Euforia Juara di Lapangan Torada
KONAWE SELATAN – Skuad sepak bola Popda Kabupaten Konawe Selatan tampil sebagai penguasa baru di ajang Pekan Olahraga Pelajar se-Sulawesi Tenggara yang digelar di Lapangan Torada, Kota Kendari.
Melalui laga penuh tensi yang berakhir dengan drama adu penalti, tim Popda Konsel berhasil menundukkan Tim Popda Kolaka Timur (Koltim) dengan skor tipis 4-3.
Kemenangan ini mengunci status mereka sebagai juara satu cabang olahraga sepak bola dan menegaskan Konsel sebagai salah satu kekuatan pelajar paling berbahaya di Sultra.
Adu Penalti Menegangkan: Konsel Lebih Dingin di Titik Putih
Laga harus dituntaskan lewat tos-tosan setelah waktu normal berakhir tanpa pemenang.
Tim Popda Konsel yang dimanajeri oleh anggota DPRD Konsel, Erman SE, tampil sangat tenang di babak adu penalti.
Lima penendang yang dipilih sebagai algojo sukses mengeksekusi empat gol ke gawang Koltim.
Di sisi lain, tim Popda Koltim hanya mampu membalas tiga gol ke gawang yang dikawal Arham.
Dengan skor 4-3 di babak adu penalti, Popda Konsel resmi menyegel gelar juara sekaligus berhak atas medali emas, sertifikat, dan uang pembinaan dari Dispora Sultra.
Pertandingan Ketat Sejak Menit Awal
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Popda Konsel sudah menunjukkan permainan solid.
Mereka tampil rapi, terarah, dan percaya diri di bawah kawalan manajer, tim pelatih, serta dukungan langsung jajaran Dispora Konsel.
Sempat unggul lebih dulu, Konsel tak dibiarkan nyaman. Tim Popda Koltim yang datang dengan dukungan penuh dari jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga mereka, tampil ngotot dan menolak menyerah begitu saja.
Pertandingan berjalan ketat hingga kedudukan kembali imbang di babak pertama.
Memasuki babak kedua, kedua tim tetap saling jual beli serangan, namun tak satu pun gol tercipta sampai waktu normal berakhir.
Akhirnya, penentuan juara harus ditentukan lewat babak adu penalti yang menjadi panggung pembuktian mental para pemain.
Kemenangan Buah Kerja Keras dan Dukungan Penuh
Erman mengapresiasi habis perjuangan para pemain dan tim pelatih yang sudah bekerja keras hingga laga terakhir.
Menurutnya, gelar juara yang diraih tim Popda Konsel bukan hanya hasil dari teknik dan taktik, tetapi juga dari kekompakan dan dukungan yang solid.
Ia menegaskan bahwa kemenangan ini lahir dari kolaborasi seluruh unsur tim, termasuk dorongan dan perhatian dari pemerintah daerah yang terus memberi suport selama ajang berlangsung.
Medali untuk Para Jawara Popda Sepak Bola
Usai laga final antara Popda Konsel dan Popda Koltim yang berakhir kemenangan untuk Konsel lewat adu penalti, seremoni penyerahan medali langsung digelar.
Seluruh atlet sepak bola Popda se-Sultra, mulai dari pemain hingga pelatih, asisten, dan official dari tiga tim peraih medali, mendapatkan penghargaan secara resmi.
Berikut distribusi medali yang diperebutkan:
Konawe Selatan: medali emas cabang sepak bola Popda
Kolaka Timur: berhak atas medali perak
Kota Kendari: mengamankan medali perunggu setelah menang atas Tim Popda Bombana di perebutan tempat ketiga
Momen Pengalungan Medali: Apresiasi untuk Pejuang Lapangan
Suasana haru bercampur bangga menyelimuti lapangan saat satu per satu nama daerah dipanggil untuk menerima medali.
Ikbal, selaku Kepala Bidang Olahraga Dispora Konsel, didaulat mengalungkan medali untuk tim Popda Kota Kendari sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan mereka.
Untuk tim Popda Kolaka Timur, medali perak dikalungkan oleh Sekretaris PSSI Sultra, Jasman Harun.
Sementara itu, tim Popda Konsel menerima medali emas yang dikalungkan langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Koltim, menambah khidmat momen selebrasi.
Konsel Kirim Sinyal: Sepak Bola Pelajar Sultra Kian Ketat
Kisah Popda Konsel menaklukkan Koltim lewat adu penalti ini menjadi sinyal jelas bahwa peta persaingan sepak bola pelajar di Sulawesi Tenggara makin kompetitif.
Konsel menunjukkan mental juara di momen krusial.
Koltim membuktikan layak diperhitungkan sebagai penantang serius.
Kota Kendari tetap menjaga gengsi dengan mengamankan perunggu.
Kemenangan Popda Konsel bukan hanya soal trofi dan medali, tetapi juga menjadi motivasi baru bagi sepak bola pelajar di daerah tersebut untuk terus berkembang, melahirkan talenta-talenta yang kelak bisa berbicara di level yang lebih tinggi.
Dari Lapangan Torada, cerita ini mencatat bahwa emas hari itu milik Konsel, tapi semangat juangnya milik seluruh Sultra.






