Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Chef Michelin dan Le Cordon Bleu Menyulap Gastronomi Prancis dengan Cita Rasa Lokal

Chef Michelin dan Le Cordon Bleu Menyulap Gastronomi Prancis dengan Cita Rasa Lokal
Minat|Teknik Memasak

Gastronomi Prancis Indonesia: Dialog Rasa, Bukan Sekadar Festival

Gastronomi Prancis Indonesia adalah sebuah dialog kuliner yang menggabungkan teknik memasak Prancis klasik dengan bahan, rasa, dan cerita lokal sehingga melahirkan pengalaman makan yang bukan hanya lezat, tetapi juga menjadi medium pertukaran budaya, pengetahuan, dan identitas bagi publik yang mengalaminya secara langsung maupun melalui restoran partisipan. Dalam konteks ini, kehadiran chef Michelin kolaborasi dengan pengajar Le Cordon Bleu menggeser festival kuliner dari sekadar pesta makan menjadi ruang belajar rasa. Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week 2026 dirancang sebagai panggung besar; 150 restoran di 40 kota menyajikan menu à la française dengan sentuhan Nusantara. Ini bukan program promosi musiman, melainkan eksperimen gastronomi global skala nasional yang menyasar lidah dan imajinasi publik.

Chef Michelin dan Le Cordon Bleu Menyulap Gastronomi Prancis dengan Cita Rasa Lokal

Chef Michelin dan Le Cordon Bleu: Teknik Prancis yang Membumi

Kekuatan utama festival ini adalah kehadiran dua figur kunci: Chef Stéphane Carrade, pemegang dua bintang Michelin, dan Chef Fabrice Danniel dari Le Cordon Bleu. Mereka bukan datang membawa menara gading haute cuisine, melainkan teknik memasak Prancis yang sengaja diturunkan ke dapur-dapur lokal. Carrade dengan filosofi terroir progressif menegaskan bahwa basis masakannya tetap saus tradisional Prancis, tetapi bahan yang ia gunakan adalah produk lokal—jeruk purut, herba pasar, rempah setempat yang ia sebut "incroyable". Di sini, gastronomi Prancis Indonesia mengambil bentuk konkret: base klasik, jiwa Nusantara. Sementara itu, Fabrice Danniel menyiratkan bahwa teknik yang diajarkan Le Cordon Bleu dapat menjadi pondasi lanskap gastronomi baru, bukan menggantikan, melainkan menyusun ulang cara kita menghargai bahan lokal melalui disiplin teknik memasak Prancis.

Chef Michelin dan Le Cordon Bleu Menyulap Gastronomi Prancis dengan Cita Rasa Lokal

Blanquette de Poulet di Malioboro: Cita Rasa Prancis Menyeberang ke Jalanan Lokal

Jika ingin melihat bagaimana perpaduan cita rasa lokal bekerja di piring, AMERTA Restaurant di 1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro memberi contoh konkret. Mereka menyajikan dua menu khas yang terinspirasi dari gastronomi Prancis, Blanquette de Poulet dan Mousse au Chocolat, dikreasikan oleh Executive Chef Ricky Vergianto. Keduanya tersedia mulai 23 September hingga 4 Oktober dengan harga mulai Rp55.000 nett per porsi. Ini langkah penting: gastronomi Prancis yang sering dianggap elitis ditarik turun menjadi pengalaman terjangkau di pusat wisata yang akrab. Lebih jauh, kolaborasi tidak berhenti di dapur. Staf hotel mengikuti sesi pengenalan bahasa dan budaya Prancis bersama IFI Yogyakarta, mempelajari pengucapan nama hidangan dan cerita di baliknya. Pernyataan manajer hotel bahwa hidangan adalah awal percakapan, bukan akhir pengalaman, mempertegas bahwa menu ini adalah jembatan, bukan trofi.

Chef Michelin dan Le Cordon Bleu Menyulap Gastronomi Prancis dengan Cita Rasa Lokal

Festival Kuliner Interaktif: Dari JIExpo ke Kota-Kota Gastronomi

Ruh festival kuliner interaktif terlihat jelas di ajang Food Ingredients Asia (Fi Asia) Indonesia yang digelar 17–18 September di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Di sini, konsep Live Cooking KARA X BW Hospitality mempertemukan keahlian kuliner hotel dengan produk bahan pangan, dan pengunjung dapat menyaksikan langsung proses pembuatan hidangan dan minuman di booth KARA Hall A2-A3M01. Pengunjungnya beragam: pelaku industri, mitra bisnis, hingga masyarakat umum yang datang ke pameran. Tiga talent—Executive Chef BW Suite Belitung, BW Luxury Jambi, dan bartender BW Express Jakarta—mengolah gangan, gulai patin, padamaran, hingga kreasi minuman BW Nusantara dan BW Sunset. Di sinilah perpaduan cita rasa lokal disalurkan melalui format yang sama dengan demonstrasi teknik memasak Prancis: dapur terbuka, interaksi langsung, dan fokus pada hidangan yang bisa diterapkan dalam kebutuhan sehari-hari.

Chef Michelin dan Le Cordon Bleu Menyulap Gastronomi Prancis dengan Cita Rasa Lokal

Wonderful Indonesia Gastronomy dan Masa Depan Kolaborasi Rasa

Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 dan Rendez-vous Rasa bekerja sebagai dua sisi koin yang sama: satu program nasional pariwisata, satu pekan gastronomi lintas budaya, keduanya bertumpu pada restoran dan dapur sebagai ruang belajar rasa. Pembukaan WIG lewat jamuan enam tangan di Pura Mangkunegaran—dengan poisson meunière, purée kentang vanila, dan saus bisque bersantan—menegaskan bahwa teknik memasak Prancis dapat menyerap makna budaya dan spiritual bahan lokal. Di jalur paralel, 150 restoran di 40 kota dilibatkan sebagai laboratorium, bukan sekadar outlet. Menurut penyelenggara, "Rendez-Vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week 2026" dimaksudkan sebagai perayaan gastronomi nasional yang dirangkai dalam acara kuliner di berbagai daerah. Jika momentum ini dijaga, gastronomi Prancis Indonesia berpeluang menjadi model kolaborasi global-lokal: teknik disiplin, bahan dermawan, dan festival kuliner interaktif yang membiasakan publik belajar sambil menyantap.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!