Mengapa Strengths-Based Parenting Menjadi Kebutuhan Mendesak
Strengths-based parenting adalah pendekatan parenting positif yang menempatkan kekuatan, bakat, dan potensi unik anak sebagai pusat pengasuhan, alih-alih menjadikan kelemahan dan kekurangan sebagai fokus utama, sehingga orang tua diarahkan untuk mengoptimalkan potensi anak secara sadar dan konsisten demi pengembangan karakter anak yang sehat dan percaya diri. Di era digital, banyak orang tua masih terjebak pada kebiasaan mengkritik kelemahan anak, bukan memupuk kekuatan mereka. Akibatnya, anak tumbuh dengan narasi internal yang penuh kekurangan, bukan rasa mampu. Pendekatan berbasis kekuatan menantang pola lama ini: orang tua diminta melihat anak sebagai pribadi dengan kelimpahan, bukan masalah yang harus diperbaiki. Ini bukan sekadar teknik pengasuhan, tetapi perubahan cara pandang—dari mentalitas defisit menuju mentalitas kelimpahan—yang menentukan kualitas hubungan orang tua-anak dan warisan emosional yang mereka tinggalkan.
Pelajaran dari Seminar 'Love and Legacy' di Global Sevilla
Seminar parenting bertajuk "Love and Legacy" yang diselenggarakan Global Sevilla School menghadirkan pakar mindfulness dan Leadership & Wellbeing Expert, Dr. Asheena Baez, sebagai penggerak strengths-based parenting. Dalam sesi tersebut, Asheena menekankan pergeseran dari pola asuh reaktif menuju pola asuh restoratif, dengan fokus pada kelimpahan potensi anak, bukan rasa kekurangan. Menurutnya, ketika orang tua mampu berfokus pada kekuatan, rintangan dapat diubah menjadi peluang perkembangan anak. Ia mengajarkan langkah praktis yang sering diabaikan: mengambil jeda secara sadar (pause) sebelum merespons perilaku anak. Melalui mindfulness, orang tua diajak melepaskan kacamata kritis dan berdialog dari hati ke hati, sehingga komunikasi keluarga menjadi lebih jernih dan penuh cinta. Pendekatan ini bukan sekadar teori; ia menuntut keberanian orang tua untuk mengakui pola lama yang menghakimi dan menggantinya dengan kehadiran yang lebih tenang dan reflektif.
Mindfulness di Sekolah: Menguatkan Karakter, Bukan Hanya Prestasi
Kehadiran strengths-based parenting di lingkungan sekolah yang berbasis mindfulness menunjukkan bahwa pengembangan karakter anak tidak bisa diserahkan pada rumah saja. Global Sevilla menegaskan bahwa misi mereka bukan sekadar mengejar prestasi akademis, tetapi membentuk siswa dengan karakter luhur dan empati tinggi. Mindfulness digunakan sebagai metode agar anak hadir utuh dan sadar penuh, sehingga lebih mampu berkonsentrasi belajar, peduli lingkungan, dan peka terhadap teman. Pendekatan ini selaras dengan gagasan mengoptimalkan potensi anak: bakat akademik, seni, olahraga, maupun kepemimpinan dipandang sebagai bagian dari jati diri sejati (true self) yang perlu ditemukan dan dirawat, bukan dipaksa mengikuti standar seragam. Sikap sekolah yang mengajak orang tua, guru, dan siswa terlibat aktif menunjukkan bahwa strengths-based parenting paling efektif ketika menjadi budaya bersama, bukan proyek pribadi satu orang tua.
Dari Kehamilan hingga Bayi Baru Lahir: Pentingnya Edukasi Berbasis Bukti
Mengoptimalkan potensi anak tidak dimulai saat mereka duduk di bangku sekolah, tetapi sejak masa kehamilan. Calon orang tua membutuhkan pengetahuan, keterampilan, dan dukungan untuk menjalani kehamilan, persalinan, hingga pengasuhan pertama. Di sinilah SEMESTA Parenting hadir sebagai startup edukasi kesehatan ibu dan anak yang dikembangkan oleh Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, dengan dukungan program startup kampus. Program ini menyajikan kurikulum berbasis evidence-based practice, memadukan materi ilmiah dan pembelajaran interaktif agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatannya dirancang rutin dan berkelanjutan, mencakup kehamilan, persalinan, masa nifas, pemberian ASI, MPASI, hingga perawatan bayi baru lahir. Pendekatan berbasis bukti ini melengkapi strengths-based parenting: orang tua tidak hanya diajak peka pada kekuatan anak, tetapi juga terampil merawat kesehatan fisik dan emosional sejak awal kehidupan.
Mengidentifikasi Kekuatan Unik Anak dan Menjadikannya Warisan Cinta
Inti strengths-based parenting adalah keberanian orang tua mengakui bahwa setiap anak membawa bakat unik yang layak dikenali dan dikembangkan secara optimal. Alih-alih menumpuk daftar kekurangan, orang tua diajak menyusun peta kekuatan: apa yang membuat anak bersemangat, bidang apa yang ia tekuni tanpa disuruh, nilai apa yang tampak menonjol dalam keseharian. Dari sini, pengembangan karakter anak menjadi proses memupuk kekuatan, bukan menambal kelemahan. Seminar "Love and Legacy" menekankan bahwa warisan terbesar orang tua adalah cinta yang dirasakan anak melalui komunikasi yang jujur dan ruang aman di rumah, seperti yang disoroti salah satu orang tua peserta yang menekankan pentingnya safe zone bagi anak. Dipadukan dengan edukasi berkelanjutan seperti SEMESTA Parenting, pendekatan parenting positif ini memberi pesan tegas: masa depan anak tidak ditentukan oleh daftar kesalahan mereka, tetapi oleh sejauh mana orang tua membantu mereka melihat dan memakai kekuatan yang sudah ada.






