Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Christiany Paruntu Dorong UMKM dengan Akses Modal dan Daya Saing

Christiany Paruntu Dorong UMKM dengan Akses Modal dan Daya Saing
Minat|Asia Tenggara

Dua kebutuhan usaha: pembiayaan dan kemampuan bersaing

Dukungan UMKM adalah rangkaian upaya yang membantu pelaku usaha memperoleh akses modal, meningkatkan kemampuan menghadapi aturan perdagangan, dan memperluas pasar agar usaha mereka dapat tumbuh secara mandiri. Bagi UMKM Sulawesi Utara, agenda Christiany Paruntu menggarisbawahi dua kebutuhan yang saling melengkapi: pembiayaan UMKM dan penguatan daya saing. Pada 2–4 Oktober 2026, Paruntu mengikuti kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR RI di Bogor, dengan pertemuan bersama sejumlah lembaga keuangan dan pengelola aset BUMN. Ia mendorong sinergi perbankan syariah agar manfaatnya menjangkau pelaku usaha dan sektor produktif daerah, bukan berhenti pada perkembangan industri keuangan. Dorongan itu tepat, tetapi akses modal saja bukan jawaban lengkap. Usaha kecil juga memerlukan pemahaman praktis tentang perdagangan dan kemampuan membuka peluang pasar. Tanpa keduanya, pembiayaan berisiko tidak cukup untuk memperkuat posisi mereka.

Di Sulawesi Utara, Paruntu juga mendorong sosialisasi pembinaan UMKM mengenai penanganan trade remedies dan hambatan teknis perdagangan. Kegiatan tersebut ditujukan untuk memperluas pemahaman pelaku usaha tentang tantangan perdagangan sekaligus cara mengembangkan peluang usaha. Ini penting karena aturan dan persyaratan pasar dapat menjadi penghalang bagi usaha kecil yang ingin berkembang. Namun sosialisasi sebaiknya tidak berhenti sebagai penyampaian materi: pembinaan dan pendampingan berkelanjutan perlu memberi pelaku usaha bekal yang bisa diterapkan. Paruntu menyampaikan harapan agar UMKM setempat makin mandiri, inovatif, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Arah tersebut masuk akal, tetapi hasilnya akan lebih berarti bila peningkatan kapasitas terhubung dengan akses pembiayaan dan kebutuhan nyata tiap usaha.

Bantuan lansia adalah kepedulian sosial, bukan pembinaan usaha

Agenda Paruntu pada Oktober juga mencakup bantuan sosial, tetapi bantuan kebutuhan sehari-hari tidak sepatutnya disamakan dengan program pengembangan usaha. Pada 9 Oktober, sembako disalurkan kepada warga lanjut usia di Desa Lembean, Minahasa Utara. Lima hari kemudian, bantuan kembali disalurkan kepada lansia dan keluarga yang membutuhkan di Teling Bawah dan Paniki Bawah, Manado. Bantuan seperti ini dapat meringankan kebutuhan langsung penerima, sebagaimana tujuan yang disampaikan Paruntu, tetapi tidak dirancang untuk meningkatkan kapasitas bisnis atau daya saing UMKM. Pembedaan itu penting agar ragam inisiatif masyarakat dinilai sesuai tujuannya. Kepedulian kepada kelompok rentan menjawab kebutuhan sosial yang mendesak; sosialisasi usaha dan akses pembiayaan menjawab hambatan ekonomi yang berbeda. Keduanya dapat berjalan berdampingan, tanpa mencampur ukuran keberhasilan masing-masing.

Pembedaan tersebut juga membuat penilaian atas agenda pemberdayaan lebih jernih. Bantuan sembako patut dilihat dari manfaat langsung bagi keluarga penerima, sedangkan pembinaan UMKM dinilai dari apakah pelaku usaha memperoleh pengetahuan, pendampingan, akses modal, dan peluang pasar yang lebih baik. Sumber-sumber kegiatan Oktober menunjukkan adanya perhatian pada kedua ranah, bukan satu program yang menyelesaikan semua persoalan. Sikap yang lebih berguna adalah mempertahankan bantuan sosial bagi warga yang membutuhkan sambil memastikan dukungan usaha memiliki kesinambungan. Dengan begitu, bantuan darurat tidak dibebani janji penciptaan usaha, dan program ekonomi tidak dipakai sebagai pengganti perlindungan sosial.

Pemberdayaan pemuda perlu membuka jalan dari gagasan ke usaha

Pada Hari Sumpah Pemuda ke-98, 28 Oktober 2026, Paruntu mengajak generasi muda menggunakan ide, inovasi, dan karya nyata untuk mendorong kebangkitan ekonomi. Ia juga mendorong pemuda agar berani berwirausaha dan menjadi pencipta lapangan kerja, bukan hanya pencari kerja. Pesan ini memberi dimensi lain pada pemberdayaan pemuda: anak muda bukan sekadar sasaran bantuan, melainkan calon penggerak usaha dan ekonomi lokal. Namun ajakan kewirausahaan akan lebih kuat bila disertai akses pada pengetahuan, pendampingan, dan pembiayaan yang sesuai. Paruntu turut mengingatkan pentingnya toleransi, melawan hoaks, dan membangun ekonomi mulai dari desa. Itu menempatkan usaha dan partisipasi sosial dalam satu kerangka, tanpa menghapus kebutuhan akan dukungan yang lebih konkret.

Tantangan berikutnya adalah menghubungkan dorongan kepada pemuda dengan ekosistem UMKM yang sedang dibina. Keterampilan menghadapi hambatan perdagangan dan memperluas pasar dapat berguna bagi wirausaha muda, sementara akses pembiayaan dapat membantu usaha yang layak mengembangkan kegiatannya. Namun, keduanya memerlukan tindak lanjut, bukan sekadar seruan atau sosialisasi sesaat. Karena itu, harapan Paruntu atas pembinaan dan pendampingan berkelanjutan patut menjadi tolok ukur agenda ke depan. Jika dukungan itu menjangkau pelaku usaha dan generasi muda secara konsisten, pemberdayaan dapat memberi dampak ekonomi yang lebih luas. Kesimpulannya, fokus Paruntu pada UMKM, warga lansia, dan pemuda menunjukkan ragam kebutuhan masyarakat yang saling terkait, tetapi tetap menuntut program dan ukuran keberhasilan yang berbeda.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!