Pembinaan langsung untuk mutu jamu
Standar keamanan jamu adalah rangkaian persyaratan kebersihan, proses produksi, dan pengawasan mutu yang membantu memastikan ramuan tradisional dibuat secara konsisten serta layak dikonsumsi masyarakat dengan aman. Di Surakarta, BPOM, Balai POM, pemerintah kota, dan para pemangku kepentingan menjalankan Program Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN) melalui Bimbingan Teknis Cara Pembuatan Jamu yang Baik di Bale Tawang Praja pada Senin, 26 Oktober 2026. Kegiatan dibuka Wakil Wali Kota Astrid Widayani bersama Deputi BPOM Mohamad Kashuri. Sebanyak 70 peserta mengikuti kegiatan tersebut, mulai dari pelaku usaha jamu gendong, distributor, dan produsen hingga perwakilan asosiasi serta dinas koperasi dan UKM dari Surakarta dan Sukoharjo. Skala dan ragam peserta ini penting: mutu produk tradisional tidak akan meningkat bila pembinaan hanya menyasar produsen besar.

Regulasi perlu disertai pendampingan
Program IDAMAN jamu menunjukkan bahwa aturan saja tidak cukup; pelaku usaha juga perlu dibantu memahami dan menjalankan standar. Mohamad Kashuri menegaskan, “peningkatan literasi masyarakat perlu diimbangi dengan intervensi langsung kepada pelaku usaha melalui pembinaan dan pendampingan.” Bimbingan teknis mendorong peserta menerapkan cara pembuatan yang baik serta memenuhi persyaratan keamanan dan mutu. Bagi konsumen, arah kebijakan ini berarti produk diharapkan dibuat lebih higienis dan memenuhi persyaratan agar aman, berkhasiat, serta bermutu. Inilah nilai praktis regulasi BPOM herbal: standar tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi diterjemahkan menjadi pengetahuan dan praktik produksi. Pendekatan pembinaan juga lebih masuk akal bagi usaha tradisional yang beragam, karena peningkatan kompetensi membantu mereka memahami apa yang harus diperbaiki tanpa mengabaikan keberlanjutan usaha.
Warisan jamu dan peluang wisata kesehatan
Keamanan dan mutu bukan penghalang bagi tradisi jamu; keduanya dapat menjadi landasan agar warisan itu dipercaya dan terus berkembang. Astrid Widayani menilai Surakarta memiliki potensi untuk mengembangkan wisata kebugaran dan kesehatan, dengan pelestarian serta pengembangan jamu sebagai salah satu pilarnya.






