Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Salt Bread hingga Pickle: Bagaimana Makanan Viral Mengubah Cara Kita Makan

Dari Salt Bread hingga Pickle: Bagaimana Makanan Viral Mengubah Cara Kita Makan
Minat|Memasak

Fenomena Makanan Viral: Dari FYP ke Meja Makan

Fenomena tren kuliner viral adalah gelombang popularitas makanan sederhana yang meledak di media sosial, lalu mengalir ke dunia nyata sebagai gaya hidup baru: ia dimulai dari video singkat di TikTok atau Instagram, diperkuat ulasan kreator konten, memicu antrean di gerai fisik, menginspirasi kreasi ulang di dapur rumahan, dan pada akhirnya mengubah cara orang memilih, mengonsumsi, serta memaknai makanan keseharian mereka. Fenomena ini tidak netral; ia mengajarkan bahwa algoritma bisa menentukan apa yang kita makan, kapan kita makan, dan bagaimana kita membicarakannya. Dalam konteks tren kuliner viral, makanan bukan lagi sekadar jawaban atas rasa lapar, melainkan konten, identitas, dan pengalaman sosial yang ingin dibagikan.

Salt Bread TikTok: Roti Gurih yang Naik Tahta

Salt bread adalah contoh paling jelas bagaimana roti yang tampaknya biasa bisa naik tahta menjadi ikon tren kuliner viral. Roti berbentuk kerucut menyerupai bulan sabit ini mendadak menguasai lini masa, dari TikTok hingga Instagram, dan memicu antrean panjang di berbagai gerai bakery kota besar karena sensasi rasa dan teksturnya yang unik. Berakar dari shio pan asal Jepang dan dipopulerkan kembali sebagai sogeum ppang di Korea Selatan, kekuatan salt bread terletak pada kesederhanaan bahan: butter berkualitas tinggi di dalam adonan dan taburan sea salt di bagian atas. Saat dipanggang, mentega yang melumer menggoreng bagian dasar roti hingga garing sementara bagian tengahnya tetap empuk, menghadirkan kontras tekstur yang jarang kita temukan pada roti harian. Dalam ulasan resep, Chef Luvita Ho menegaskan, "Bagian luarnya garing renyah, tapi bagian dalamnya itu sangat lembut dan wangi menteganya berasa banget". Tidak mengherankan jika pecinta rasa gurih menganggap salt bread sebagai pelarian dari dominasi camilan manis dan menjadikannya teman minum kopi di waktu santai.

Dari Salt Bread hingga Pickle: Bagaimana Makanan Viral Mengubah Cara Kita Makan

Pickle Trend Makanan: Dari Acar Pelengkap ke Bintang Konten

Jika salt bread mewakili tren gurih-asin yang lembut, pickle adalah sisi lain: asam-gurih yang berani dan penuh eksperimen. Memasuki September 2026, tren makanan bercita rasa asam dan gurih ini semakin ramai dan membuat pickle tidak lagi sekadar pelengkap makanan. Bayangkan acar mentimun yang dahulu hanya menumpang di burger, kini menjadi rasa utama keripik, minuman, saus, hingga kreasi yang sebelumnya tidak terpikirkan. KFC Australia bahkan meluncurkan menu bertema pickle selama empat minggu, menghadirkan Pickle Burger, Frickles (acar digoreng), Pickle Loaded Chips, dan minuman paling kontroversial: Pickle Pepsi yang memadukan Pepsi Max dengan pickle serta air rendamannya. Kombinasi pickle dengan minuman bersoda terdengar aneh, dan di situlah daya tariknya. Keanehan melahirkan rasa ingin tahu, percobaan, dan konten. Dalam beberapa tahun terakhir, pickle menjelma menjadi camilan dan bahan kreasi: dari pickle lemonade, pickle slushie, freeze-dried pickles, pickle yang dibalut permen atau saus pedas, hingga aneka makanan ringan rasa dill pickle yang mendominasi timeline pencinta kuliner. Time Out bahkan menyebut obsesi terhadap pickle di Amerika belum menunjukkan tanda mereda.

Media Sosial sebagai Dapur Kolektif dan Mesin Bisnis

Salt bread TikTok dan pickle trend makanan sama-sama menunjukkan bahwa media sosial kini berfungsi sebagai dapur kolektif yang menguji, menilai, dan mengesahkan makanan viral. Popularitas salt bread tidak lepas dari ulasan para food influencer dan kreator konten ternama; begitu video review dan resep berseliweran, permintaan melonjak dan resepnya segera direplikasi di rumah. Sementara itu, kreasi pickle yang ekstrem—dari minuman asam hingga camilan beku—menyebar cepat karena bentuk dan rasanya yang tidak biasa layak dijadikan konten; orang bukan hanya ingin memakannya, tetapi juga merekam reaksi mereka. Perkembangan media sosial membuat kreasi-kreasi tersebut mudah menyebar dan mendorong orang lain untuk ikut mencoba, mengubah preferensi rasa dan mendorong bisnis makanan bereksperimen. Banyak warganet memuji salt bread sebagai hidangan penyeimbang yang menyegarkan di tengah gempuran camilan manis, sementara penggemar pickle menikmati sensasi asam yang kuat sebagai identitas rasa baru. Di balik itu semua, tren kuliner viral memperlihatkan betapa pangan yang sederhana dapat berkembang menjadi fenomena budaya yang luas, menguntungkan pelaku usaha yang gesit membaca sinyal algoritma.

Dampak pada Konsumen Lokal: Antara Euforia dan Kewaspadaan

Di tingkat konsumen lokal, tren makanan viral media sosial memberi dua dampak utama: perluasan selera dan kebutuhan akan kewaspadaan. Di satu sisi, salt bread dan pickle mengajak banyak orang keluar dari zona nyaman rasa manis, mengenal gurih-asin, asam, dan permainan tekstur yang lebih berani. Mereka yang dahulu memandang acar mentimun sebagai pelengkap, kini mempertimbangkannya sebagai camilan, bahan minuman, bahkan bumbu favorit. Di sisi lain, popularitas salt bread mengingatkan kita bahwa tidak semua yang sedang naik daun layak dikonsumsi tanpa batas. Tingginya penggunaan butter dan lemak dalam proses pembuatannya membuat konsumen perlu membatasi porsi harian agar tetap seimbang dan tidak terjebak euforia rasa sampai melupakan kesehatan. Hal serupa berlaku pada pickle: meski tren ini menarik, kebiasaan mengonsumsi makanan asam-gurih dalam jumlah besar berpotensi mengganggu keseimbangan pola makan. Pada akhirnya, tren kuliner viral sebaiknya disikapi seperti tren fashion: menyenangkan untuk diikuti, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan batas tubuh masing-masing.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

Related Products

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!