Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Patah As Roda Belakang Chery Omoda 5: Alarm Serius untuk Keselamatan

Patah As Roda Belakang Chery Omoda 5: Alarm Serius untuk Keselamatan
Minat|Menggunakan & Merawat Mobil

Insiden Berulang yang Mengguncang Kepercayaan

Patah as roda belakang Chery Omoda 5 adalah kegagalan struktural pada komponen sumbu dan rangkaian suspensi belakang yang menyebabkan seluruh rakitan roda terlepas dari bodi kendaraan saat digunakan di jalan, menimbulkan risiko kehilangan kendali dan potensi kecelakaan berat bagi pengguna maupun orang lain di sekitar kendaraan. Chery Omoda kembali menjadi sorotan setelah kasus patah as roda belakang Omoda 5 di Johor Bahru yang viral di media sosial. Foto dan video memperlihatkan SUV melintang di tengah jalan, dengan as roda dan dua ban terpisah dari bodi utama, insiden yang terjadi pada Selasa 6 Oktober di kawasan Jalan Pandan dekat AEON Mall Tebrau City. Fakta paling mengganggu: ini bukan pertama kali, melainkan pengulangan persoalan keselamatan Omoda 5 di pasar yang sama. Kasus berulang membuat isu ini bukan lagi sekadar “insiden teknis”, tetapi alarm serius terhadap keselamatan Chery Omoda dan budaya kualitas di baliknya.

Patah As Roda Belakang Chery Omoda 5: Alarm Serius untuk Keselamatan

Dari Recall 600 Unit ke Kasus Terbaru: Pola yang Tak Boleh Diabaikan

Insiden Johor Bahru hanya masuk akal jika dilihat sebagai bagian dari kronologi panjang masalah as roda Omoda 5. Pada 2024, setelah satu unit mengalami pelepasan as roda, Chery di pasar terkait melakukan penarikan sebagai langkah pencegahan terhadap 600 unit kendaraan. Sebelumnya mereka menemukan gangguan serupa pada 60 unit yang diproduksi 15 Agustus 2023, lalu memperluas recall hingga total 600 unit. Kutipan yang layak dicatat: "Temuan awal tersebut mendorong perusahaan untuk memperluas jangkauan penarikan kembali (recall) kendaraan hingga mencakup total 600 unit". Artinya, pabrikan sudah mengakui adanya cacat produksi yang cukup serius dan sistemik. Kini, dengan insiden baru yang nyaris identik, wajar jika publik mempertanyakan apakah tindakan sebelumnya benar-benar menyelesaikan akar masalah, atau hanya meredam gejala sementara.

Kalibrasi Pengelasan: Detail Teknis yang Berujung Risiko Nyawa

Investigasi internal sebelumnya mengarah pada satu titik lemah yang sangat spesifik: proses manufaktur di tingkat pemasok komponen. Akar persoalan teridentifikasi sebagai kesalahan kalibrasi pada peralatan pengelasan milik vendor, yang muncul setelah dilakukan peremajaan fasilitas ketika ujung mesin pengelasan otomatis yang aus diganti dengan ujung baru. Pergantian ini menyebabkan kalibrasi meleset, dan hasil pengelasan yang seharusnya menyatukan rear axle beam, transverse torsion beam, trailing arms, peredam kejut, serta saluran rem tidak mencapai kekuatan ikat yang aman. Dalam bahasa sederhana: sambungan vital di bagian belakang mobil tidak tertanam sekuat yang dirancang, sehingga pada kondisi tertentu bisa patah atau copot. Mengingat Omoda 5 menggunakan mesin bensin 1,5 liter turbo dengan tenaga 147 PS dan torsi 230 Nm ke roda depan melalui CVT, kegagalan struktural di belakang bukan soal kecil; ia mengancam kestabilan mobil dalam berbagai situasi berkendara.

Respons Pabrikan dan Implikasinya bagi Pemilik

Pihak pabrikan di pasar kejadian saat ini tengah melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui kronologi dan penyebab insiden teranyar, sementara perwakilan di pasar lain menyatakan ikut memantau dan berkoordinasi untuk langkah antisipasi. Hingga kini, penyebab teknis spesifik kasus terbaru memang belum dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan resmi. Tetapi pernyataan yang berulang-ulang disampaikan jelas: pemilik diminta rutin memeriksa kendaraan di bengkel resmi guna memastikan kendaraan selalu dalam kondisi optimal. Dari sudut pandang pengguna, imbauan itu terdengar logis, namun belum cukup menenangkan. Ketika komponen sekelas as roda Omoda 5 bisa terlepas total tanpa adanya laporan korban luka kali ini, publik berhak menuntut transparansi lebih jelas: apakah semua unit di luar pasar kejadian bebas dari cacat serupa, dan bagaimana jaminan keselamatan Chery Omoda dipastikan ke depan.

Apa yang Seharusnya Dilakukan Pemilik Omoda 5 Saat Ini

Ketidakpastian teknis dan investigasi yang masih berjalan tidak boleh berujung pada sikap menunggu pasif dari pemilik. Meski detail gejala awal dan prosedur servis as roda tidak dijabarkan dalam informasi resmi, ada setidaknya satu langkah konkret: patuhi imbauan pemeriksaan rutin di bengkel resmi, dan tekankan pada pengecekan menyeluruh komponen as roda belakang Omoda 5 dan struktur suspensi terkait. Mintalah mekanik untuk memeriksa integritas pengelasan dan kemungkinan keretakan, terutama jika mobil termasuk batch produksi yang pernah disebut dalam kampanye pemeriksaan. Terlebih, insiden rear axle beam sebelumnya terjadi pada lalu lintas yang relatif pelan, bukan dalam kondisi ekstrem, sehingga pemilik tidak bisa merasa aman hanya karena pola pemakaian sehari-hari yang santai. Kesimpulannya tegas: sampai pabrikan mampu membuktikan bahwa cacat kalibrasi telah tertangani tuntas, pemilik harus aktif menjaga keselamatan diri dengan servis as roda yang disiplin dan kritis.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!