Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Soyeon dan Proses Kreatif di Balik Album Solo Penuh Pertama

Soyeon dan Proses Kreatif di Balik Album Solo Penuh Pertama
Minat|Penyanyi/Band Pop

Kembalinya Soyeon: Rangkuman Hidup dalam Delapan Lagu

Album penuh solo pertama Soyeon, “What a Wonderful Life”, adalah proyek musik berisi delapan lagu lintas genre yang ia tulis dan komposisi sendiri, menjadi rangkuman reflektif tentang bagaimana ia memandang hidup yang luar biasa sekaligus realistis sebagai seorang musisi yang kembali sebagai solois setelah jeda panjang, serta sebagai pekerja kreatif yang mempertanyakan kebahagiaan, stabilitas, dan makna kesuksesan. Kembalinya ia sebagai solois setelah lima tahun dua bulan bukan sekadar agenda karier, melainkan pernyataan sikap tentang cara ia ingin hidup dan berkarya ke depan. Pada 7 September, album penuh solo pertamanya, 끝내주는 인생 (What a Wonderful Life), resmi dirilis pukul 18.00 KST (16.00 WIB), menandai bab baru yang terasa lebih personal dan rentan dibandingkan karya-karya grupnya. Di balik rasa gugup dan tekanan, ia menegaskan satu harapan sederhana: album ini layak untuk dicintai karena dikerjakan dengan kesungguhan penuh.

Dari “TOMBOY” ke Album Penuh: Disiplin dan Keberanian Kreatif

Proses kreatif Soyeon tidak pernah ringan, dan “TOMBOY” adalah contoh paling jelas. Ia mengaku biasanya menghabiskan setidaknya satu bulan untuk sebuah lagu, tetapi “TOMBOY” menuntut hampir satu tahun hingga selesai. Kutipan ini layak dicatat: “Biasanya, saya habiskan waktu setidaknya satu bulan untuk sebuah lagu. Namun, untuk lagu ‘TOMBOY’ butuh waktu hampir satu tahun untuk selesai.” Rasa sayang mendalam terhadap lagu itu membuatnya bersedia bergulat panjang dengan ide, struktur, dan identitas musiknya. Di titik itulah disiplin kreatif yang ia bangun dalam grup memberi pijakan untuk langkah solo. Setelah melihat bagaimana usaha ekstrem bisa melahirkan sebuah lagu yang kuat, Soyeon “mulai berani mempersiapkan” album What a Wonderful Life pada September ini, menjadikan pengalaman bersama grup sebagai laboratorium sebelum mengambil risiko penuh atas namanya sendiri.

Soyeon dan Proses Kreatif di Balik Album Solo Penuh Pertama

“I’m Quitting My Job”: Lagu Resign yang Sebenarnya Mengajak Tinggal

Judul “I’m Quitting My Job” terdengar seperti deklarasi putus asa, tetapi Soyeon memakai tema resign untuk membicarakan sesuatu yang jauh lebih luas: keinginan untuk bahagia dalam hidup, apa pun bentuk pekerjaan yang dijalani. Ia menyebut liriknya realistis, berangkat dari pengalaman pekerja kantoran, namun tetap relevan bagi siapa saja yang merasa terjebak rutinitas. Ia berkata, “Masa depan yang stabil memang penting, tetapi saya ingin menyampaikan bahwa saya berharap kita bisa bahagia di momen yang sedang kita jalani sekarang.” Di sini, ia tidak mengglorifikasi tindakan resign, melainkan mengkritik obsesi pada stabilitas yang mengorbankan kebahagiaan hari ini. Pemilihan band sound dan narasi Kian84 mempertegas nuansa manusiawi dalam lagu, seolah kita sedang mendengar curhat orang dewasa yang memilih merayakan kekacauan hidup alih-alih memolesnya.

What a Wonderful Life: Identitas Solo yang Lebih Dewasa

What a Wonderful Life memuat delapan lagu yang melompat bebas antara rock, hyperpop, disco, dan band sound, dengan Soyeon mengambil alih penulisan lirik serta komposisi seluruh track. Secara artistik, pilihan ini adalah sikap: ia tidak bersembunyi di balik formulasi grup, tetapi mempertaruhkan selera pribadi dan perspektifnya sendiri. Keterlibatan penuh pada proses kreatif Soyeon menjadikan album ini tampak seperti buku harian musikal, bukan sekadar portofolio genre. Menariknya, ia menyebut Kian84 sebagai orang yang menjalani hidup paling romantis di antara yang ia kenal, sebab itu ia ingin sosok tersebut menjadi narator dalam title track. Romantisme yang dimaksud bukan soal kisah cinta, melainkan cara memandang hidup yang berantakan sebagai sesuatu yang layak dirayakan. Di titik ini, album pertama solo Soyeon terasa seperti pengakuan: hidup tidak harus sempurna untuk disebut “wonderful”.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!