Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

88% Perusahaan Khawatir Efisiensi Penyimpanan Data AI

88% Perusahaan Khawatir Efisiensi Penyimpanan Data AI
Minat|Analisis Data AI

AI Tanpa Strategi Data Hanya Akan Menambah Masalah

Keamanan data AI adalah pendekatan menyeluruh untuk melindungi seluruh siklus hidup data yang digunakan dan dihasilkan oleh sistem kecerdasan buatan, mulai dari proses pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan, hingga pemulihan pasca insiden, agar inovasi AI tidak mengorbankan kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi bisnis yang kritis. Bertambahnya penggunaan AI membuat perusahaan harus mengelola data dalam jumlah lebih besar. Di sinilah masalah muncul: mayoritas organisasi tergoda mengejar proyek AI tanpa terlebih dulu membenahi fondasi tata kelola data dan infrastruktur penyimpanan. Survei Synology menemukan hampir 88% responden khawatir terhadap inefisiensi penyimpanan akibat pertumbuhan data AI dan duplikasi data. Angka ini seharusnya menjadi alarm keras. Bukan karena AI berbahaya, tetapi karena cara perusahaan mengelola pertumbuhan data perusahaan masih jauh dari siap untuk skala AI.

Dalam sebuah event di Jakarta, 13 Oktober 2026, Synology memaparkan solusi untuk menjawab kekhawatiran ini, mulai dari penyimpanan berkapasitas besar hingga sistem backup yang lebih aman. Namun poin terpenting dari acara tersebut bukan daftar produknya, melainkan pesan strategisnya: transformasi AI tidak boleh dipisahkan dari strategi keamanan data AI dan tata kelola informasi yang matang. Tanpa itu, proyek AI hanya akan menambah biaya, risiko kebocoran, dan kerentanan terhadap serangan siber. Perusahaan perlu berhenti menganggap penyimpanan sebagai urusan teknis semata; ia adalah isu bisnis yang menentukan ketahanan operasional dan kepercayaan pelanggan.

88% Perusahaan Khawatir Efisiensi Penyimpanan Data AI

Pertumbuhan Data Perusahaan: Menambah Kapasitas Bukan Jawaban

Pertumbuhan data perusahaan yang dipicu AI bukan sekadar soal ukuran file yang membengkak, tetapi pola konsumsi dan duplikasi data yang tidak terkendali. Menambah kapasitas penyimpanan memang bisa menjadi solusi awal, tetapi perusahaan juga perlu menjaga performa sistem dan menghindari pemborosan ruang akibat duplikasi data. Jika pendekatannya hanya “beli storage lagi”, biaya akan naik, performa turun, dan risiko kehilangan data penting di tengah tumpukan file makin besar. Di titik ini, penyimpanan data efisien menjadi keharusan, bukan pilihan. Survei Synology yang menunjukkan 88% responden khawatir soal inefisiensi penyimpanan adalah cermin bahwa banyak organisasi sudah merasakan dampak langsung di operasional harian mereka.

Solusi yang ditawarkan Synology menarik bukan karena label teknologinya, tetapi karena logika pengelolaan datanya. Synology Tiering dan fitur reduksi data di DSM 7.4 membantu mengatur penempatan data berdasarkan pola akses sekaligus mengurangi data duplikat yang tidak diperlukan. Ini sejalan dengan prinsip tata kelola data modern: data yang sering diakses ditempatkan di media cepat, data arsip dipindahkan ke lapisan yang lebih hemat biaya. Teknologi scale-out storage juga memberi fleksibilitas menambah kapasitas dan performa seiring pertumbuhan bisnis tanpa migrasi besar-besaran. Intinya, perusahaan perlu berhenti memandang storage sebagai “gudang pasif” dan mulai mengelolanya sebagai aset strategis yang dinamis.

88% Perusahaan Khawatir Efisiensi Penyimpanan Data AI

Ransomware: Backup Saja Tidak Cukup untuk Menyelamatkan Bisnis

Jika pertumbuhan data adalah sisi pertama masalah, sisi keduanya adalah keamanan dan ransomware recovery. Banyak manajemen merasa aman karena sudah punya backup, padahal serangan ransomware modern sering ikut mengunci atau menghapus salinan cadangan yang berada di lingkungan yang sama dengan sistem produksi. Survei Synology menunjukkan hanya sekitar dua dari sepuluh perusahaan yang sangat yakin bisa memulihkan operasional dengan cepat setelah serangan ransomware sambil memastikan backup tetap aman. Ini berarti mayoritas organisasi menjalankan bisnis di atas asumsi perlindungan yang rapuh. Dalam konteks keamanan data AI, kelemahan ini berbahaya: model, dataset pelatihan, dan log inferensi bisa lumpuh dalam satu insiden.

