Kenaikan berlanjut dalam dua perdagangan
Harga emas Antam adalah harga jual emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk yang diperbarui mengikuti perdagangan dan dapat berbeda menurut waktu pencatatan serta berat kepingan. Pada Rabu, 28 Oktober 2026, harga pecahan 1 gram naik Rp20.000 menjadi Rp2.570.000 per gram dibandingkan sehari sebelumnya. Angka ini melanjutkan kenaikan pada Selasa, 27 Oktober, ketika harga bertambah Rp10.000 menjadi Rp2.550.000 per gram berdasarkan data Logam Mulia pukul 08.36 WIB. Perbedaan Rp20.000 antara kedua laporan bukan pertentangan: laporan Selasa dan Rabu merujuk pada perdagangan yang berlainan. Justru, urutan waktunya memperlihatkan kenaikan bertahap. Bagi calon pembeli, harga terbaru penting, tetapi mengejar kenaikan tanpa melihat tujuan dan jangka waktu kepemilikan bukan strategi yang bijak.
Buyback naik, tetapi spread tetap membatasi transaksi singkat
Kenaikan juga terlihat pada buyback emas Antam, yakni nilai pembelian kembali emas dari pemiliknya. Pada laporan Rabu, harga buyback naik Rp20.000 dari posisi sehari sebelumnya menjadi Rp2.365.000 per gram. Sehari sebelumnya, buyback tercatat naik Rp10.000 menjadi Rp2.345.000 per gram. Pada kedua laporan, selisih antara harga jual dan harga buyback adalah Rp205.000 per gram. Artinya, kenaikan harga di papan tidak otomatis menguntungkan orang yang membeli lalu segera menjual kembali: selisih itu harus tertutup lebih dulu, belum termasuk pajak atau biaya yang berlaku. Bagi pemilik emas, buyback yang naik memperbaiki nilai jual kembali, tetapi keputusan melepas kepemilikan tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan likuiditas dan tujuan investasi.
Harga acuan bukan satu-satunya pertimbangan
Harga dasar pada laporan Rabu untuk emas batangan Antam 1 gram adalah Rp2.570.000, sedangkan pembelian melalui Logam Mulia dikenakan PPh sebesar 0,25 persen. Sumber menyebut tambahan pajak Rp6.425, sehingga total pembelian menjadi Rp2.576.425. Perbedaan ukuran kepingan juga penting: harga emas Antam ditetapkan menurut berat, dan nilai per gram umumnya lebih rendah pada kepingan yang lebih besar. Namun, memilih ukuran besar hanya masuk akal jika sesuai kemampuan keuangan dan rencana pencairan. Harga domestik juga tidak bergerak semata-mata mengikuti emas dunia; nilai tukar rupiah turut memengaruhi hasil akhirnya. Karena itu, menilai pembelian hanya dari kenaikan harian mengabaikan dua hal yang lebih berguna bagi rumah tangga: biaya masuk dan kemungkinan kebutuhan untuk menjual kembali.
Pantau jadwal, bukan sekadar angka harian
Arah berikutnya masih bergantung pada kondisi pasar global, nilai tukar rupiah, serta kebijakan moneter Amerika Serikat. Laporan Selasa menyebut pasar menanti keputusan suku bunga The Fed pada Rabu, 29 Oktober 2026, dan data inflasi PCE Amerika Serikat pada Kamis. Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi sentimen, tetapi tidak menjamin perubahan harga Antam dengan besaran tertentu. Bagi penabung, pendekatan yang lebih masuk akal ialah mencocokkan pembelian dengan kemampuan, kebutuhan likuiditas, dan jangka waktu menyimpan emas. Kenaikan dua hari memberi gambaran momentum, bukan kepastian bahwa harga akan terus naik. Kesimpulannya, penguatan harga jual hingga Rp2.570.000 dan buyback hingga Rp2.365.000 patut dicatat, tetapi spread dan waktu pembaruan laporan sama pentingnya dengan angka kenaikannya.






