Casper Ruud, Liburan Santai Berujung Cuan Fantastis
Casper Ruud sempat mengira musimnya sudah berakhir.
Petenis peringkat 10 dunia itu sudah masuk mode liburan, bersantai di kolam renang dan menikmati off-season, sebelum tiba-tiba mendapat telepon darurat: ATP memintanya terbang ke Turin sebagai pemain pengganti kedua di ATP Finals tahun ini.
Untuk konteks, Ruud sebelumnya sudah tiga kali tampil dalam empat edisi terakhir kejuaraan akhir musim ini. Namun tahun 2025 ia nyaris gagal lolos, dan kelihatannya akan menutup raket lebih cepat.
Ternyata tidak semudah itu pergi liburan.
Efek Domino Mundurnya Djokovic
Perlombaan menuju ATP Finals benar-benar ketat sampai pekan terakhir.
Felix Auger-Aliassime dan Lorenzo Musetti saling sikut demi satu tiket terakhir ke Turin.
Kekalahan Musetti dari Novak Djokovic di final Athena membuat Auger-Aliassime yang akhirnya berhak mengamankan slot tersebut.
Setelah itu, Musetti diposisikan sebagai pemain pengganti pertama, sementara Alexander Bublik menjadi pemain pengganti kedua.
Tetapi skenario dramatis muncul begitu Djokovic memutuskan mundur dari ATP Finals usai menjuarai turnamen di Yunani pada hari Sabtu. Posisi Djokovic di undian langsung diisi oleh Musetti.
Artinya:
Musetti naik menjadi pemain tetap di undian.
Bublik otomatis naik status menjadi pengganti pertama.
ATP harus mencari satu nama lagi untuk mengisi slot pengganti kedua.
Dan nama itu jatuh pada Casper Ruud, sosok berikutnya di Race to Turin.
Panggilan Jam Terakhir: Dari Kolam Renang ke Turin
Media Norwegia melaporkan, pada jam-jam terakhir menjelang ATP Finals, Ruud sepakat mendadak terbang ke Italia.
Ia bergerak cepat, mendarat di Turin, dan sudah terlihat duduk di tribun penonton pada pertandingan pembukaan grup antara Carlos Alcaraz dan Alex de Minaur di hari Minggu.
Bagi Ruud, ini semacam jackpot dadakan:
Musim sudah dianggap selesai.
Liburan sudah dimulai.
Tiba-tiba ada kesempatan mendapat bayaran besar… tanpa jaminan bakal menyentuh lapangan sama sekali.
Tidak heran kalau Ruud dengan senang hati mengiyakan.
Gaji Fantastis Pemain Pengganti ATP Finals
Status “cuma” pengganti di ATP Finals bukan berarti sepele. Justru, dari sisi finansial, ini bisa terasa seperti liburan mewah yang dibayar mahal.
Berikut skema bayaran yang menanti Bublik dan Ruud di Turin:
Hanya datang sebagai pengganti (tanpa main satu game pun): menerima £118.000 (sekitar $155.000) sebagai biaya penampilan.
Jika turun bertanding satu pertandingan: ada tambahan £126.000.
Untuk dua pertandingan: total tambahan menjadi £189.000.
Jika sampai bermain tiga pertandingan: mereka akan mengantongi £252.000 ekstra.
Dan itu belum termasuk hadiah untuk kemenangan.
Bonus Menang: Uang + Poin Peringkat
Jika salah satu dari mereka bukan hanya bermain, tapi juga menang di babak round-robin, hadiah yang menanti juga sangat menggiurkan:
Setiap kemenangan di fase grup bernilai £301.000.
Ditambah 200 poin peringkat.
Dengan struktur seperti ini, Bublik dan Ruud harus selalu siap siaga.
Kalau ada pemain yang mundur di fase grup, mereka bisa langsung masuk, dan setiap kemenangan akan jadi kombinasi sempurna: uang besar + poin ranking penting.
Dari Kekalahan di Paris ke Tiket Emas Turin
Seminggu sebelum kisah ini, situasinya untuk Ruud jauh lebih suram.
Ia mengakhiri musimnya dengan kekalahan awal di Paris Masters.
Ruud tumbang 6-3, 7-5 dari Daniel Altmaier.
Setelah itu, ia pun menutup raket dan mulai menikmati off-season.
Sebagai finalis Grand Slam tiga kali, Ruud tentu punya standar tinggi untuk musimannya. Namun realitas 2025 membuatnya harus menerima akhir musim yang relatif pahit.
Sampai kemudian, panggilan Turin datang.
Kini, alih-alih benar-benar libur total, ia akan kembali “bekerja” setidaknya selama sepekan, dengan potensi penghasilan ratusan ribu pound hanya sebagai pemain cadangan.
Off-season bisa menunggu. Kalau libur dibayar ratusan ribu, siapa yang menolak?
Kesimpulan: Profesi Pengganti yang Bikin Iri
Kisah Casper Ruud di ATP Finals tahun ini menggambarkan satu hal menarik dalam olahraga elit:
Kadang, menjadi pelapis pun bisa sama menguntungkan — atau bahkan lebih santai — dibanding jadi bintang utama.
Ruud datang ke Turin tanpa tekanan besar, dengan potensi pendapatan tinggi, dan tetap berada di panggung paling bergengsi di akhir musim.
Untuk sebagian orang, mungkin itu terlihat seperti pekerjaan impian:
Terbang ke ajang elit,
Menikmati suasana turnamen,
Siap tampil jika dipanggil,
Dan mengantongi cek besar bahkan jika tidak menyentuh lapangan sama sekali.
Tak buruk sama sekali untuk seorang “pemain pengganti”.






