Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Kompetisi Digital Asia Pasifik ke Panggung Global

Dari Kompetisi Digital Asia Pasifik ke Panggung Global
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Prestasi Santri Madrasah di Kompetisi Digital Internasional

Kompetisi digital internasional adalah ajang yang menguji kemampuan teknologi praktis dan keterampilan digital pelajar lintas negara, sekaligus menjadi ruang pembuktian bahwa literasi digital bukan lagi pelengkap, melainkan syarat utama untuk bersaing di era global yang terhubung, cepat berubah, dan menuntut penguasaan teknologi di berbagai bidang kehidupan. Di tengah peta persaingan itu, dua murid Madrasah Aliyah Unggulan K.H. Abdul Wahab Hasbulloh (MAUWH) Tambakberas, Muhammad Faqih Riyadi dan Karin Adzka Isfahany, berhasil menembus babak final ICDL Digital Challenge di kawasan Asia Pasifik. Rangkaian kompetisi ini berlangsung sejak awal 2026, dengan seleksi berjenjang dari tingkat provinsi hingga nasional sebelum mengantarkan peserta ke grand final. Fakta bahwa santri madrasah mampu bertahan di level ini menunjukkan bahwa narasi madrasah tertinggal teknologi sudah ketinggalan zaman.

Dari Kompetisi Digital Asia Pasifik ke Panggung Global

Dukungan Madrasah: Dari Ruang Kelas ke Panggung Asia Pasifik

Prestasi siswa global tidak lahir dari bakat individual semata, tetapi dari ekosistem sekolah yang serius menyiapkan pembelajaran teknologi madrasah sebagai prioritas. Faqih menegaskan keberhasilannya dan Karin tidak lepas dari bimbingan guru, dukungan madrasah, serta bantuan mitra pendidikan. Kepala MAUWH, Faizun, menyebut pencapaian ini sebagai bukti komitmen madrasah dalam mendorong pengembangan kompetensi digital dan daya saing siswa di tingkat internasional. Pernyataan ini penting: madrasah tidak sekadar mengizinkan siswa ikut lomba, tetapi membangun sistem pendampingan, latihan, dan penguatan mental. Persiapan Faqih meliputi penguasaan materi, latihan praktik, kesiapan mental, hingga urusan teknis dan administrasi. Di balik medali dan sertifikat, ada jam-jam belajar yang terstruktur dan guru yang hadir sebagai pelatih, bukan hanya pengajar.

ICDL Asia Pasifik: Laboratorium Talenta Digital Santri

Kompetisi Asia Pasifik ICDL Digital Challenge bukan lomba seremonial; ia adalah laboratorium nyata bagi calon talenta digital. Kompetisi ICDL Asia Pasifik terbagi dalam tiga bidang keahlian utama: Business Track, Design Track, dan Emerging Technologies Track. Karin berkompetisi di Business Track, sementara Faqih di Emerging Technologies Track yang berfokus pada teknologi masa depan. Tahapan seleksi dimulai dari penyisihan tingkat provinsi pada 2 Juni, dilanjutkan babak nasional pada 14 Juli untuk menentukan perwakilan terbaik tiap negara. Grand final digelar secara daring pada 5–26 Agustus, sebelum pengumuman pemenang dan penyerahan medali pada ajang Asia Digital Literacy Day di Johor Bahru. Struktur berjenjang ini memaksa siswa membangun disiplin, konsistensi, dan kemampuan adaptasi—tiga kualitas yang sangat dibutuhkan di pasar kerja global.

Santri, Disiplin Waktu, dan Jalan Menuju Karier Global

Program kompetisi berbasis teknologi seperti ICDL Digital Challenge mempersiapkan santri menghadapi tantangan global sekaligus membuka peluang karier internasional. Karin mengakui bahwa mengikuti kompetisi berarti belajar mengatur waktu di tengah aktivitas sebagai santri, termasuk mengurangi waktu bermain dan beristirahat demi menguasai materi. Faqih menambahkan, perjalanan ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi tentang proses belajar, perjuangan, dan kedisiplinan. Di sinilah integrasi pembelajaran digital di madrasah menunjukkan dampak nyata: santri tidak hanya fasih kitab, tetapi juga fasih modul teknologi. Ketika mereka tampil di panggung internasional, mereka membawa dua identitas sekaligus—pelajar agama dan pelajar digital—yang sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja yang mencari profesional berkarakter dan melek teknologi.

Madrasah Digital: Dari Lokal ke Representasi Global

Keikutsertaan Faqih dan Karin di kompetisi digital internasional menjadikan madrasah bukan lagi pemain pinggiran, tetapi representasi resmi di panggung global. Bagi Karin, ini adalah pengalaman internasional pertama sekaligus kesempatan membawa nama madrasah ke tingkat Asia Pasifik. Kepala madrasah berharap keberhasilan Faqih dapat memotivasi siswa lain untuk berani naik kelas kompetisi dan mengembangkan kemampuan digital mereka. Integrasi pembelajaran digital di madrasah terbukti mendorong siswa berprestasi dan mewakili negara di ajang internasional. Kesimpulannya jelas: jika madrasah terus menata kurikulum teknologi, memperkuat pendampingan, dan membuka akses kompetisi, maka label “unggulan” tidak lagi sekadar nama, tetapi tercermin dalam prestasi konkret di tingkat dunia. Tantangannya kini adalah memastikan prestasi ini menjadi budaya, bukan hanya berita sesaat.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!