Undana Jadi Pusat Keramaian di Pameran HUT RI ke-80
Pameran Pembangunan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi ditutup pada 23 Agustus 2025. Penutupan yang digelar di halaman depan Hotel Harper Kupang berlangsung meriah dan menyedot ribuan pengunjung.
Di tengah hiruk pikuk acara, booth Universitas Nusa Cendana (Undana) menjelma jadi salah satu titik terpadat. Ratusan pengunjung silih berganti mampir untuk melihat langsung berbagai inovasi yang lahir dari tangan mahasiswa dan dosen.
Panggung Kreativitas Semua Fakultas
Keterlibatan Undana dalam pameran ini tampil mencolok berkat ragam karya dari berbagai fakultas. Mulai dari produk kuliner, kerajinan tangan, sampai karya seni, semuanya disusun rapi dan memikat perhatian.
Menurut pimpinan kampus yang hadir dalam acara penutupan, keikutsertaan Undana bukan sekadar formalitas. Pameran ini diposisikan sebagai strategi mengenalkan potensi kampus sekaligus memberi ruang nyata bagi mahasiswa untuk memamerkan karya terbaik mereka kepada publik.

Booth Undana: Pameran Sekaligus Ruang Konsultasi Pendidikan
Booth Undana tidak hanya berfungsi sebagai tempat display produk. Di sana, pengunjung juga menjadikannya sebagai pusat informasi pendidikan.
Mahasiswa dan tenaga kependidikan bertugas secara bergantian, menjelaskan:
Profil setiap fakultas
Ragam program studi yang tersedia
Program unggulan kampus
Gambaran prospek karier bagi lulusan
Kombinasi antara pameran produk dan konsultasi pendidikan membuat booth Undana menjadi destinasi edukatif yang ramai didatangi calon mahasiswa dan masyarakat umum yang ingin mengenal lebih dekat dunia pendidikan tinggi.
Kaos Oblong Kasual dengan Sentuhan Tenun NTT, Favorit Pengunjung
Di antara deretan produk yang dipamerkan, salah satu yang paling menyita perhatian datang dari kolaborasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Mereka menampilkan kaos oblong kasual yang dipercantik dengan aplikasi kain perca dan tenun khas NTT.
Perpaduan busana kasual dengan elemen budaya lokal ini langsung mencuri hati pengunjung. Desainnya sederhana namun berkarakter, membuat kaos-kaos tersebut laris manis hingga banyak yang kehabisan stok. Karya ini menunjukkan bahwa mode kasual bisa tampil beda tanpa meninggalkan identitas daerah.

Aksesoris Rajutan Simpel, tapi Bikin Jatuh Hati
Dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), khususnya Program Studi PPKn, lahir deretan aksesoris rajutan yang tak kalah memikat. Produk yang dipamerkan antara lain:
Bandana rajut
Jepit rambut rajut
Ikat rambut rajut
Meski bentuknya sederhana, desain yang unik dan bernilai estetika membuat aksesoris ini jadi incaran banyak pengunjung. Sentuhan handmade memberi nilai tambah sekaligus menunjukkan bahwa kreativitas bisa hadir dari hal-hal kecil yang dekat dengan keseharian.
FISIP Tampilkan Sisi Kreatif Lewat Poster Film Pendek
Kontribusi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) hadir dalam bentuk visual yang kuat. Mereka memamerkan poster-poster film pendek karya mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi.
Film-film tersebut sebelumnya telah berhasil menembus berbagai nominasi festival film pendek, baik di tingkat lokal maupun nasional. Poster yang dipajang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga:
Mengundang rasa penasaran pengunjung
Memantik diskusi tentang proses kreatif di balik layar
Menunjukkan bahwa tugas kuliah bisa berkembang menjadi karya yang inspiratif
Dengan begitu, pengunjung bisa melihat langsung bagaimana dunia akademik berkolaborasi dengan industri kreatif.
Inovasi Kuliner: Dari Putak, Lontar, hingga Pakcoy
Bagian kuliner menjadi salah satu sektor yang paling ramai diserbu. Hampir setiap fakultas membawa camilan hasil inovasi riset ilmiah, dengan karakter rasa dan bahan yang berbeda-beda.
Beberapa bahan lokal yang diolah menjadi sajian menarik antara lain:
Olahan kue tradisional berbahan dasar putak
Produk kuliner berbasis lontar
Camilan modern dengan cita rasa lokal dari sayur pakcoy
Keragaman rasa dan bentuk ini bukan hanya memanjakan lidah, tetapi juga memperkenalkan potensi bahan lokal yang diolah kreatif oleh mahasiswa dan dosen dari beragam disiplin ilmu.

Produk Ludes, Potensi Usaha Kreatif Terbuka Lebar
Antusiasme pengunjung terlihat jelas dari ramainya aktivitas jual beli di stan Undana. Produk-produk yang dipamerkan—mulai dari fesyen, aksesoris, hingga camilan—banyak yang terjual habis.
Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa karya mahasiswa tidak berhenti sebagai tugas kampus semata. Inovasi yang ditampilkan punya peluang besar untuk dikembangkan menjadi usaha kreatif berkelanjutan, baik dalam bentuk brand fesyen kasual beridentitas lokal, maupun bisnis kuliner berbasis riset.
Penutupan Pameran dan Makna Kolaborasi
Penutupan pameran diwarnai dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba, sesi ramah tamah, dan doa bersama. Hingga acara berakhir, booth Undana masih tetap ramai disinggahi pengunjung.
Situasi ini menggambarkan sinergi kuat antara kampus, pemerintah, dan masyarakat. Pameran menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi dapat berperan langsung sebagai motor penggerak kreativitas dan inovasi di daerah.

Undana dan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Lokal
Secara keseluruhan, kehadiran Undana dalam Pameran Pembangunan HUT RI ke-80 bukan hanya sekadar ikut meramaikan acara. Lebih dari itu, partisipasi ini meninggalkan pesan penting tentang peran perguruan tinggi dalam pengembangan ekonomi kreatif yang bertumpu pada budaya lokal.
Dari kaos kasual berornamen tenun, aksesoris rajutan, hingga camilan berbahan lokal, Undana menunjukkan bahwa:
Kampus mampu melahirkan lulusan berkualitas sekaligus kreator produk unggulan
Karya inovatif bisa diserap pasar dan punya nilai ekonomi nyata
Identitas lokal dapat diangkat dengan cara modern dan menarik generasi muda
Dengan karya yang tidak sekadar dipamerkan tetapi juga laris di pasaran, Undana menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui jalur kreatif dan inovatif.






