Solo Member SEVENTEEN: Ketika Lirik Menjadi Jurnal Pribadi
Solo member SEVENTEEN adalah proyek musik individu para anggota yang menonjolkan lirik lagu SEVENTEEN dalam bentuk paling personal, karena setiap lagu dirancang sebagai cermin emosi, pengalaman, dan identitas artistik masing-masing member yang tidak selalu bisa muncul secara utuh dalam format grup yang padat dan kolektif. Di luar sorotan koreografi dan sinkronisasi khas grup, karya solo membuka ruang bagi kejujuran yang lebih telanjang: kerentanan, kegelisahan, dan harapan yang dituangkan langsung ke dalam kata-kata. Di sinilah lirik bukan sekadar pelengkap melodi, melainkan narasi yang memandu pendengar masuk ke dunia batin sang idol. Opini yang sering terabaikan adalah bahwa proyek solo ini bukan “bonus” untuk penggemar, melainkan bab penting dalam perjalanan kreatif SEVENTEEN sebagai keseluruhan ekosistem musikal.
Makna Lagu Boyfriend Hoshi: Cinta, Kegugupan, dan Luka yang Tak Terlihat
Hoshi merilis lagu solo Boyfriend saat ia tengah menjalani wajib militer dan setelah dikabarkan mengalami cedera anterior cruciate ligament (ACL) ketika latihan untuk penampilan militernya. Fakta ini mengubah cara kita membaca liriknya: di balik nuansa manis, ada tubuh yang sedang memulihkan diri dan hati yang tetap ingin mencintai. Boyfriend bercerita tentang seseorang yang mulai menyadari tumbuhnya perasaan istimewa terhadap orang yang disukainya, hingga sosok itu perlahan memenuhi pikirannya dan membuat keseharian terasa berbeda. Lirik seperti “Baby, your my sweetest ache” dan pengulangan “Wanna be your boyfriend” menegaskan paradoks: cinta sebagai rasa sakit yang manis, sekaligus kegugupan yang membuat kepala “neomu apa” dalam kata-kata Hoshi sendiri. Lagu ini menggambarkan beragam emosi ketika mulai jatuh cinta—kebahagiaan bercampur kegugupan saat mencoba memahami perasaan dan menghadapi pengalaman asmara baru.
Di level lirik, Boyfriend adalah bentuk analisis lirik K-pop yang menarik karena Hoshi menolak gambaran cowok sempurna yang serba percaya diri. Ia menulis sosok yang kikuk, meminta diajari, “I want you to teach me, teach me, girl”, dan mengakui bahwa ia belum mengerti isi hatinya sendiri: “Mollasseo, nae mami mwonji, jogeumssik dagaga”. Alih-alih mengumbar janji besar, ia menawarkan kejujuran: ia siap belajar mencintai. Menurut saya, di sinilah makna lagu Boyfriend Hoshi terasa paling autentik—ini bukan pengakuan cinta yang megah, melainkan catatan kecil tentang keberanian mengakui ketidaktahuan. Dengan konteks cedera dan wajib militer, Boyfriend terdengar seperti surat dari seseorang yang sedang rapuh secara fisik, tetapi tetap memilih menulis tentang degup hati, bukan tentang penderitaannya sendiri.

Like You dari JxJ: Relasi Dua Dunia yang Menyatu
Jika Boyfriend memotret momen awal jatuh cinta dari satu sudut pandang, Like you dari unit duo JxJ (Jeonghan & Joshua) bergerak ke wilayah relasi yang lebih kompleks. Lagu ini hadir sebagai salah satu b-side dalam album DREAMSCAPE yang dirilis pada Senin, 19 Oktober 2026. Like you bercerita tentang dua orang yang memiliki ikatan begitu kuat hingga mereka merasa seperti berada di dunia yang sama. Di sini, lirik lagu SEVENTEEN versi JxJ tidak lagi fokus pada “aku” yang gugup, melainkan pada “kita” yang saling menyelami. Menurut saya, ini adalah bentuk kedewasaan emosional: cinta bukan sekadar ingin memiliki, tetapi ingin berbagi pandangan. Lagunya bukan hanya soal jatuh cinta, tetapi juga tentang keinginan memahami seseorang sedalam mungkin dan merasakan dunia dari sudut pandangnya.
Secara tekstual, bait pembuka “Hayan taeyangbit ignites me, noga heaven’s glow, ajirangi neomeo find you” membangun imaji cahaya yang menuntun narator melewati kegelapan untuk menemukan orang yang ia cari. Ini kontras dengan Boyfriend yang lebih kasual dan repetitif; Like you terdengar lebih puitis dan atmosferik. Kalimat “I just wanna feel it like you” menjadi pusat emosinya: keinginan untuk merasakan dunia sebagaimana pasangannya merasakannya. Di sini, lirik berfungsi sebagai jembatan empati. Menurut saya, inilah bentuk analisis lirik K-pop yang sering luput: K-pop bukan hanya tentang hook yang mudah diingat, tetapi juga tentang bagaimana dua suara—Jeonghan dan Joshua—mewakili dua hati yang mencoba menyelaraskan frekuensi.
Dari Boyfriend ke Like You: Lirik sebagai Cermin Identitas Artistik
Melihat Boyfriend dan Like you berdampingan, terasa jelas bahwa solo member SEVENTEEN dan unit seperti JxJ memberi ruang bagi identitas artistik yang berbeda-beda. Boyfriend mengandalkan repetisi, bahasa campuran, dan pengakuan gamblang seperti “B-O-Y-F, wanna be your boyfriend” untuk menegaskan kegugupan yang manis. Sementara itu, Like you memilih metafora cahaya dan dunia yang menyatu untuk menggambarkan ikatan emosional yang lebih dalam. Menurut saya, perbedaan ini menunjukkan bahwa lirik lagu SEVENTEEN tidak bisa diseragamkan: setiap proyek solo atau unit membawa cara bercerita sendiri, dari bahasa tubuh yang kikuk hingga kontemplasi dua dunia yang saling mengisi. Jika di panggung grup mereka tampak sebagai satu kesatuan, di ranah lirik solo, kita melihat dua hal yang lebih intim: cara mereka mencintai, dan cara mereka memaknai diri di hadapan orang lain.
Penutup: Mengapa Lirik Solo SEVENTEEN Layak Dibaca, Bukan Hanya Didengar
Pada akhirnya, analisis lirik K-pop di karya-karya solo member SEVENTEEN mengingatkan bahwa musik pop bisa menjadi catatan harian yang puitis. Boyfriend menunjukkan keberanian Hoshi menulis tentang cinta yang canggung di tengah masa wajib militer dan pemulihan cedera ACL-nya. Like you dari JxJ menghadirkan relasi yang lebih matang, di mana dua orang ingin saling memahami hingga merasa hidup di dunia yang sama. Menurut saya, penggemar yang hanya mendengar tanpa membaca lirik kehilangan setengah pengalaman. Lirik-lirik ini adalah undangan untuk mengenal para member bukan sebagai figur di atas panggung, tetapi sebagai penulis cerita yang sedang mencari bahasa terbaik untuk menggambarkan hati mereka sendiri.






