Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Hama hingga Air, IoT Membuat Pertanian Lebih Terukur

Dari Hama hingga Air, IoT Membuat Pertanian Lebih Terukur
Minat|Analisis Data AI

Teknologi pertanian harus menjawab masalah di lapangan

IoT pertanian adalah penggunaan perangkat terhubung dan sensor untuk mengumpulkan data kondisi lahan atau tanaman, lalu membantu petani mengambil keputusan yang lebih tepat. Nilainya bukan pada kecanggihan alat, melainkan pada kemampuannya mengurangi pekerjaan berisiko dan mengganti perkiraan dengan informasi yang berguna.

Contoh penerapan yang berkembang menunjukkan arah yang menjanjikan: teknologi diarahkan pada persoalan konkret, mulai dari hama yang mengganggu panen hingga pengaturan air dan penyimpanan hasil. Namun, keberhasilan tidak cukup diukur dari perangkat yang terpasang. Alat harus sesuai dengan kondisi kebun, mudah digunakan, dan diikuti dukungan agar petani dapat merawatnya. Tanpa itu, IoT berisiko menjadi proyek demonstrasi, bukan bantuan yang bertahan di lapangan.

Smart Pest Controller menanggapi ancaman hama

Di Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara, tikus dan burung manyar menjadi gangguan serius hingga petani harus memanen padi pada malam hari. Menjawab masalah tersebut, Pemerintah Kabupaten HSU dan Universitas Lambung Mangkurat mengembangkan Smart Pest Controller berbasis IoT dan tenaga surya untuk membantu pengendalian hama pertanian.

Sistem ini ditujukan untuk mendukung perlindungan tanaman dari wereng, burung manyar, dan tikus, serta meningkatkan efisiensi pengendalian hama agar hasil panen lebih terjaga. Pemanfaatan tenaga surya juga relevan bagi lahan yang membutuhkan perangkat bekerja tanpa bergantung sepenuhnya pada pasokan listrik konvensional. Meski begitu, teknologi harus dipadukan dengan pemahaman perilaku hama dan kebiasaan petani. Harapan pemerintah daerah adalah mempercepat penerapan melalui kerja sama dengan kementerian, universitas, dan pihak lain agar manfaatnya sampai kepada petani.

Dari Hama hingga Air, IoT Membuat Pertanian Lebih Terukur

Pemantauan IoT menjaga mutu herbal setelah panen

Masalah pertanian tidak selesai saat tanaman dipanen. Di CV Craftindo Prima, Cimahi, tim dosen Politeknik Negeri Bandung mengembangkan sistem IoT untuk menjaga kualitas tanaman herbal kering dan mendukung pasokan bagi pasar domestik maupun ekspor. Sebelumnya, ruang penyimpanan diatur dengan ventilasi, kipas, silika gel, dan pemeriksaan manual. Cara itu sulit mempertahankan suhu serta kelembapan secara stabil atau memantau perubahan secara waktu nyata. Kondisi yang tak terkendali dapat meningkatkan kadar air, merusak kualitas fisik, dan memicu jamur.

Sistem menggunakan mikrokontroler ESP32 dan sensor SHT20 untuk membaca suhu serta kelembapan, lalu mengatur pemanas dan kipas pembuangan secara otomatis. Kondisi ruang juga dapat dipantau dari jarak jauh melalui dasbor, sementara rekaman pengukuran tersimpan sebagai riwayat. Pemasangan saja tidak cukup: tim Polban juga melatih karyawan mengoperasikan sistem, mengatur ambang, memantau kondisi, dan menangani gangguan sederhana. Pendampingan ini penting agar pemantauan menjadi bagian dari rutinitas, bukan bergantung pada satu teknisi.

Dari Hama hingga Air, IoT Membuat Pertanian Lebih Terukur

Sensor tanah membuat penyiraman lebih terukur

Penyiraman berdasarkan jadwal atau tampilan permukaan tanah kerap meleset: bagian atas yang tampak kering belum tentu menunjukkan kebutuhan air di sekitar akar, dan permukaan lembap belum menjamin akar memperoleh cukup air. Sensor kelembapan tanah membantu mengukur kondisi di dalam media tanam, sehingga waktu penyiraman dapat ditentukan berdasarkan data, bukan perkiraan.

Pada model tertentu, sensor juga membaca suhu dan konduktivitas listrik tanah; hasilnya dapat ditampilkan langsung atau dikirim ke sistem pemantauan. Pengukuran itu membuka jalan bagi penyiraman pintar: petani menyesuaikan pemberian air dengan kebutuhan tanaman dan keadaan lahan, sehingga penggunaan air lebih terukur. Namun, sensor bukan pengganti pertimbangan budidaya. Data harus ditafsirkan sesuai jenis tanaman dan kondisi tanah, lalu dipakai sebagai dasar keputusan. Nilai terbesarnya adalah mengurangi penyiraman yang hanya mengikuti kebiasaan tanpa memeriksa kebutuhan lahan.

Ketiga contoh ini memperlihatkan bahwa IoT paling berguna ketika mengatasi masalah yang sudah dirasakan pengguna: gangguan hama, mutu pascapanen, dan ketepatan air. Ukuran keberhasilannya bukan banyaknya sensor, melainkan keputusan yang lebih baik dan manfaat yang bisa dipertahankan petani.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!