Perbaikan jalan yang terasa dalam keseharian
Perbaikan jalan daerah adalah pembenahan akses yang menghubungkan warga dengan sekolah, pasar, kawasan permukiman, dan kegiatan ekonomi, melalui pekerjaan yang disesuaikan dengan kebutuhan tiap ruas. Tiga proyek di Mojokerto, Pekanbaru, dan Serang memperlihatkan bahwa hasil yang paling berarti bukan sekadar permukaan jalan baru, melainkan akses yang lebih mudah digunakan warga. Pendekatannya berbeda. Mojokerto memperlebar jalur untuk membantu mengurai kepadatan dan mendukung konektivitas. Pekanbaru mengaspal jalan yang lama dinantikan warga melalui program pemerintah pusat. Di Serang, betonisasi berjalan sebagai tindak lanjut usulan masyarakat. Skala dan sumber pelaksanaan pun beragam, tetapi semuanya menegaskan pentingnya menyambungkan pembangunan dengan kebutuhan nyata. Proyek-proyek ini layak dinilai bukan hanya dari panjang ruas yang dikerjakan, melainkan juga dari manfaatnya bagi perjalanan sehari-hari dan kejelasan rencana menyelesaikan bagian yang tersisa.
Mojokerto: pelebaran bertahap, manfaat lebih luas
Proyek jalan Mojokerto menjadi yang paling luas cakupannya: Pemkab menangani 29 paket rehabilitasi jalan melalui APBD 2026, dengan 13 paket selesai dan 16 masih dikerjakan. Salah satu pekerjaan yang tuntas ialah pelebaran ruas Panjer-Seduri di Kecamatan Mojosari. Bupati Muhammad Albarra, atau Gus Barra, meninjau hasilnya pada 2 November 2026 dalam kegiatan evaluasi dan monitoring rekonstruksi, rehabilitasi, serta pelebaran jalan. Ruas sepanjang sekitar 1,4 kilometer itu kini memiliki lebar 6–7 meter, dari sebelumnya sekitar 4 meter. Pengerjaan telah mencapai 100 persen dengan anggaran APBD sekitar Rp3,3 miliar. Pelebaran ini ditujukan untuk memperlancar akses ke fasilitas pendidikan dan Pasar Mojosari, sekaligus membantu mengurangi kepadatan lalu lintas. Namun, proyek ini belum selesai sepenuhnya: sekitar 700 meter sisanya direncanakan dikerjakan pada 2027. Menyampaikan tahap lanjutan secara terbuka penting agar warga dapat menilai kemajuan berdasarkan keseluruhan ruas, bukan hanya bagian yang sudah selesai.
Pekanbaru: pengaspalan setelah penantian panjang
Di Kelurahan Tuah Madani, Jalan Kebun—yang juga disebut Jalan Sepakat—akhirnya diaspal setelah sekitar 15 tahun dinantikan warga. Sebelumnya, jalan tanah itu hanya diperkeras tanpa pengaspalan. Wali Kota Agung Nugroho meninjau pembangunan bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar pada Senin, 2 November 2026. Pekerjaan ini dilaksanakan pemerintah pusat melalui Inpres Jalan Daerah (IJD), program Presiden Prabowo Subianto. Berbeda dari proyek pelebaran di Mojokerto, sorotan di Pekanbaru adalah perubahan dari jalan tanah menjadi jalan beraspal yang telah lama diminta masyarakat. Warga menyampaikan rasa senang dan berterima kasih atas realisasi tersebut. Pengaspalan ini menunjukkan nilai penting program pusat ketika menjangkau kebutuhan yang tertunda di lingkungan setempat. Namun, keberhasilan tidak cukup diukur dari peresmian atau sambutan warga pada hari peninjauan; kondisi jalan dan kemudahan akses perlu tetap diperhatikan setelah pekerjaan selesai. Bagi warga yang selama ini menunggu, perubahan permukaan jalan adalah hasil nyata yang langsung dirasakan.

Serang: betonisasi dan janji menuntaskan usulan warga
Di kawasan Citra Gading, Wali Kota Serang Budi Rustandi meninjau peningkatan jalan beton pada 4 November 2026. Pekerjaan ini melanjutkan pembangunan sebelumnya dan disebut sebagai kolaborasi dengan Gubernur Banten Andra Soni. Tahap yang sedang dikerjakan mencakup sekitar 116 meter; rincian dari dinas menyebut panjang 116,5 meter dengan lebar 6,5 meter. Anggarannya sekitar Rp399 juta dari APBD Perubahan. Jalan beton Serang ini berangkat dari usulan masyarakat, sehingga komitmen menuntaskan sisa pekerjaan menjadi bagian penting dari penilaian proyek. Sekitar 150 meter lagi direncanakan dilanjutkan dan ditargetkan rampung pada 2027. Pemerintah meminta maaf atas gangguan perjalanan selama konstruksi, tetapi gangguan sementara hanya dapat diterima bila pengerjaan berjalan jelas dan berujung pada akses yang lebih nyaman. Ketiga daerah menunjukkan model berbeda: rehabilitasi dan pelebaran berskala banyak paket, dukungan Inpres untuk jalan lingkungan, serta betonisasi yang menanggapi permintaan warga. Ukuran keberhasilannya tetap sama: ruas tersambung, manfaat terasa, dan rencana lanjutan dipenuhi.







