Bantuan untuk mengayuh tanpa menguras tenaga
Becak listrik adalah kendaraan roda tiga untuk mengangkut penumpang yang dibantu motor listrik, sehingga pengayuh dapat bekerja dengan beban fisik lebih ringan sambil tetap mencari nafkah. Inilah nilai utama becak listrik gratis yang disalurkan di sejumlah daerah: bukan mengganti pekerjaan pengayuh, melainkan membantu mereka terus bekerja ketika tenaga tak lagi sekuat dulu. Di Cimahi, Presiden Prabowo Subianto menyalurkan 100 unit kepada pengayuh becak tradisional lanjut usia pada Oktober 2026. Program ini layak dinilai dari manfaat hariannya, bukan semata jumlah kendaraan yang dibagikan. Jika armada berfungsi, penerima bisa bergerak lebih efisien dan menjaga sumber penghasilan keluarga. Namun, bantuan alat saja tidak cukup; pelatihan, pengaturan operasional, dan akses pengisian daya juga menentukan apakah kendaraan benar-benar berguna.
Pengalaman penerima di Cimahi memberi gambaran konkret. Edi Rohendi mengatakan motor listrik membuat tarikan lebih ringan dan mobilitas sehari-hari lebih efisien; ia hanya perlu menambah kayuhan manual saat melewati tanjakan. Sebelum beroperasi, 100 pengayuh di kota itu menjalani pelatihan intensif selama satu minggu. Pemerintah kota juga merencanakan penempatan becak di titik strategis, termasuk kawasan perkantoran, serta melarangnya melintasi jalan protokol. Pendekatan ini masuk akal: becak listrik lansia perlu disertai aturan dan pasar yang jelas agar penerima tidak dibebani persoalan keselamatan atau kesulitan mencari penumpang.
Empat daerah, 620 unit, sasaran serupa
Penyaluran bantuan becak listrik di empat daerah mencakup 620 unit: Cimahi memperoleh 100, Indramayu 220, Sukabumi 100, dan Lebak 200. Di Indramayu, 220 unit tahap kedua disalurkan pada 24 Oktober 2026, terutama kepada pengemudi lanjut usia agar tetap produktif mencari nafkah. Prosesnya mencakup verifikasi data dan pelatihan penggunaan. Salah seorang penerima, Warnadi Gendel, berusia 60 tahun, berharap kendaraan tersebut menunjang pekerjaan hariannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Di Sukabumi, 100 unit disalurkan pada 19 Oktober 2026 kepada masyarakat melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional. Pemerintah kabupaten menyebut dukungan ini dapat membantu pengemudi bekerja lebih efisien dan memperkuat ekonomi keluarga. Penyalur juga menekankan becak sebagai aset produktif, bukan barang untuk diperjualbelikan. Untuk memaksimalkan pemakaiannya, dukungan pemerintah daerah terhadap fasilitas pengisian daya turut menjadi kebutuhan yang disorot. Pola di tiap daerah memperlihatkan sasaran yang konsisten, tetapi keberhasilan akhirnya bergantung pada perawatan dan dukungan operasional setelah penyerahan.
| Daerah | Jumlah unit | Fokus penerima |
|---|---|---|
| Cimahi | 100 | Pengayuh becak tradisional lanjut usia |
| Indramayu | 220 | Pengemudi becak, terutama kelompok lanjut usia |
| Sukabumi | 100 | Masyarakat pengemudi becak |
| Lebak | 200 | Pengayuh berusia minimal 55 tahun |

Di Lebak, bantuan disertai aturan tegas
Lebak menyalurkan 200 becak listrik gratis kepada pengayuh berusia minimal 55 tahun pada 29 Oktober 2026. Penerima mendapat bimbingan teknis untuk mengoperasikan dan merawat kendaraan. Syaratnya tegas: becak tidak boleh dijual, disewakan, digadaikan, atau dialihkan kepada orang lain. Penerima menandatangani pernyataan bermeterai; pelanggaran dapat berujung pada pendataan ulang hingga penarikan unit. Jika penerima meninggal dunia, becak dapat diberikan kepada ahli waris yang juga berprofesi sebagai pengayuh becak.
Larangan tersebut bukan sekadar urusan administrasi. Ia menjaga agar bantuan tetap berada di tangan kelompok yang menjadi sasaran, bukan berubah menjadi aset yang dipindahtangankan. Tetapi ketentuan harus dibarengi jalur layanan yang jelas ketika kendaraan rusak, agar penerima tidak kehilangan alat kerja. Di Lebak, penyalur menyampaikan bahwa sejumlah kerusakan dapat ditangani melalui mekanisme asuransi atau penggantian sesuai ketentuan. Pengawasan yang masuk akal perlu melindungi tujuan program sekaligus memastikan pengayuh dapat terus bekerja.
Ukuran keberhasilan ada pada manfaat berkelanjutan
Prioritas bagi pengayuh lanjut usia tepat karena pekerjaan mengayuh becak tradisional menuntut tenaga fisik yang besar, sementara banyak penerima masih harus mempertahankan penghasilan. Motor listrik dapat mengurangi beban tanpa memutus mata pencaharian mereka. Karena itu, bantuan ini seharusnya dinilai bukan hanya dari jumlah unit yang dibagikan, tetapi dari apakah kendaraan aman digunakan, mudah dirawat, dan membantu penerima memperoleh penumpang.
Pelatihan di Cimahi, Indramayu, dan Lebak menunjukkan bahwa penyerahan kendaraan perlu disertai pembekalan. Penempatan di lokasi strategis, aturan lalu lintas yang jelas, fasilitas pengisian daya, dan mekanisme perbaikan juga menentukan keberlanjutan program. Pada akhirnya, penerima becak listrik bukan sekadar pemilik kendaraan bantuan: mereka adalah pekerja yang perlu tetap memiliki kendali atas alat nafkahnya. Jika pendampingan setelah penyaluran berjalan, program ini berpeluang meringankan kerja sekaligus menjaga pendapatan keluarga.






