KuybeliKuybeli

Dari Bahasa Inggris sampai World Cleanup Day: Serangkaian Aksi Keren yang Bikin Sekolah Makin Bersih, Keren, dan Percaya Diri

Dari Bahasa Inggris sampai World Cleanup Day: Serangkaian Aksi Keren yang Bikin Sekolah Makin Bersih, Keren, dan Percaya Diri
Minat|Tips Kebersihan

Kamis Inspirasi: Belajar Bahasa Inggris Langsung dengan Traveler Belanda

Suasana SMA Negeri 1 Kejobong di hari Kamis terasa berbeda. Program rutin Kamis Inspirasi kali ini menghadirkan tamu spesial: seorang traveler asal Belanda bernama Mr. Gjjs Franssen yang sedang menjelajahi Indonesia selama tujuh bulan.

Di hadapan para siswa, Kepala Sekolah Bapak Bambang Yuniarto, S.Pd., M.M. membuka acara dengan pesan penting tentang peran bahasa asing di era global. Menurut beliau, menguasai bahasa Inggris bukan hanya untuk nilai rapor, tapi menjadi bekal nyata menghadapi persaingan global dan dunia kerja.

Setelah sambutan, suasana makin semarak. Siswa-siswi ekstrakurikuler tari menampilkan tarian tradisional “Dawet Ayu Banjarnegara”, disusul pembacaan puisi berbahasa Inggris yang membuat atmosfer sekolah terasa semakin internasional.

Tips Praktis Belajar Bahasa Inggris dari Mr. Gjjs

Bagian yang paling ditunggu akhirnya dimulai: diskusi interaktif bersama Mr. Gjjs. Dipandu dua siswa English Club, sesi ini berlangsung santai, seru, dan penuh tanya jawab.

Dalam sesi tersebut, Mr. Gjjs membagikan beberapa cara sederhana namun efektif untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Menurutnya, langkah awal adalah menguasai kosakata dasar terlebih dahulu, lalu bertahap naik ke level yang lebih sulit.

Ia juga mendorong siswa untuk:

  • Memanfaatkan media sosial sebagai sarana belajar yang menyenangkan.

  • Berani berbicara dalam bahasa Inggris tanpa takut salah.

Interaksi tidak hanya datang dari siswa. Beberapa guru juga aktif berdiskusi, menggali metode pengajaran dan berbagi pandangan tentang bahasa dan budaya. Kegiatan ini pun menjadi wadah belajar bersama, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi para pendidik.

Saat ada siswa yang menanyakan cara gampang menghafal kosakata, Mr. Gjjs memberikan kunci yang sederhana namun kuat: ulang dan gunakan kata-kata itu dalam aktivitas sehari-hari. Semakin sering dipakai, semakin kuat melekat dalam ingatan.

Dari Bahasa Inggris sampai World Cleanup Day: Serangkaian Aksi Keren yang Bikin Sekolah Makin Bersih, Keren, dan Percaya Diri

Sesi ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Salah satunya, Yuan dari kelas X C, mengaku jadi lebih percaya diri karena bisa ngobrol langsung dengan orang luar negeri. Pengalaman tersebut memotivasinya untuk belajar bahasa Inggris dengan lebih tekun.

Acara ditutup dengan pemberian cinderamata berupa lukisan potret karya siswa untuk Mr. Gjjs. Sang tamu tampak sangat senang dan berterima kasih atas sambutan hangat dari seluruh warga sekolah.

Pengalaman Kamis Inspirasi ini bukan sekadar acara sekali lewat. Pesannya jelas: jangan ragu untuk terus belajar dan mempraktikkan bahasa Inggris setiap hari, karena penguasaan bahasa asing bisa membuka banyak peluang dan mimpi besar di masa depan.

Dari Bahasa Inggris sampai World Cleanup Day: Serangkaian Aksi Keren yang Bikin Sekolah Makin Bersih, Keren, dan Percaya Diri

World Cleanup Day: Bersih-Bersih Sekolah, Bersih-Bersih Kebiasaan

Jumat, 19 September 2025, seluruh warga SMA Negeri 1 Kejobong bergerak bersama dalam peringatan World Cleanup Day. Bukan sekadar kegiatan bersih-bersih rutin, tetapi sebuah gerakan kolektif untuk membangun lingkungan yang lebih sehat dan tertib.

Kegiatan ini menjadi pesan kuat bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil di sekitar kita.

