Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Maybank Buka Koridor Pembiayaan Halal Lintas ASEAN

Maybank Buka Koridor Pembiayaan Halal Lintas ASEAN
Minat|Asia Tenggara

Koridor Halal ASEAN: Dari Inisiatif Bank ke Strategi Ekosistem

Koridor pembiayaan halal lintas ASEAN adalah kerangka layanan keuangan syariah, sertifikasi, dan rantai pasok yang terhubung antarnegara, dirancang untuk membantu pelaku industri halal mengakses pembiayaan syariah ASEAN, memperkuat rantai pasok halal, dan memperluas ekspor produk halal ke pasar regional secara terintegrasi dan berkelanjutan. Di balik jargon kolaborasi, langkah Maybank Group melalui Maybank Unit Usaha Syariah di beberapa yurisdiksi patut dibaca sebagai strategi agresif: bukan sekadar memperbanyak produk syariah, tetapi membangun jaringan industri halal lintas negara yang menempatkan bank sebagai simpul utama. Penandatanganan Letter of Intent antara Unit Usaha Syariah PT Bank Maybank Indonesia Tbk dan Pusat Industri Halal Kementerian Perindustrian pada 25 September 2026 menunjukkan bahwa perbankan mulai masuk ke ranah kebijakan industri, edukasi, bahkan sertifikasi halal.

Maybank Buka Koridor Pembiayaan Halal Lintas ASEAN

Lima Pilar di Dalam Negeri: Bank Syariah Naik Kelas Jadi Arsitek Industri

Di ranah domestik, kerja sama antara Maybank Unit Usaha Syariah dan Pusat Industri Halal dibangun di atas lima pilar: promosi industri halal, fasilitasi sertifikasi dan penguatan kapasitas usaha, akses pembiayaan syariah, edukasi industri, serta pembukaan akses pasar dan jejaring bisnis. Ini artinya bank tidak lagi puas menjadi penyedia modal; ia berperan sebagai arsitek ekosistem. Romy Buchari menyatakan bahwa dukungan Maybank mencakup pembiayaan, pendampingan sertifikasi, hingga akses pasar melalui jaringan Maybank Group. Itu posisi yang jelas proaktif, sekaligus menegaskan bahwa pembiayaan syariah ASEAN hanya bermakna jika terikat dengan sertifikasi halal yang kredibel dan kanal distribusi lintas negara. Fakta bahwa kinerja kuartal pertama 2026 menunjukkan total pembiayaan syariah mencapai Rp32,23 triliun dengan pertumbuhan 10,4 persen secara tahunan, sementara dana pihak ketiga syariah mencapai Rp35,50 triliun dan naik 7,5 persen secara tahunan, menunjukkan kapasitas finansial yang cukup untuk mengawal ambisi ini.

Maybank Buka Koridor Pembiayaan Halal Lintas ASEAN

Bintan Inti Halal Hub: Twinning yang Mengubah Peta Rantai Pasok

Langkah paling strategis adalah pengembangan Bintan Inti Halal Hub melalui MoU antara Maybank Singapore dan Gallant Venture Ltd. Di sini terlihat ambisi membentuk industri halal lintas negara secara nyata: kawasan industri halal dipasangkan dengan simpul finansial dan bisnis regional melalui konsep Singapore-Bintan twinning. Bintan disiapkan sebagai basis manufaktur dan ekspor, sementara kota finansial memainkan peran sebagai hub bisnis dan keuangan regional. Dengan fasilitas Free Trade Zone dan dukungan logistik, supply chain, serta sertifikasi halal yang terintegrasi, Bintan Inti Halal Hub berpotensi menjadi koridor ekspor produk halal ke seluruh ASEAN, bukan sekadar gudang produksi. Di sinilah rantai pasok halal masuk ke tahap baru: dari sekumpulan aktor terpisah menjadi jaringan regional yang diikat oleh solusi perbankan syariah terintegrasi dan standar halal yang seragam.

Menghubungkan Produsen dengan Pasar ASEAN: Potensi dan Risiko

Program yang dibangun Maybank Group jelas diarahkan untuk menghubungkan produsen halal dengan pasar ASEAN melalui solusi syariah lintas batas, promosi investasi, serta akses ke marketplace B2B halal seperti Salaam Marketplace di Malaysia. Bagi pelaku usaha, jalur ini menawarkan kombinasi menarik: pembiayaan syariah yang terhubung dengan kawasan industri, sertifikasi, dan kanal ekspor produk halal yang lebih terstruktur. Sejalan dengan pandangan Menteri Perindustrian, pengembangan industri halal memang menuntut keterhubungan antara industri, kawasan, pembiayaan, rantai pasok, teknologi, dan akses pasar. Pertanyaannya, di tengah ambisi ROAR30 yang disebut Yasin Abdullah untuk menggerakkan ekonomi riil dan memperkuat posisi perbankan syariah di pasar ASEAN, apakah pelaku usaha siap memanfaatkan koridor ini, atau justru terjebak sebagai penonton ketika jaringan regional telah terbentuk tanpa mereka?

Kesimpulan: Koridor Halal Butuh Pelaku yang Berani Melangkah

Rangkaian kerja sama antara unit syariah Maybank, otoritas industri halal, dan pengelola kawasan industri menunjukkan pergeseran penting: pembiayaan syariah kini menjadi tulang punggung pembangunan ekosistem, bukan ornamen kebijakan. Koridor pembiayaan halal lintas ASEAN yang dibangun lewat Bintan Inti Halal Hub, model twinning, dan integrasi marketplace B2B menciptakan jalur nyata bagi ekspansi industri halal lintas negara dan ekspor produk halal yang lebih sistematis. Namun koridor, pada akhirnya, hanyalah jalan. Tanpa keberanian pelaku usaha untuk menata ulang proses, memenuhi standar sertifikasi, dan memanfaatkan rantai pasok halal regional, inisiatif ini berisiko tinggal sebagai proyek bank dan pemerintah. Jika produsen mampu naik kelas, koridor halal ASEAN yang dibuka Maybank bisa menjadi titik balik: dari ekonomi halal yang tersebar menjadi jaringan regional yang terhubung dan berdaya saing.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!