Musim Hujan, Rumah Rapuh dan Gerak Cepat Pemkab
Di tengah musim penghujan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tancap gas mempercepat program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Bupati Sidoarjo, Subandi, turun langsung melakukan inspeksi bersama Baznas Sidoarjo dan Dinas Sosial Pemkab Sidoarjo ke tiga rumah warga miskin di Kecamatan Tarik dan Kecamatan Waru.
Ketiga rumah itu dinilai sudah berada pada kondisi darurat dan butuh penanganan cepat, apalagi dengan intensitas hujan yang terus meningkat beberapa pekan terakhir.
Tiga Rumah, Tiga Kisah Darurat RTLH
Tiga rumah yang disidak kali ini adalah milik:
Kardi, warga Kecamatan Tarik
Syofi’i, warga Kecamatan Tarik
Mahillan, warga Kecamatan Waru
Ketiganya hidup dalam kondisi bangunan yang sudah tidak aman untuk dihuni. Struktur rumah rapuh, atap bermasalah, hingga fasilitas dasar yang jauh dari kata layak.

Rumah Syofi’i: Dihantam Angin, Tinggal Menunggu Roboh
Di rumah Syofi’i di Kecamatan Tarik, Subandi menyaksikan langsung sisa kerusakan akibat sapuan angin puting beliung beberapa waktu lalu.
Atap rumah tampak berlubang, sebagian dinding retak, dan struktur bangunan mulai melemah.
Keadaan ini jelas berbahaya jika dibiarkan saat hujan deras terus mengguyur.
“Ini harus segera ditangani. Pemerintah daerah bersama Baznas akan melakukan renovasi secepatnya agar keluarga ini bisa tinggal dengan lebih aman dan nyaman,” ujar Subandi.

Rumah Kardi: Masuk Prioritas Renovasi
Rumah milik Kardi di Kecamatan Tarik juga tak kalah memprihatinkan.
Bangunan ini sudah tercatat sebagai penerima bantuan renovasi. Dinas Sosial menempatkan kondisi ekonomi keluarga Kardi sebagai kategori yang memerlukan prioritas penanganan.
Dengan kondisi rumah yang tak layak dan situasi keuangan yang serba terbatas, bantuan renovasi ini bukan sekadar program, tapi jalan penting untuk menyelamatkan kualitas hidup mereka.
Rumah Mahillan: Atap Melengkung, Kamar Mandi Tak Layak
Rumah Mahillan di Kecamatan Waru juga berada dalam status darurat.
Bagian atap sudah melengkung dan mulai roboh. Sementara itu, fasilitas kamar mandi berada dalam kondisi yang tidak layak digunakan.
Kondisi ini membuat keluarga sangat rentan terhadap bahaya fisik dan risiko kesehatan.
“Bantuan renovasi untuk rumah Bu Mahillan juga akan kita percepat dalam minggu ini. Atap sudah mulai roboh dan ini bahaya kalau dibiarkan saat hujan deras,” tegas Subandi.

Perjuangan Mahillan dan Rasa Syukur Seorang Ibu
Saat ini, Mahillan hidup bersama nenek dan tiga putrinya. Salah satu putrinya mengalami gangguan mental, yang tentu menambah beban kehidupan sehari-hari.
Di tengah kondisi rumah yang tak layak, perhatian pemerintah daerah menjadi harapan besar bagi keluarga ini.
Mahillan mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang akan diterimanya.
“Saya berterima kasih sekali kepada Bupati Sidoarjo karena peduli dengan nasib keluarga kami. Semoga, setiap kebaikan dan bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah yang dibalas Allah SWT,” tutur Mahillan dengan mata berkaca-kaca.

Target Pemerintah: Rumah Aman, Sehat, dan Layak Huni
Pemerintah Daerah Sidoarjo menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah membuat warga penerima manfaat bisa segera tinggal di rumah yang lebih aman, sehat, dan layak huni.
Untuk mempercepat proses tersebut, Bupati Subandi menekankan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar segera menuntaskan renovasi untuk rumah warga miskin yang kondisinya sudah mengkhawatirkan.
Fokus utama: percepatan renovasi RTLH
Sasaran: warga miskin dengan kondisi rumah darurat
Dukungan: sinergi Pemkab, Baznas, dan Dinas Sosial
Dengan gerak cepat ini, harapannya tak ada lagi keluarga yang harus melewati musim hujan dengan rasa cemas setiap kali melihat langit menggelap dan atap rumah mereka nyaris tak mampu lagi melindungi dari derasnya hujan.






