Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Amanda Manopo Memilih Mengasuh Bayi, Bukan Pensiun

Amanda Manopo Memilih Mengasuh Bayi, Bukan Pensiun
Minat|Pengetahuan Parenting

Jeda untuk hadir di masa awal Zac

Jeda akting pascapersalinan adalah pilihan sementara seorang ibu untuk mengutamakan pemulihan dan kebersamaan dengan bayinya sebelum kembali bekerja. Bagi Amanda Manopo, keputusan itu berarti menolak jadwal syuting agar dapat menyaksikan langsung tumbuh kembang Zac, bukan menutup pintu bagi kariernya. Setelah dikaruniai anak pada Juni lalu, Amanda memilih beristirahat dari dunia akting, meski sudah menerima tawaran film dan sinetron. Dalam pertemuan di Jakarta pada Senin, 2 November 2026, ia menjelaskan bahwa hari-harinya kini lebih banyak diisi urusan rumah tangga dan anak. Pilihan ini layak dibaca sebagai penetapan prioritas pada masa yang tak bisa diulang begitu saja. Dalam parenting pascapersalinan, waktu bersama bayi bukan sekadar jeda dari pekerjaan: bagi Amanda, itu kesempatan menikmati tahap awal menjadi ibu dan mengikuti perkembangan Zac dari dekat.

Amanda Manopo Memilih Mengasuh Bayi, Bukan Pensiun

Beristirahat bukan berarti pensiun

Kabar bahwa Amanda akan pensiun setelah melahirkan tidak sesuai dengan penjelasannya sendiri. Ia membantah telah mengatakan berhenti dan menegaskan bahwa untuk saat ini fokusnya adalah anak. Tawaran pekerjaan masih datang, tetapi ia belum ingin kehilangan momen bersama Zac yang sedang bertumbuh. Perbedaan antara jeda dan pensiun penting: yang pertama memberi ruang untuk menentukan waktu kembali, sedangkan yang kedua menyiratkan keputusan meninggalkan profesi. Amanda belum menyatakan hal tersebut. Ia juga membuka kemungkinan kembali bekerja ketika sudah siap dan mendapat tawaran yang sesuai. Dengan demikian, keputusan ini bukan penolakan terhadap dunia hiburan, melainkan penyesuaian sementara terhadap kebutuhan keluarga dan kesiapan dirinya. Menyebutnya pensiun justru mengaburkan pilihan yang ia sampaikan: mengambil jeda sekarang, tanpa menutup masa depan sebagai aktris.

Kepercayaan diri dan waktu untuk pulih

Pertimbangan Amanda bukan hanya soal waktu mengasuh. Ia mengaku kurang percaya diri untuk kembali tampil di depan kamera karena berat badannya naik cukup banyak selama hamil. Ia ingin menunggu sampai berat badannya kembali normal sebelum mulai berakting lagi. Pengakuan ini menunjukkan sisi lain dari ibu dan karier: kembali bekerja setelah melahirkan dapat melibatkan kesiapan pribadi, bukan semata-mata ketersediaan proyek. Namun, penantiannya tidak perlu dibaca sebagai syarat yang berlaku bagi semua ibu. Amanda menyampaikan kondisi dan pilihannya sendiri, termasuk keinginan untuk memulihkan tubuh sebelum menerima tawaran akting. Sikap yang paling masuk akal adalah memberinya ruang untuk menentukan ritme sendiri, tanpa mengubah jeda itu menjadi tekanan untuk segera kembali atau penilaian atas penampilannya.

Karier tetap terbuka, tetapi waktunya ditentukan Amanda

Untuk saat ini, Amanda memilih keluarga dan kesempatan menyaksikan tumbuh kembang bayi secara langsung. Ia tidak menyatakan tanggal pasti untuk kembali, dan belum ada alasan untuk menebak kapan syuting akan dimulai lagi. Yang jelas, pintu kariernya tetap terbuka: ia akan bekerja ketika merasa siap dan ada tawaran yang sesuai. Pilihan itu patut dihormati sebagai keputusan pribadi, bukan dijadikan drama pensiun. Perbincangan tentang ibu dan karier kerap menempatkan keduanya seolah harus saling mengalahkan; kisah Amanda menunjukkan bahwa jeda bisa menjadi cara mengatur ulang prioritas untuk sementara. Kesimpulannya, Amanda Manopo tidak meninggalkan dunia akting. Ia sedang memilih hadir bagi Zac, mengurus pemulihan dan kepercayaan dirinya, lalu kembali bekerja pada waktunya sendiri.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!