Peluang belajar dari pelatih berpengalaman
Pembinaan sepak bola usia dini adalah proses terarah untuk membantu anak mengembangkan keterampilan dasar, pemahaman permainan, dan kebiasaan berlatih sebelum melangkah ke jenjang kompetitif. Program LOTTE Bintang Muda Generasi Masa Depan 2026 mempertemukan 40 talenta muda sepak bola terpilih dengan pelatih berpengalaman, termasuk Shin Tae-yong yang hadir sebagai special guest coach. Kehadirannya bernilai bukan semata karena namanya, melainkan karena anak-anak mendapat kesempatan belajar langsung dari pelatih yang menangani Persija di tengah kesibukannya. Shin menyebut kegiatan seperti ini membuka ruang bagi anak untuk berkembang sejak kecil dan berlatih bersama pelatih-pelatih yang baik. Namun, satu sesi bersama pelatih ternama tidak cukup dengan sendirinya. Manfaat jangka panjang bergantung pada mutu latihan rutin, arahan yang sesuai usia, serta dukungan agar para peserta terus berkembang setelah kegiatan selesai.

Peran utama tetap di tangan Ismed dan Atep
Pembagian tugas dalam program ini memberi pelatihan sepak bola struktur yang lebih masuk akal: Ismed Sofyan dan Atep Rizal menjadi pelatih utama yang mendampingi peserta, sementara Shin Tae-yong hadir sebagai pelatih tamu. Ismed dan Atep memimpin seleksi serta menilai kemampuan dasar, sedangkan Shin memberi masukan dan menambah perspektif dari pengalamannya. Kombinasi itu penting karena pembinaan usia muda membutuhkan pendampingan yang konsisten, bukan hanya momen bertemu figur terkenal. Ismed Sofyan Atep juga membawa pengalaman sebagai mantan pemain Persija, sehingga mereka dapat menjadi penghubung antara dasar-dasar latihan dan tuntutan permainan. Seleksi menguji passing, dribbling, dan shooting; tahapan lanjutan mencakup kelincahan melewati rintangan dan cone, sprint, dribel inside-outside, serta tembakan presisi. Rangkaian tes tersebut memberi gambaran lebih luas daripada sekadar menilai siapa yang paling kuat menendang.
Dari pencarian bakat menuju pembinaan intensif
Program edisi kedua ini berawal dari pencarian bakat di sekolah-sekolah Jabodetabek. Setelah seleksi awal, 70 anak memperoleh kesempatan mengikuti tahap lanjutan di Soccerfield, Bogor; penyaringan berikutnya menetapkan 40 peserta untuk pembinaan intensif. Tahapan bertingkat tersebut lebih meyakinkan daripada memilih peserta hanya berdasarkan satu penampilan, sebab kemampuan teknik, kecepatan, dan kelincahan dapat diuji dalam beberapa bentuk. Penyelenggara menyebut sepak bola dipilih kembali karena potensi dan antusiasme masyarakat terhadap olahraga ini, dengan tujuan membantu anak-anak yang bercita-cita menjadi pemain profesional. Bagi peserta, dukungan praktis dan kesempatan berlatih memberi pijakan awal, tetapi tidak menjamin karier profesional. Nilai sesungguhnya akan terlihat dari kesinambungan pembinaan setelah seleksi: apakah 40 anak itu mendapat latihan teratur, evaluasi yang jelas, dan jalur untuk terus mengasah kemampuan.
Langkah kecil yang perlu diteruskan
Di tengah agenda bersama Persija, keterlibatan Shin Tae-yong menunjukkan bahwa pembinaan usia dini layak mendapat perhatian dari pelatih papan atas, bukan hanya akademi atau sekolah sepak bola. Namun, ukuran keberhasilan program tidak seharusnya berhenti pada kehadiran pelatih terkenal atau jumlah peserta terpilih. Yang lebih menentukan ialah apakah para pemain muda memperoleh pendampingan berkelanjutan dan umpan balik yang membantu mereka memperbaiki permainan. Peran Ismed dan Atep sebagai pelatih utama menjadi penting untuk menjaga proses itu, sementara sesi bersama Shin dapat memperkaya pengalaman peserta. Seleksi 70 anak menjadi 40 talenta adalah awal yang terukur, bukan garis akhir. Agar peluang ini berarti, penyelenggara dan lingkungan pembinaan perlu memastikan kesempatan belajar tidak berakhir ketika sesi pelatihan selesai.
Kesimpulannya, program ini menawarkan perpaduan yang menjanjikan: pelatih utama yang mendampingi, masukan dari Shin Tae-yong, serta seleksi dengan beragam tes. Potensi terbaiknya baru akan terwujud jika perhatian pada 40 pemain muda itu berlanjut menjadi pembinaan yang konsisten.






