Kesempatan belajar langsung dari pelatih berpengalaman
LOTTE Bintang Muda Generasi Masa Depan adalah program pembinaan sepak bola usia dini yang memilih talenta muda dan mempertemukan mereka dengan pelatih berpengalaman untuk membantu menyiapkan langkah menuju karier profesional.
Pada musim keduanya, program sepak bola muda ini menyeleksi 40 pemain dan menggelar pembinaan di G2 Soccerfield, Bogor, pada September 2026. Shin Tae-yong, mantan pelatih tim nasional, bergabung dengan legenda sepak bola Ismed Sofyan dan Atep Rizal sebagai pelatih sekaligus pembagi pengalaman. Kehadiran mereka penting bukan karena nama besar semata, melainkan karena peserta bisa memperoleh masukan dari orang-orang yang memahami tuntutan sepak bola tingkat tinggi. Mereka yang bercita-cita menjadi pemain profesional mendapat paparan latihan dan pengalaman langsung, sesuatu yang dapat melengkapi latihan rutin di lingkungan masing-masing.

Pembinaan yang bertahap lebih berarti daripada sorotan nama besar
Nilai program ini terletak pada rangkaian pembinaannya, bukan hanya sesi bersama pelatih terkenal. Peserta melewati pencarian bakat dan seleksi kemampuan dasar, lalu mengikuti pelatihan teknik dan taktik sebelum bertanding dalam kompetisi mini antartim. Susunan itu memberi ruang untuk melihat kemampuan pemain, mengasah keterampilan, dan menerapkannya dalam permainan. Dengan begitu, pembinaan talenta pemuda tidak berhenti pada demonstrasi sesaat yang menarik ditonton, tetapi menawarkan pengalaman belajar yang lebih berlapis. Meski demikian, informasi yang tersedia belum menunjukkan bagaimana perkembangan tiap anak dinilai dari waktu ke waktu. Untuk menilai hasil pembinaan secara utuh, ukuran kemajuan yang konsisten juga penting. Tanpa itu, perhatian publik berisiko lebih tertuju pada sosok pelatih daripada proses belajar para pemain.
Dampaknya bergantung pada kesinambungan kesempatan
LOTTE Bintang Muda pertama kali digelar pada 2025 dan kembali hadir sebagai musim kedua melalui inisiatif tanggung jawab sosial LOTTE Group. Sepak bola dipilih lagi karena tingginya minat masyarakat terhadap olahraga ini. Perwakilan Daehong Indonesia, Lee Chulwong, menyebut tujuan programnya adalah “membina dan mendukung anak-anak yang bercita-cita menjadi pemain profesional”. Tujuan itu relevan: pengembangan atlet usia dini membutuhkan akses pada latihan, arahan, dan pengalaman kompetisi. Namun, 40 peserta saja tidak otomatis menjadi jawaban bagi kebutuhan pembinaan yang lebih luas. Sesi Shin Tae-yong latihan bisa memberi pelajaran berharga, tetapi satu program tidak menjamin karier profesional. Dampak yang berarti akan terlihat dari bekal yang dibawa anak-anak setelah kegiatan berakhir dan kesempatan mereka untuk terus berkembang.






