Mangkarap Cup, Panggung Sepak Bola Kebanggaan Barito Timur

Turnamen Sepak Bola Mangkarap Cup di Desa Mangkarap bukan sekadar agenda tahunan, tetapi sudah menjelma jadi tradisi sepak bola yang ditunggu-tunggu masyarakat.
Pada gelaran Mangkarap Cup XIV, suasana Tamiang Layang benar-benar terasa seperti pesta bola. Sorak penonton, semangat pemain, dan hadirnya para pejabat di lapangan membuat turnamen ini terasa istimewa.

Kick-off dengan Laga Eksebisi Penuh Bintang
Turnamen tahun ini dibuka dengan pertandingan eksebisi yang cukup menyita perhatian.
Di laga pembuka, tim Forkompimda-APDESI turun gunung menghadapi Mangkarap Legend. Pertandingan persahabatan itu berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan Forkompimda-APDESI, namun yang paling terasa bukan soal hasil, melainkan euforia di pinggir lapangan.
Sejumlah tokoh penting ikut merumput dalam laga ini, menunjukkan bahwa sepak bola memang milik semua kalangan.
Pejabat Turun ke Lapangan, Sepak Bola Jadi Ruang Kebersamaan
Laga eksebisi ini makin spesial karena diisi oleh para pejabat yang tak ragu ikut berkeringat di lapangan.
Beberapa di antaranya:
Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, yang bertindak sebagai kapten tim
Ketua DPRD Nursulistio
Wakil Ketua II DPRD Mardianto
Kepala Kejaksaan Negeri Ahmad Isnaini
Ketua Pengadilan Negeri Tamiang Layang Moch Isa Nasaruddin
Kehadiran mereka di lapangan menegaskan satu hal: sepak bola adalah ruang kebersamaan, tempat semua orang—tanpa kecuali—bisa bertemu dalam satu semangat.
Lebih dari Hiburan: Sepak Bola sebagai Perekat Persaudaraan
Dalam sambutannya, Bupati Barito Timur, M. Yamin, memberikan apresiasi tinggi kepada panitia dan masyarakat Desa Mangkarap yang konsisten menggelar turnamen hingga tahun ke-14.
Menurutnya, Mangkarap Cup bukan hanya tontonan olahraga, tapi juga:
Wadah memperkuat persaudaraan
Ajang menumbuhkan semangat sportivitas
Ruang kebersamaan bagi warga dari berbagai latar belakang

Ia menekankan bahwa lewat kegiatan seperti ini, masyarakat bisa merasakan suasana penuh kegembiraan dan keakraban. Olahraga, terutama sepak bola, seharusnya menyatukan, bukan memecah belah.
Sportivitas di Atas Segalanya
Bupati Yamin juga menyoroti pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas di setiap pertandingan.
Pesan utamanya sederhana namun tegas:
Hormati aturan permainan
Jangan bermain curang
Jangan membahayakan lawan maupun rekan satu tim
Terima hasil pertandingan, karena menang atau kalah adalah hal biasa
Ia menegaskan bahwa yang lebih utama dari sekadar skor adalah sikap sportif dan cara pemain membawa diri di lapangan.
Target Lebih Jauh: Jadi Magnet Klub Antarprovinsi
Tak berhenti di level lokal, ada harapan besar yang ingin diwujudkan lewat turnamen ini.
Bupati Yamin menyampaikan bahwa ia ingin Mangkarap Cup menjadi magnet bagi klub-klub dari berbagai daerah, terutama dari:
Wilayah Kalimantan Tengah
Provinsi lain di luar daerah
Dengan semakin banyaknya klub yang ikut ambil bagian, peluang untuk melahirkan bibit pesepak bola berbakat dari Barito Timur akan makin besar. Harapannya, mereka bisa berprestasi di level yang lebih tinggi, bahkan mungkin menembus kompetisi profesional.
Fasilitas Lapangan Disiapkan untuk Turnamen Lebih Besar
Untuk mengejar ambisi tersebut, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah pendukung.
Bupati Yamin mengungkapkan rencana untuk mengembangkan fasilitas lapangan di Desa Mangkarap agar lebih layak menjadi tuan rumah turnamen berskala lebih besar.
Namun, ia menegaskan bahwa pembangunan sepak bola tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah.
Ia mendorong adanya:
Swadaya masyarakat
Dukungan dari pemerintah desa
Kebersamaan dalam merawat fasilitas yang ada
Dengan cara itu, lapangan di Mangkarap bisa menjadi warisan berharga bagi generasi penerus, tempat di mana prestasi dan kebanggaan terus ditorehkan.
Ajakan Menjaga Ketertiban dan Menikmati Sepak Bola
Di penghujung sambutannya, Bupati Yamin mengajak seluruh pihak—mulai dari pemain, panitia, hingga penonton—untuk ikut menjaga ketertiban selama turnamen berlangsung.
Pesannya jelas:
Nikmati setiap pertandingan dengan penuh kegembiraan
Jaga suasana tetap aman dan kondusif
Utamakan semangat persaudaraan di atas rivalitas

Penutup: Mangkarap Cup, Bukan Sekadar Turnamen
Mangkarap Cup XIV memperlihatkan bahwa sepak bola di Barito Timur bukan hanya soal mengejar gol, tapi juga tentang:
Menyatukan masyarakat
Menghidupkan desa sebagai pusat aktivitas olahraga
Membangun mimpi lahirnya pemain-pemain hebat dari daerah
Jika konsistensi penyelenggaraan terus dijaga, didukung fasilitas yang makin baik, serta partisipasi klub-klub dari berbagai daerah, Mangkarap Cup punya peluang besar naik kelas menjadi turnamen bergengsi di tingkat regional bahkan antarprovinsi.
Dan siapa tahu, dari lapangan Desa Mangkarap inilah, kelak lahir bintang sepak bola yang namanya menggema di pentas nasional.






