Kaye: Hand Cream Lokal yang Lahir dari Limbah
Di Banda Aceh, sekelompok mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil meracik sebuah produk perawatan kulit inovatif bernama Kaye, sebuah krim tangan yang memadukan limbah kulit pepaya dan minyak kayu manis.
Bukan sekadar skincare biasa, Kaye dirancang sebagai produk multifungsi yang menggabungkan perawatan kulit, keberlanjutan lingkungan, dan kearifan lokal Aceh dalam satu kemasan.
Di Balik Lahirnya Kaye: Kolaborasi Lintas Disiplin
Produk ini dikembangkan oleh tim mahasiswa USK yang berasal dari berbagai jurusan:
Rahmi Azalia – Fakultas Farmasi
Fadia Hanum – Fakultas Farmasi
Alya Nadhifah – Fakultas Farmasi
Rizqa Ilmina – Ilmu Komunikasi
Sarah Ardelia – Manajemen
Mereka berkolaborasi di bawah bimbingan Dosen Farmasi USK, Nadia Isnaini.
Kolaborasi lintas disiplin ini membuat Kaye tidak hanya kuat dari sisi formulasi farmasi, tetapi juga dipikirkan matang dari segi branding dan potensi pemasaran.
Inspirasi dari “Kaye Maneh” dan Masalah Limbah Organik
Rahmi, ketua tim, menjelaskan bahwa nama Kaye terinspirasi dari istilah Aceh “kaye maneh” yang berarti kayu manis.
Ide ini lahir dari kepekaan terhadap melimpahnya limbah organik di sekitar yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Alih-alih dibiarkan terbuang, kulit pepaya diolah menjadi bahan aktif bernilai tinggi untuk perawatan kulit.
Manfaat Kulit Pepaya: Antioksidan + Humektan Alami
Berdasarkan kajian literatur yang dilakukan tim, kulit pepaya mengandung berbagai senyawa penting untuk kesehatan kulit, seperti:
Flavonoid – berperan sebagai antioksidan
Vitamin C – membantu mencerahkan dan melindungi kulit
Beta-karoten – mendukung regenerasi kulit
Polisakarida – berfungsi sebagai humektan alami, membantu menjaga kelembapan kulit
Kombinasi komponen ini menjadikan kulit pepaya bukan lagi sekadar limbah, tetapi sumber bahan aktif potensial untuk formulasi skincare berkelanjutan.
Peran Minyak Kayu Manis: Perlindungan, Kelembapan, dan Antioksidan
Selain kulit pepaya, minyak kayu manis menjadi bahan andalan lain dalam formulasi Kaye.
Minyak ini mengandung senyawa utama seperti:
Cinnamaldehyde
Eugenol
Keduanya berkontribusi sebagai:
Antioksidan
Pelembap kulit
Pelindung tambahan dari paparan sinar ultraviolet
Dalam uji laboratorium, formulasi Kaye dengan 0,5% minyak kayu manis menunjukkan nilai SPF 18, yang dinilai cukup untuk perlindungan ringan terhadap sinar UV dalam aktivitas harian.
Proses Pembuatan: Dari Limbah Menjadi Krim Bernilai Tinggi
Perjalanan Kaye dimulai dari pengolahan kulit pepaya melalui metode maserasi.
Secara garis besar, prosesnya meliputi:
Pengumpulan kulit pepaya dari sumber lokal
Pengeringan kulit buah
Ekstraksi hingga menghasilkan ekstrak kental berkualitas tinggi
Hasil ekstrak inilah yang kemudian diformulasikan bersama minyak kayu manis dan bahan lain menjadi krim tangan yang nyaman digunakan.
Skincare yang Ramah Lingkungan dan Ekonomis
Rizqa, salah satu anggota tim, menekankan bahwa penggunaan limbah pertanian sebagai bahan utama membuat Kaye punya nilai lebih dari sisi keberlanjutan.
Inisiatif ini tidak hanya fokus pada manfaat klinis untuk kulit, tetapi juga:
Mengurangi penumpukan limbah organik
Menghadirkan solusi lokal untuk masalah lingkungan
Mengubah sesuatu yang sebelumnya tak bernilai menjadi produk fungsional
Kaye juga dipasarkan dengan harga yang terjangkau, yakni sekitar Rp25.000 per kemasan, sehingga dapat menjadi alternatif krim tangan yang ramah kantong dan ramah lingkungan.
Harapan: Dari Laboratorium ke Pasar yang Lebih Luas
Tim pengembang berharap Kaye dapat menjadi contoh konkret bahwa:
Inovasi skincare tidak harus bergantung pada bahan impor
Limbah organik lokal bisa naik kelas menjadi produk bernilai tinggi
Mahasiswa dapat berperan aktif dalam melahirkan produk yang kompetitif di pasar
Lebih jauh, mereka berharap Kaye bisa menjadi pemicu lahirnya inovasi lain yang memanfaatkan sumber daya lokal, khususnya di bidang perawatan kulit yang berkelanjutan.
Intinya, Kaye bukan hanya krim tangan biasa, melainkan simbol bagaimana perawatan kulit, kreativitas, dan kepedulian lingkungan bisa bersatu dalam satu produk.






