KuybeliKuybeli

Krim Tangan dari Limbah Kulit Pepaya: Rahasia Kulit Sehat dan Ramah Lingkungan

Krim Tangan dari Limbah Kulit Pepaya: Rahasia Kulit Sehat dan Ramah Lingkungan
Minat|Metode Perawatan Kulit

KAYE: Hand Cream Multifungsi dari Limbah Kulit Pepaya

Sekelompok mahasiswa lintas program studi dari Universitas Syiah Kuala (USK) menghadirkan sebuah gebrakan di dunia perawatan kulit.

Mereka mengembangkan KAYE, krim tangan multifungsi yang berbahan dasar limbah kulit pepaya dan minyak kayu manis, dengan fokus pada keberlanjutan sekaligus pengangkatan potensi lokal.

Kolaborasi Lintas Ilmu di Balik Produk

Produk ini lahir dari tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) yang beranggotakan mahasiswa dari berbagai jurusan.

Kolaborasi ini dirancang agar KAYE tidak hanya kuat dari sisi formulasi, tetapi juga punya strategi branding yang matang, sehingga siap bersaing sebagai produk perawatan kulit bernilai jual tinggi.

Makna di Balik Nama dan Ide Utama

Ketua tim, Rahmi Azalia, menjelaskan bahwa nama KAYE terinspirasi dari bahasa Aceh, “kaye maneh” yang berarti kayu manis.

Gagasan produk ini muncul dari keprihatinan terhadap limbah organik, khususnya kulit pepaya yang selama ini hanya dibuang padahal masih menyimpan banyak manfaat.

Dari hasil kajian literatur, mereka menemukan bahwa kulit pepaya kaya akan:

  • Flavonoid

  • Vitamin C

  • Beta-karoten

  • Polisakarida yang berperan sebagai humektan alami (penjaga kelembapan kulit)

Semua itu menjadikan kulit pepaya sebagai kandidat menarik untuk bahan baku produk perawatan kulit.

Peran Minyak Kayu Manis dalam Formula

Untuk menyempurnakan formulasi, tim menambahkan minyak kayu manis.

Kandungan seperti cinnamaldehyde dan eugenol di dalamnya berfungsi sebagai:

  • Antioksidan

  • Pelembap

  • Potensi pelindung terhadap sinar UV

Inilah yang membuat KAYE berbeda dari krim tangan biasa: multifungsi, berbahan alami, dan mengangkat kekayaan lokal.

Dalam uji laboratorium, formulasi dengan 0,5% minyak kayu manis menunjukkan nilai SPF 18, yang tergolong mampu memberikan perlindungan ringan terhadap paparan sinar UV.

Proses Pembuatan: Dari Limbah Jadi Skincare Bernilai

Pembuatan KAYE diawali dengan proses ekstraksi kulit pepaya melalui metode maserasi.

  • Kulit pepaya dikumpulkan dari sumber lokal

  • Kemudian dikeringkan terlebih dahulu

  • Setelah itu diekstraksi hingga diperoleh ekstrak kental berkualitas tinggi

Dengan cara ini, limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat diubah menjadi bahan aktif bernilai tinggi untuk perawatan kulit.

Skincare yang Ramah Lingkungan dan Terjangkau

Selain manfaat untuk kulit, KAYE juga mengusung misi keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan.

Pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan utama membantu menjawab persoalan limbah organik yang belum tergarap optimal di tingkat lokal.

Dari sisi harga, KAYE dibanderol sekitar Rp25.000, sehingga tetap terjangkau sambil menawarkan kualitas yang kompetitif.

Harapan: Dari Kampus untuk Pasar yang Lebih Luas

Dengan konsep yang menggabungkan sains, kreativitas, dan keberlanjutan, KAYE diharapkan menjadi contoh bahwa inovasi mahasiswa bisa melahirkan produk yang:

  • Bermanfaat untuk kulit

  • Ramah lingkungan

  • Mengangkat nilai bahan lokal

  • Punya potensi bersaing di pasar

Tim pengembang berharap, kehadiran KAYE bisa menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk mengolah limbah menjadi produk bernilai tinggi, sekaligus ikut memajukan industri perawatan kulit berbasis kekayaan alam Indonesia.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!