Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Program BERGEMA dan GARASI ANAK: Menggeser Peran Orang Tua dari Penonton Menjadi Penggerak

Program BERGEMA dan GARASI ANAK: Menggeser Peran Orang Tua dari Penonton Menjadi Penggerak
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Peran Orang Tua Anak: Dari Pengasuh Pasif ke Mitra Tumbuh Kembang

Peran orang tua anak adalah keterlibatan aktif ayah dan ibu dalam pengasuhan, kesehatan, pendidikan, dan stimulasi emosional sehari-hari, sehingga keluarga bukan hanya tempat tinggal, tetapi ekosistem belajar pertama yang secara sengaja mendukung program tumbuh kembang dan ketahanan psikososial anak melalui kebiasaan, teladan, dan keputusan pengasuhan yang konsisten. Inisiatif terbaru di berbagai kota menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua tidak lagi dipandang sebagai urusan domestik semata, tetapi sebagai strategi pembangunan manusia jangka panjang. Program-program seperti BERGEMA, GARASI ANAK, dan GASAKKAN menegaskan bahwa kualitas tumbuh kembang bukan bergantung pada fasilitas mahal, melainkan pada pemberdayaan keluarga yang terstruktur. Pesan pentingnya: tanpa orang tua yang teredukasi dan hadir, bahkan program tumbuh kembang terbaik akan kehilangan daya dorong di level rumah tangga.

BERGEMA: Swasta Menguji Seriusnya Keterlibatan Ayah

Program BERGEMA (Berbagi Bergerak Bersama) lahir dari kolaborasi perusahaan asuransi jiwa dengan Komunitas Ibu Profesional dan sengaja menyasar keluarga rentan. Sepanjang tahun 2026, BERGEMA ditargetkan menjangkau 1.000 anak di 50 kota sekaligus menyalurkan donasi pendidikan. Ini bukan sekadar kegiatan CSR; ini adalah kritik halus terhadap budaya pengasuhan yang masih menempatkan ayah sebagai figur sekunder. Mengangkat tema “Aku dan Bapakku”, kegiatan BERGEMA berfokus mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan sebagai respons atas fenomena fatherless, di mana 20,9% atau 1 dari 4 anak tumbuh tanpa peran ayah. Di Surabaya, pelaksanaan BERGEMA pada Sabtu 3 Oktober 2026 diisi permainan interaktif ayah-anak, sesi parenting, edukasi perencanaan keuangan, serta distribusi learning kit yang langsung menyentuh keseharian keluarga rentan. Format ini menunjukkan bahwa program tumbuh kembang yang efektif harus menyentuh aspek emosional, edukatif, dan finansial secara bersamaan.

GARASI ANAK dan GASAKKAN: Posyandu Jadi Panggung Pemberdayaan Keluarga

Sementara sektor swasta menggarap isu keterlibatan ayah, Pemerintah Kota Samarinda memilih pintu kesehatan primer untuk menguatkan peran orang tua. Dalam rangka Gerakan Intervensi Serentak Cegah Stunting, pemerintah mendorong PDGI Cabang Samarinda dan DPC IBI Samarinda menginisiasi GARASI ANAK (Gerakan Sikat Gigi Bersama Ibu dan Anak) dan GASAKKAN (Gerakan Sayang Kekanakkan). Tahap awal program ini menargetkan 15 Posyandu di 8 kelurahan lokus stunting yang telah ditetapkan melalui SK Wali Kota Tahun 2026. Berlangsung di Posyandu Kartika Permai dan Gelatik Permai pada Sabtu 26 September 2026, kegiatan ini memanfaatkan Posyandu sebagai pintu awal pelayanan kesehatan berbasis masyarakat dan penguatan kebiasaan keluarga untuk rutin datang ke layanan primer. Pendekatan ILP (Integrasi Layanan Primer) menempatkan keluarga sebagai mitra, bukan objek. Orang tua tidak hanya datang untuk timbang badan anak, tetapi diajak memahami keterkaitan kesehatan gigi anak, pijat bayi, ASI eksklusif, dan pencegahan kanker serviks dengan tumbuh kembang holistik.

Kesehatan Gigi Anak: Tes Litmus Keseriusan Keterlibatan Orang Tua

GARASI ANAK secara terang menantang kebiasaan lama orang tua yang cenderung menyepelekan kesehatan gigi anak. Program ini tidak berhenti pada kampanye sikat gigi; anak dan orang tua diajak mempraktikkan cara menyikat yang benar, pada waktu yang tepat, serta mendapat pemeriksaan gigi, konsultasi gratis, dan rujukan bila diperlukan. Orang tua menerima rapor kesehatan gigi anak melalui SIREHAT, sistem digital terintegrasi yang dapat diakses dokter gigi dan orang tua. Yang paling strategis adalah pemberian dental imunisasi gratis untuk mencegah gigi berlubang dan menjaga kekuatan gigi dari paparan asam dan makanan manis. Pesan eksplisit yang disampaikan adalah bahwa kesehatan gigi dan mulut bukan sekadar soal estetika, tetapi bagian dari kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Dengan keterlibatan kader, tenaga kesehatan, dan keluarga, diharapkan kebiasaan menjaga kesehatan gigi menjadi praktik harian, bukan sekadar agenda kunjungan Posyandu.

Pelajaran dari Inisiatif Multi-Sektor: Pemberdayaan Keluarga Harus Menjadi Norma

Jika digabungkan, BERGEMA dan program di Posyandu Samarinda memperlihatkan arah baru: keterlibatan orang tua diposisikan sebagai fondasi, bukan pelengkap. BERGEMA, sebagai bagian dari gerakan The Human Safety Net, sebelumnya telah menjangkau lebih dari 40.000 anak dan keluarga melalui program pendidikan, nutrisi, ketahanan keluarga, serta literasi keuangan dan pemahaman asuransi. Di sisi lain, GARASI ANAK dan GASAKKAN memperkuat Posyandu sebagai simpul pemberdayaan keluarga berbasis non-APBD, dengan layanan pijat bayi gratis, pijat ibu hamil, edukasi ASI eksklusif, dan pemeriksaan HIV untuk pencegahan kanker serviks. Keduanya mengajarkan hal yang sama: tanpa pemberdayaan keluarga, angka stunting, fatherless, dan masalah kesehatan gigi anak akan sulit turun. Ke depan, program tumbuh kembang harus mengikat sektor swasta, pemerintah, dan komunitas dalam satu visi: menjadikan rumah sebagai pusat keterlibatan orang tua, dan kota sebagai jejaring yang menopang keluarga agar bisa bertumbuh bersama.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!