Ringkasan keputusan
SUV PHEV adalah kendaraan yang menggabungkan baterai yang dapat diisi dari sumber listrik, motor listrik, dan mesin bensin, sehingga perjalanan harian dapat memakai tenaga listrik sementara mesin bensin mendukung perjalanan lebih jauh. Untuk keluarga yang mengutamakan baterai besar dan klaim jarak tempuh, DFSK E5 Plus lebih menarik di atas kertas. Baterainya 25 kWh, klaim jarak listriknya 140 km, dan jangkauan kombinasi mencapai 1.400 km. Wuling Eksion PHEV lebih layak dilirik bila harga awal lebih penting atau Anda mengincar motor listrik dengan angka tenaga besar. Ada koreksi penting untuk PHEV SUV perbandingan ini: data yang tersedia tidak menunjukkan Eksion memiliki baterai lebih besar atau jarak listrik lebih jauh. Klaim konsumsi BBM yang setara juga belum tersedia, jadi keunggulan efisiensi Eksion belum bisa dipastikan.
Spesifikasi, baterai, dan harga
| Spesifikasi | DFSK E5 Plus | Wuling Eksion PHEV |
|---|---|---|
| Mesin | 1.5L 4-silinder NA | 1.500 cc NA |
| Tenaga mesin | 68 kW (92 PS) | 105 tk |
| Torsi mesin | 130 Nm | 130 Nm |
| Kapasitas baterai | 25 kWh | 20,5 kWh |
| Klaim jarak listrik | 140 km (NEDC) | 125 km (CLTC) |
| Jarak tempuh kombinasi | Hingga 1.400 km | Hingga 1.000 km |
| Harga OTR Jakarta | Rp499 juta | Rp459 juta–Rp509 juta |
DFSK E5 Plus unggul pada kapasitas baterai kendaraan hybrid serta angka jarak listrik dan kombinasi yang diklaim. Namun, 140 km memakai standar NEDC, sedangkan 125 km pada Eksion memakai CLTC; hasil kedua metode tidak bisa dibandingkan langsung seperti hasil uji yang sama. Dari sisi harga, Wuling Eksion PHEV dimulai Rp40 juta di bawah E5 Plus, tetapi varian teratasnya Rp10 juta lebih mahal. DFSK E5 Plus harga Rp499 juta ditawarkan dalam satu varian, sehingga pilihannya lebih sederhana bagi pembeli yang tidak ingin memilah rentang trim. E5 Plus memiliki konfigurasi enam tempat duduk dengan captain seat, hal yang patut dipertimbangkan keluarga yang lebih mengutamakan ruang personal daripada kapasitas tujuh penumpang.

Jarak tempuh dan biaya penggunaan: jangan berpatokan pada klaim saja
Untuk perjalanan harian, klaim jarak listrik E5 Plus yang lebih tinggi terlihat menjanjikan bagi pengguna yang rutin mengisi daya. Namun, angka 140 km dan 125 km berasal dari standar berbeda, sehingga belum cukup untuk menyimpulkan selisih jarak di jalan nyata. Untuk perjalanan jauh, kedua mobil menawarkan jangkauan kombinasi: E5 Plus diklaim mencapai 1.400 km, sedangkan Eksion hingga 1.000 km dengan baterai dan tangki penuh. Angka itu membuat keduanya menarik untuk perjalanan luar kota sekaligus pemakaian perkotaan, tetapi bukan jaminan hasil aktual. Klaim konsumsi BBM E5 Plus mencapai 83,3 kpl, sedangkan data setara untuk Eksion belum tersedia. Karena itu, belum ada dasar yang cukup untuk menyebut Eksion lebih irit ataupun menetapkan biaya operasional nyata. Efisiensi PHEV juga dipengaruhi kebiasaan mengisi baterai, kondisi jalan, gaya mengemudi, dan penggunaan AC. Tanpa tarif pengisian dan hasil uji BBM dengan metode sebanding, keputusan biaya sebaiknya menunggu data penggunaan nyata.






