Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Program Nagari Pandai Menguatkan Pendidikan lewat Peran Orang Tua

Program Nagari Pandai Menguatkan Pendidikan lewat Peran Orang Tua
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Pendidikan tumbuh dari kemitraan keluarga dan sekolah

Program sekolah yang melibatkan keluarga adalah upaya pendidikan bersama yang menyelaraskan pendampingan belajar, pembentukan karakter, dan komunikasi antara rumah serta sekolah. Karena itu, keterlibatan orang tua bukan pelengkap kegiatan sekolah, melainkan bagian penting dari lingkungan belajar anak. Gagasan tersebut menjadi pokok pertemuan SDN 09 Koto Pulai dengan komite sekolah dan orang tua atau wali murid pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di Nagari Barung-Barung Balantai Selatan, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Sekolah Reza Firnanda, Ketua Komite Maulana Makmun, Wali Nagari Hendro Putra Madhani, majelis guru, serta keluarga murid. Pertemuan ini memperlihatkan arah yang patut didukung: pendidikan tidak bisa dibebankan hanya kepada guru. Sekolah dapat mengajar dan memantau perkembangan anak, tetapi kebiasaan belajar dan perilaku sehari-hari juga dibentuk di rumah. Dukungan keluarga dan pemerintah nagari memperluas tanggung jawab itu menjadi kerja bersama.

Nagari Pandai menghubungkan pembelajaran dengan keseharian

Dalam pertemuan tersebut, peserta membahas evaluasi pembelajaran tengah semester, sosialisasi Nagari Pandai dan Nagari Mengaji, edukasi bahaya perundungan, serta Program Indonesia Pintar. Orang tua juga menandatangani fakta integritas sebagai bentuk komitmen mendukung kedisiplinan, kejujuran, dan pembentukan karakter. Nilai program semacam ini bergantung pada tindak lanjut di rumah, bukan pada penyampaian informasi semata. Evaluasi tengah semester memberi keluarga kesempatan mengetahui perkembangan belajar anak dan membantu mereka berprestasi. Orang tua dapat mendampingi belajar, membiasakan perilaku jujur dan disiplin, serta berkomunikasi dengan sekolah jika muncul masalah dalam pembelajaran atau perilaku. Nagari Pandai dan Nagari Mengaji juga mengaitkan pendidikan dengan pembentukan karakter dan nilai keagamaan di lingkungan masyarakat. Ini pendekatan yang masuk akal: pendidikan yang kuat bukan hanya soal nilai akademik, melainkan juga kebiasaan menghormati aturan, guru, dan teman. Namun, komitmen tertulis baru berarti jika diwujudkan dalam perhatian yang konsisten.

Kolaborasi nyata dapat membantu mencegah perundungan

Perundungan membutuhkan perhatian khusus karena ejekan, penghinaan, intimidasi, dan kekerasan dapat terjadi melalui ucapan maupun tindakan. Sekolah mengajak orang tua menyampaikan kepada anak bahwa perilaku tersebut tidak dapat dibenarkan. Kerja sama dapat membuat pencegahan lebih bermakna. Guru mengamati interaksi di sekolah, sementara keluarga mengenal perubahan sikap dan pengalaman anak di rumah. Jika keduanya menjaga komunikasi, persoalan dapat dibicarakan lebih dini dan anak mendapat pesan yang selaras tentang cara memperlakukan teman. Ketua Komite Maulana Makmun juga mengajak orang tua dan majelis guru meningkatkan pengawasan serta memberikan edukasi secara berkelanjutan. Ajakan itu penting, tetapi pencegahan tidak boleh berhenti pada imbauan agar anak bersikap baik. Anak perlu dibimbing memahami dampak perbuatannya, dan orang dewasa perlu bersedia mendengar ketika ada laporan atau tanda masalah. Kolaborasi yang terbuka memberi peluang lebih besar untuk membangun lingkungan belajar yang aman, tanpa menganggap satu pihak saja mampu menyelesaikan persoalan.

Komitmen harus tampak dalam kebiasaan

Pertemuan SDN 09 Koto Pulai menegaskan bahwa peran orang tua mencakup mendampingi belajar, membiasakan disiplin dan kejujuran, serta menjaga komunikasi dengan sekolah. Program Nagari Pandai mendapat daya dukung ketika keluarga ikut menjalankan nilai-nilai pendidikan dalam keseharian anak, bukan hanya hadir saat ada agenda resmi. Hal yang sama berlaku untuk upaya cegah perundungan. Sekolah dan keluarga perlu memberi contoh, mengawasi pergaulan anak, dan menanggapi masalah dengan serius. Keterlibatan pemerintah nagari, komite, guru, dan wali murid menyediakan landasan kolaborasi; konsistensi merekalah yang akan menentukan apakah anak merasakan lingkungan yang mendukung dan aman. Kesimpulannya, pendidikan yang baik tidak dibangun oleh sekolah sendirian. Nagari Pandai menjadi lebih kuat ketika dukungan keluarga berjalan seiring dengan upaya guru, dan pencegahan perundungan menjadi tanggung jawab bersama yang tampak dalam tindakan sehari-hari.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!