Dari Bahasa Inggris sampai World Cleanup Day: Serangkaian Aksi Keren yang Bikin Sekolah Makin Bersih, Keren, dan Percaya Diri

Komitmen Kebersihan dari Pimpinan Sekolah

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Bapak Bambang Yuniarti, S.Pd., M.M. menegaskan bahwa kebersihan mencerminkan karakter dan rasa tanggung jawab. Menurut beliau, menjaga lingkungan bersih bukan hanya kewajiban, tapi bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Beliau juga mengajak semua pihak—siswa, guru, maupun staf—untuk terus mencari cara kreatif menangani sampah, sekaligus menjadikan sekolah sebagai pusat inovasi lingkungan.

Kolaborasi Tiap Kelas: Semua Punya Tanggung Jawab

Agar kegiatan berjalan efektif, area sekolah dibagi ke dalam beberapa zona kerja. Setiap kelas memiliki tanggung jawab berbeda, seperti:

  • Membersihkan ruang kelas.

  • Merapikan dan menjaga kebersihan taman sekolah.

  • Memungut sampah dan merapikan lingkungan sekitar sekolah.

  • Menata dan membersihkan area kantin.

Pembagian tugas ini bukan hanya soal teknis. Siswa dilatih untuk bekerja sama, peduli, dan merasa memiliki lingkungan sekolahnya sendiri.

Dari Bahasa Inggris sampai World Cleanup Day: Serangkaian Aksi Keren yang Bikin Sekolah Makin Bersih, Keren, dan Percaya Diri

Gaya Hidup Zero Waste di Sekolah

Hal yang membuat SMA Negeri 1 Kejobong semakin istimewa adalah komitmennya untuk menerapkan konsep zero waste dalam keseharian, bukan hanya saat peringatan hari tertentu.

Beberapa langkah nyata yang diterapkan antara lain:

  • Membawa kantong kain atau kantong pribadi untuk menampung sampah.

  • Menggunakan tumbler atau botol minum isi ulang.

  • Membawa kotak makan sendiri untuk mengurangi kemasan sekali pakai.

Dukungan juga datang dari pengelola kantin sekolah yang berusaha mengurangi penggunaan wadah plastik sekali pakai dan beralih ke pilihan yang lebih ramah lingkungan.

Melalui aksi-aksi sederhana ini, siswa tidak hanya belajar menjaga kebersihan sekolah, tetapi juga diajak membangun kebiasaan baru yang lebih bertanggung jawab terhadap bumi.

Penutup: Kebersihan sebagai Inspirasi

Inisiatif SMA Negeri 1 Kejobong dalam merayakan World Cleanup Day menunjukkan peran penting sekolah sebagai motor perubahan. Dengan budaya zero waste dan aksi bersih-bersih yang konsisten, sekolah ini tidak hanya merapikan lingkungan, tetapi juga membentuk karakter generasi peduli lingkungan.

Kalimat yang menguatkan seluruh rangkaian kegiatan ini: “Menjadikan lingkungan kita bersih bukan hanya tugas, melainkan inspirasi.”

HUT ke-80: Lomba Seru yang Tetap Menjaga Semangat Positif

Pada 14–15 Agustus 2025, SMA Negeri 1 Kejobong merayakan HUT ke-80 dengan berbagai lomba kreatif dan tradisional. Selama dua hari, suasana sekolah dipenuhi sorak, tawa, dan semangat sportivitas.

Kegiatan dipusatkan di dua lokasi: lapangan sekolah untuk berbagai lomba tradisional, dan aula sekolah yang menjadi arena utama kompetisi 17 Brain War.

Dari Bahasa Inggris sampai World Cleanup Day: Serangkaian Aksi Keren yang Bikin Sekolah Makin Bersih, Keren, dan Percaya Diri

Ragam Lomba yang Penuh Tantangan

Beberapa lomba yang digelar di antaranya:

  1. 17 Brain War (Aula SMA Negeri 1 Kejobong)
    Lomba ini menguji kecerdasan, wawasan kebangsaan, dan kemampuan logika. Aula penuh oleh siswa dan guru yang antusias menyaksikan jalannya pertandingan. Final antara kelas IPA dan IPS berlangsung sengit, dengan sorakan yel-yel yang menggema.

  2. Baling Selipah / Petak Sendal (Lapangan)
    Lomba tradisional yang menuntut ketepatan dan strategi. Peserta melempar sandal untuk merobohkan tumpukan benda, sementara tim lawan berusaha menyusunnya kembali sambil menghindari lemparan.