Pendekatan yang lebih sehat adalah menganggap backup sebagai bagian dari arsitektur ketahanan bisnis, bukan sekadar tugas rutin tim IT. ActiveProtect dari Synology memusatkan pengelolaan backup dan memisahkan infrastruktur pemulihan dari sistem produksi utama. Dukungan immutable backup—salinan data yang tidak bisa diubah atau dihapus selama periode perlindungan—serta kemampuan isolasi, langsung menyasar titik lemah banyak organisasi: backup yang ikut terinfeksi. Dengan ActiveProtect Manager 2.0 yang mendukung lingkungan virtualisasi enterprise seperti Nutanix AHV dan Proxmox VE, strategi ransomware recovery menjadi lebih realistis untuk lingkungan hybrid yang kompleks. Pesannya jelas: tanpa arsitektur pemulihan yang terpisah dan teruji, adopsi AI hanya menambah permukaan serangan.

88% Perusahaan Khawatir Efisiensi Penyimpanan Data AI

Produktivitas AI: Kendali Data Harus Di Tangan Perusahaan

Di sisi lain, tekanan untuk mengadopsi AI di level produktivitas karyawan terus meningkat. Menurut survei Synology, lebih dari 80% perusahaan masih menghabiskan setidaknya dua jam per minggu untuk menyusun, memformat, atau menerjemahkan dokumen tanpa bantuan AI. AI jelas bisa memangkas waktu ini: menyusun dokumen, membuat presentasi, menerjemahkan materi, dan mengolah spreadsheet. Namun di balik janji efisiensi, muncul pertanyaan krusial: ke mana data dikirim dan bagaimana informasi sensitif diproses ketika layanan AI digunakan? Di sinilah keamanan data AI kembali menjadi isu utama. Mengirim dokumen internal ke layanan publik tanpa kontrol jelas sama saja membuka pintu kebocoran informasi.

Synology menawarkan pendekatan on-premises melalui ekosistem produktivitas seperti Office Suite, ChatPlus, dan Meet, sehingga pemrosesan AI berlangsung di lingkungan yang dikelola perusahaan. Pendekatan ini memungkinkan organisasi memanfaatkan AI untuk pekerjaan rutin sambil mempertahankan kendali atas akses dan tata kelola informasi internal. Ini bukan sekadar soal preferensi teknologi, tetapi strategi tata kelola data: siapa yang boleh mengakses apa, di mana data disimpan, dan bagaimana jejak pemrosesan dicatat. Untuk organisasi yang serius dengan regulasi dan kerahasiaan, model ini jauh lebih masuk akal dibanding mengandalkan layanan AI publik tanpa kebijakan yang jelas. Produktivitas tidak boleh dibayar dengan hilangnya kendali atas data bisnis.

88% Perusahaan Khawatir Efisiensi Penyimpanan Data AI

Tata Kelola Data sebagai Fondasi Adopsi AI Skala Enterprise

Pada akhirnya, inti persoalan adopsi AI bukan pada seberapa canggih model yang dipakai, tetapi seberapa siap fondasi datanya. Bagi Synology, keberhasilan transformasi AI tidak hanya ditentukan oleh banyaknya teknologi yang digunakan, tetapi juga kesiapan infrastruktur penyimpanan, keamanan siber, kemampuan pemulihan data, dan pengelolaan informasi. Temuan survei tentang efisiensi penyimpanan dan kesiapan pemulihan ransomware menunjukkan bahwa transformasi AI membutuhkan perhatian pada aspek yang lebih mendasar daripada sekadar penggunaan teknologi baru. Tanpa tata kelola data yang jelas—kebijakan retensi, klasifikasi, akses, dan audit—setiap proyek AI berisiko menambah kekacauan data, bukan nilai bisnis.

Melalui solusi penyimpanan data, ActiveProtect, produktivitas berbasis AI, dan sistem pengawasan cerdas, Synology ingin membantu perusahaan menghadapi kebutuhan infrastruktur yang semakin kompleks. Di ranah pengawasan, misalnya, DVA7400 dengan deteksi berbasis AI dan pencarian video cerdas membantu tim keamanan menemukan kejadian relevan lebih cepat tanpa harus memeriksa seluruh rekaman manual. Sistem hybrid surveillance yang menggabungkan on-premises dan cloud memberi fleksibilitas desain sesuai kebutuhan. Semua ini mengarah pada satu kesimpulan: adopsi AI yang sehat dimulai dari disiplin mengelola data dan keamanan siber sebagai satu kesatuan. Jika fondasi ini kuat, AI dapat menjadi mesin pertumbuhan jangka panjang, bukan sumber risiko baru.

88% Perusahaan Khawatir Efisiensi Penyimpanan Data AI

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!