Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

As Roda Copot Omoda 5: Recall, Risiko, dan Hak Pemilik

As Roda Copot Omoda 5: Recall, Risiko, dan Hak Pemilik
Minat|Menggunakan & Merawat Mobil

Inti Masalah: As Roda Copot Bukan Sekadar Insiden Teknis

Kasus as roda copot Omoda 5 adalah rangkaian insiden patahnya as roda belakang pada SUV ini, yang membuat sumbu roda dan ban terlepas dari bodi mobil, memicu recall besar-besaran dan kekhawatiran soal keselamatan kendaraan Omoda di mata publik. Ini bukan gangguan kecil yang bisa diabaikan. Video yang beredar memperlihatkan mobil melintang di jalan dengan posisi miring, sementara komponen sumbu roda belakang beserta kedua bannya sudah terpisah dari bodi utama. Fakta bahwa ini merupakan kejadian serupa untuk kedua kalinya menunjukkan ada masalah sistemik, bukan sekadar “kasus apes” satu unit. Ketika komponen yang patah adalah bagian kritis seperti as roda, pertanyaannya bukan lagi soal kenyamanan, tetapi soal nyawa penumpang dan pengguna jalan lain.

As Roda Copot Omoda 5: Recall, Risiko, dan Hak Pemilik

Recall Besar dan Akar Masalah di Jalur Produksi

Hampir 9.000 unit Omoda 5 terkena recall Chery Omoda 5 di Malaysia, tepatnya 8.878 unit, setelah insiden as roda belakang lepas di Johor Baru. Kasus ini menyasar model tahun 2023 dan untungnya dilaporkan tidak menimbulkan cedera. Sebelumnya, masalah serupa sudah terdeteksi pada 60 unit yang kemudian diperluas menjadi 600 unit Omoda 5 dalam program recall awal. Akar persoalan bukan pada desain yang “salah total”, tetapi pada quality control yang gagal mengawasi vendor: kesalahan kalibrasi peralatan pengelasan di fasilitas pemasok komponen menyebabkan beberapa titik las pada trailing arm as roda belakang tidak memiliki kekuatan memadai, sehingga berisiko retak atau rusak dalam kondisi ekstrem. Di sini pelajarannya jelas: satu kesalahan kalibrasi alat di vendor bisa menjelma menjadi ancaman keselamatan massal di jalan raya.

Respons Pabrikan: Cukup atau Masih Setengah Hati?

Pabrikan menyatakan tengah melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui kronologi dan penyebab insiden terbaru, sementara unit di Malaysia dirakit lokal dengan skema CKD bersama mitra perakitan. Di sisi lain, pernyataan resmi menyebut bahwa mereka sudah menerima informasi program recall Omoda 5 dan masih menunggu hasil investigasi dari pihak global. Pernyataan ini terdengar hati-hati, tetapi bagi pemilik mobil, rasa aman tidak bisa menunggu laporan akhir. Ketika publik sudah melihat as roda copot Omoda 5 di jalan raya, kepercayaan tidak bisa dipulihkan hanya dengan kata “investigasi”. Pabrikan wajib transparan: berapa unit yang berpotensi terdampak di pasar lain, apa kriteria teknis unit yang harus diperiksa, dan bagaimana jaminan bahwa desain trailing arm yang bermasalah sudah benar-benar dihentikan produksinya seperti yang diklaim.

Apa yang Harus Dilakukan Pemilik Omoda 5 Sekarang

Menunggu surat resmi recall bukan alasan untuk menunda inspeksi bengkel resmi. Pabrikan sudah mengimbau pemilik untuk rutin melakukan pemeriksaan kendaraan di bengkel resmi guna memastikan kendaraan selalu dalam kondisi optimal. Bahkan, bagi konsumen yang ingin memeriksakan kendaraannya, disarankan menghubungi Customer Care atau langsung datang ke bengkel resmi untuk pemeriksaan menyeluruh. Langkah praktisnya: pertama, segera jadwalkan inspeksi bengkel resmi dan minta pemeriksaan khusus pada komponen as roda belakang dan trailing arm. Kedua, simpan bukti servis dan hasil pemeriksaan sebagai dokumentasi jika kelak ada perluasan recall Chery Omoda 5. Ketiga, jika muncul gejala tidak wajar seperti bunyi dari area belakang, rasa limbung, atau perubahan posisi roda, hentikan penggunaan dan bawa mobil dengan towing, bukan dipaksa tetap dikemudikan.

Pelajaran Besar: Quality Control Bukan Sekadar Formalitas

Insiden berulang ini menampar keras anggapan bahwa selama mobil lulus uji tipe, maka pasti aman. Hasil investigasi internal menunjukkan masalah berakar dari proses manufaktur di tingkat pemasok komponen, tepatnya kesalahan kalibrasi pada peralatan pengelasan milik vendor. Artinya, rantai pasok yang panjang tanpa pengawasan ketat bisa menggagalkan seluruh klaim keselamatan kendaraan Omoda. Untuk pemilik, pelajarannya jelas: jangan menyerahkan seluruh urusan keselamatan pada brosur dan rating; biasakan membaca informasi recall, mengikuti inspeksi berkala, dan kritis terhadap gejala aneh pada mobil. Untuk pabrikan, recall besar ini seharusnya menjadi titik balik: quality control komponen kritis keselamatan harus diperlakukan seperti sistem rem atau airbag—tidak boleh ada kompromi, tidak boleh ada “nanti saja”.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!