbaiki postur, dan sekaligus belajar banyak dari cerita mereka. Itu yang membuat saya bertahan 15 tahun,” ujarnya.
Dengan rekam jejak panjang, pengalaman belajar di luar negeri, dan komitmen yang tetap menyala, Natha terus mengokohkan Halcyon sebagai salah satu studio pilates yang original, berlisensi, dan terpercaya di Surabaya.
Apa yang Bisa Dipelajari dari Perjalanan Natha?
Dari kisah 15 tahun ini, ada beberapa hal yang bisa jadi inspirasi, terutama bagi kamu yang ingin serius di dunia pilates atau fitness secara profesional:
Mulai dari kecil, tapi serius: satu reformer pun bisa jadi titik awal studio besar.
Investasi ilmu itu krusial: lisensi profesional dan training berkualitas membuka pintu ke level berikutnya.
Konsisten di tengah tren: saat orang lain sibuk ikut arus, kualitas membuatmu tetap relevan.
Jadikan klien partner perjalanan, bukan sekadar pelanggan.
Pada akhirnya, perjalanan Natha adalah bukti bahwa hobi yang dijalani dengan totalitas bisa tumbuh jadi karier, lalu berkembang menjadi dedikasi seumur hidup di atas matras pilates.






