KuybeliKuybeli

Museum of Speaking Skin: Pameran Seni yang Bikin Perempuan Makin Sayang Kulitnya

Museum of Speaking Skin: Pameran Seni yang Bikin Perempuan Makin Sayang Kulitnya
Minat|Perawatan Kulit Berminyak

Kulit Bukan Cuma Tampilan, Tapi Cerita Hidup

Museum of Speaking Skin bukan sekadar ajang pamer inovasi produk. Ruang ini diciptakan sebagai pengalaman puitis untuk mengajak perempuan berhenti sejenak, lalu benar-benar mendengarkan cerita yang selama ini disimpan kulit mereka sendiri.

Lactacyd menghadirkan Museum of Speaking Skin sebagai ruang ekspresif dan reflektif, tempat perempuan bisa merayakan perjalanan merawat diri dan kulit mereka.

Dalam pameran yang berlangsung tiga hari di Atrium Bintaro Jaya Xchange Mall 2, sebanyak 10 ilustrator dan seniman perempuan Indonesia memamerkan 17 karya seni. Setiap karya menggambarkan kulit sebagai medium ekspresi, identitas, dan perjalanan batin perempuan.

Para seniman yang terlibat datang dari lintas latar belakang, mulai dari dunia medis hingga ilustrasi dan seni visual. Kolaborasi ini mengawinkan sains, seni, dan makna mendalam di balik ritual merawat diri yang sering dianggap sepele, padahal sarat pengalaman emosional.

Merayakan Perjalanan Merawat Kulit Perempuan Indonesia

Country Head Opella Healthcare Indonesia, Quang Long Tran, menegaskan bahwa pameran ini menjadi simbol perayaan lahirnya berbagai inovasi terbaru dari Lactacyd. Mulai dari tampilan kemasan baru yang lebih elegan, produk body wash, hingga formula Lactobiome+.

Inovasi tersebut menandai langkah Lactacyd untuk memperluas fokus dari perawatan area tertentu menjadi perawatan kulit yang lebih menyeluruh.

Menurutnya, kulit tidak hanya soal penampilan, tetapi juga tentang cerita, perjalanan, dan pengalaman yang melekat di setiap lapisannya. Museum of Speaking Skin dirancang sebagai pengingat bahwa kulit kerap “berbicara” lewat perubahan, sensasi, dan kondisi yang kita rasakan sehari-hari.

Pameran bertema “Skin Speaks, We Listen” ini memadukan sains, seni, dan pengalaman multisensori. Tujuannya adalah menyoroti hubungan emosional perempuan dengan kulit mereka, dari rasa tidak percaya diri hingga akhirnya mampu berdamai dan merayakan perubahan.

Melalui pameran ini, Lactacyd ingin memberikan ruang untuk merayakan perjalanan dalam perawatan kulit, khususnya bagi perempuan Indonesia. Di saat yang sama, mereka memperkenalkan inovasi yang dirancang untuk menemani perempuan di setiap tahap kehidupan mereka.

Lactobiome+: Saat Sains Bertemu Kelembutan Kulit

Dalam area Museum of Speaking Skin, pengunjung dapat mengenal lebih dekat inovasi Lactobiome+. Formula ini merupakan perpaduan antara Organic Lactic Acid dan Natural Lactoserum yang selaras dengan skin microbiome.

Perpaduan tersebut dikembangkan untuk membantu menjaga pH alami kulit tetap seimbang sekaligus memperkuat skin barrier agar kulit lebih sehat, terlindungi, dan nyaman.

Medical Lead Opella Healthcare Indonesia, dr. Fatimah Pitaloca, menjelaskan bahwa Lactacyd telah lama menjadi bagian dari keseharian perempuan Indonesia. Kini, mereka ingin melangkah lebih jauh dengan menghadirkan tampilan baru dan formula Lactobiome+.

Tujuannya bukan hanya menjaga kesehatan kulit, tetapi juga mendukung rasa percaya diri perempuan di setiap fase hidup mereka, mulai dari bayi hingga usia lanjut. Setiap individu, menurutnya, berhak merawat dan merasakan kulit terbaik versi mereka sendiri.

Aktivitas Seru di Museum of Speaking Skin

Museum of Speaking Skin tidak hanya memanjakan mata lewat karya seni, tetapi juga menyuguhkan berbagai aktivitas menarik yang membuat pengalaman pengunjung lebih berkesan.

Beberapa aktivitas yang bisa dinikmati antara lain:

  • Area Lactacyd Store dengan pilihan merchandise eksklusif.

  • Promo spesial yang hanya tersedia selama pameran.

  • Undian berhadiah untuk pengunjung.

  • Fasilitas skin check gratis untuk mengenali kondisi kulit lebih dalam.

  • Area bermain dan berkarya yang ramah anak, sehingga perempuan bisa menikmati pameran sambil mengajak keluarga.

Melalui rangkaian aktivitas ini, Museum of Speaking Skin bukan hanya menjadi pameran, tetapi juga ruang edukasi dan pengalaman interaktif seputar perawatan kulit.

Merayakan Inovasi Body Wash untuk Kulit dan Area Feminin

Pameran ini juga menjadi momentum penting bagi peluncuran Lactacyd Body Wash, inovasi terbaru yang dirancang untuk merawat area feminin sekaligus kulit tubuh.

Pengunjung berkesempatan mencoba dua varian utama:

  • Healthy Bright dengan kandungan Brightening Actipone Complex dan Niacinamide, serta aroma mewah perpaduan Pear, Peony, dan Sandalwood. Varian ini diklaim membantu mencerahkan kulit dalam waktu singkat, sehingga kulit tampak lebih cerah dan terawat.

  • Ever Fresh dengan kombinasi 7 Herbal Extracts dan Freshness Technology yang memberikan sensasi segar hingga 24 jam. Varian ini hadir dalam pilihan aroma Berry, Apple, dan Freesia untuk pengalaman mandi yang menyegarkan.

Brand Manager Lactacyd Indonesia, Eka Puteri Widiyaningsih, menjelaskan bahwa melalui Lactacyd Body Wash, mereka ingin membawa kelembutan khas Lactacyd dan sentuhan sains ke level berikutnya. Tujuannya adalah membuat setiap sesi mandi menjadi momen perawatan kulit yang lembut, mindful, dan bermakna.

Merawat Kulit: Dari Penampilan ke Rasa Nyaman

Dalam pandangan Eka, merawat kulit bukan hanya urusan penampilan luar semata. Lebih jauh dari itu, perawatan kulit berkaitan erat dengan bagaimana tubuh merasa nyaman dan percaya diri.

Museum of Speaking Skin dihadirkan untuk mengajak perempuan merayakan setiap bab dalam perjalanan merawat kulit mereka — baik untuk diri sendiri maupun untuk si kecil yang mereka cintai.

Pesan yang ingin ditekankan sederhana namun kuat: tujuan merawat kulit bukan hanya untuk terlihat cantik, tetapi juga agar kulit tetap sehat dan kuat dari dalam.

Pada akhirnya, Museum of Speaking Skin menjadi pengingat manis bahwa di balik setiap produk, ritual mandi, hingga rutinitas perawatan kulit harian, selalu ada cerita perempuan yang sedang belajar mencintai dirinya pelan-pelan, dimulai dari kulitnya.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!