  3. All in One Games (Lapangan)
    Rangkaian mini games seperti estafet, tebak kata, hingga mengoper bola dengan cup plastik. Kekompakan dan koordinasi tim menjadi kunci kemenangan.

  4. Kedut Ceting (Lapangan)
    Peserta harus memindahkan benda kecil tanpa bantuan tangan, hanya dengan gerakan tubuh. Aksi-aksi mereka mengundang tawa penonton.

  5. Baju Balon (Lapangan)
    Peserta menggunakan baju khusus sambil menjaga balon agar tidak jatuh. Momen-momen ketika balon hampir menyentuh tanah namun berhasil diselamatkan menjadi bagian paling seru.

  6. Egrang (Lapangan)
    Lomba tradisional dengan bambu yang menguji keberanian dan keseimbangan. Meski banyak peserta terjatuh sebelum garis finis, sorakan dukungan membuat mereka terus mencoba lagi.

Dari Bahasa Inggris sampai World Cleanup Day: Serangkaian Aksi Keren yang Bikin Sekolah Makin Bersih, Keren, dan Percaya Diri

Dari semua lomba, 17 Brain War menjadi acara yang paling dinantikan. Final antara IPA dan IPS berlangsung dramatis dan meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang menyaksikan.

Kepala SMA Negeri 1 Kejobong, Bapak Bambang Yuniarto, S.Pd., M.M., menekankan bahwa lomba-lomba ini bukan hanya hiburan. Melalui kompetisi, siswa belajar sportivitas, kerja sama, dan semangat juang, sekaligus mempererat rasa bangga terhadap sekolah.

Perayaan HUT ke-80 ditutup dengan suasana penuh suka cita. Kombinasi keriuhan di lapangan dan ketegangan di aula menjadikan momen ini sulit dilupakan.

GASS 2025: Panggung Ekstrakurikuler yang Penuh Aksi

SMA Negeri 1 Kejobong juga menggelar acara tahunan GASS 2025 (Gema Aksi OSIS SMANKE) pada 18–19 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi ajang unjuk gigi seluruh ekstrakurikuler, sekaligus sarana pengenalan organisasi kepada siswa baru.

Dari Bahasa Inggris sampai World Cleanup Day: Serangkaian Aksi Keren yang Bikin Sekolah Makin Bersih, Keren, dan Percaya Diri

Berbagai unit kegiatan siswa tampil bergantian, antara lain:

  • PMR

  • KIR

  • Pecinta Alam

  • Ekstra Gitar

  • Paskibra

  • Merpati Putih

  • Berbagai kegiatan seni dan olahraga lainnya

Setiap penampilan dikemas atraktif dan edukatif, mencerminkan semangat berprestasi dan kekompakan anggota.

Ketua OSIS, Dian Risky Agustin, menegaskan bahwa GASS bukan hanya acara tahunan biasa. Gema Aksi ini menjadi panggung terbuka bagi semua ekstrakurikuler untuk menunjukkan karya, sekaligus mengajak adik-adik kelas bergabung dan berkembang bersama.

Dari Bahasa Inggris sampai World Cleanup Day: Serangkaian Aksi Keren yang Bikin Sekolah Makin Bersih, Keren, dan Percaya Diri

Beberapa penampilan yang mencuri perhatian antara lain:

  • Aksi Merpati Putih dengan demonstrasi kekuatan fisik dan teknik pernapasan.

  • Formasi Paskibra yang rapi dan disiplin.

  • Simulasi penanganan korban oleh PMR secara terstruktur.

  • Presentasi inovasi dan riset ilmiah dari KIR.

Pertunjukan musik dari Ekstra Gitar dan drama bertema lingkungan oleh Pecinta Alam juga sukses menghidupkan suasana.

Lebih dari sekadar hiburan, GASS 2025 menjadi ajang pembelajaran bermakna. Solidaritas antarorganisasi menguat, siswa baru terinspirasi untuk aktif, dan budaya berorganisasi tumbuh sehat di lingkungan sekolah.

Dengan semangat “Aktif, Kreatif, dan Inspiratif”, GASS 2025 menunjukkan bahwa siswa SMA Negeri 1 Kejobong tidak hanya fokus akademik, tetapi juga aktif berkarya, berkolaborasi, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Dari Kamis Inspirasi hingga World Cleanup Day, dari lomba HUT hingga GASS 2025, seluruh rangkaian kegiatan ini menunjukkan satu hal penting: sekolah bisa menjadi tempat belajar bahasa, karakter, kebersihan, kepedulian lingkungan, dan kerja sama dalam satu paket lengkap.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!