Ngobrol Santai soal Skincare dan Kesehatan Mulut ala PAFI Jambi
Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Provinsi Jambi kembali unjuk aksi dengan menggelar Webinar Nasional bertema “Optimalisasi Edukasi Skincare dan Kesehatan Mulut (Oral Health) untuk Pelayanan Berkualitas”.
Acara ini jadi ajang penting untuk meng-upgrade wawasan sekaligus keterampilan tenaga kefarmasian, terutama dalam memberikan edukasi kesehatan yang makin dibutuhkan masyarakat.
Webinar diselenggarakan secara daring dan terbuka bagi seluruh anggota PAFI di Indonesia, khususnya mereka yang berkutat langsung di lini depan seperti apotek, klinik, dan berbagai fasilitas layanan kesehatan.
Di tengah derasnya informasi seputar perawatan kulit dan kesehatan mulut, tenaga farmasi dituntut bukan hanya paham produk, tapi juga mampu menjadi edukator yang bisa dipercaya.
Fokus Utama: Edukasi Skincare dan Oral Health
Dalam sambutannya, Ketua PAFI Provinsi Jambi menegaskan bahwa tujuan utama webinar ini adalah memperkuat kompetensi anggota dalam menyampaikan edukasi yang akurasi ilmiahnya bisa dipertanggungjawabkan kepada pasien.
Mereka menyoroti bahwa:
Perawatan kulit dan kesehatan mulut bukan semata urusan penampilan.
Keduanya berhubungan erat dengan kesehatan jangka panjang.
Tenaga farmasi berperan penting dalam memberikan edukasi yang tepat, aman, dan efektif.
Dengan kata lain, skincare dan oral care bukan sekadar ikut tren, tetapi bagian dari gaya hidup sehat yang seharusnya dipandu oleh tenaga kesehatan yang kompeten.
Narasumber Ahli: Skincare & Oral Health Dibedah Tuntas
Webinar ini menghadirkan dua pemateri yang masing-masing fokus mengulik aspek berbeda namun saling melengkapi.
apt. Diah Lestari, M.Farm.Klin.
Membahas cara memilih skincare yang sesuai dengan jenis kulit.
Menyoroti aspek keamanan produk, termasuk kandungan yang perlu diwaspadai.
Mengupas pentingnya edukasi kepada pasien agar tidak asal ikut tren tanpa memahami risiko.
drg. Nisa Ayu Lestari
Menjelaskan pentingnya kebersihan dan kesehatan mulut sebagai bagian dari kesehatan menyeluruh.
Mengulas peran tenaga farmasi dalam promosi oral health, mulai dari pemilihan produk hingga cara menyampaikan edukasi yang mudah dipahami pasien.
Keduanya menekankan bahwa kolaborasi lintas profesi kesehatan akan membuat edukasi kepada masyarakat jauh lebih kuat dampaknya.
Presentasi Interaktif dan Kasus Nyata di Lapangan
Sesi materi tidak hanya berupa paparan teori, tetapi dikemas interaktif dengan berbagai contoh kasus dan tren yang relevan dengan kondisi sekarang.
Beberapa poin menarik dari presentasi:
Studi kasus praktik edukasi skincare dan oral health di fasilitas pelayanan.
Pembahasan tren produk terbaru yang banyak dicari masyarakat.
Pendekatan edukatif yang bisa langsung diaplikasikan di apotek maupun klinik.
Materi juga menekankan pentingnya komunikasi yang efektif antara tenaga farmasi dan pasien, sehingga informasi kesehatan yang disampaikan bukan sekadar lewat, tapi benar-benar dipahami dan dipraktikkan.
Antusiasme Peserta: Dari Skincare Alami sampai Pasta Gigi Spesifik
Sesi tanya jawab berlangsung hidup, menunjukkan bahwa topik ini benar-benar dekat dengan keseharian praktik kefarmasian.
Beragam pertanyaan bermunculan, di antaranya:
Cara menyikapi trend skincare berbahan alami yang sedang hype.
Tips memilih pasta gigi sesuai kondisi pasien tertentu, misalnya gigi sensitif atau masalah gusi.
Strategi menghadapi maraknya penggunaan produk over the counter yang populer di media sosial, namun belum tentu cocok atau aman untuk semua orang.
Diskusi ini memperlihatkan bahwa tenaga farmasi tidak bisa lagi hanya jadi “penyedia produk”. Mereka dituntut jadi konsultan kesehatan terpercaya yang mampu memberi rekomendasi berdasarkan ilmu, bukan sekadar mengikuti tren.
Mendorong Tenaga Farmasi Lebih Percaya Diri dan Profesional
Panitia pelaksana menegaskan bahwa webinar ini dirancang bukan hanya untuk menambah wawasan, tetapi juga untuk:
Meningkatkan kepercayaan diri tenaga farmasi saat memberikan konseling kepada pasien.
Menguatkan sikap profesional dalam menyaring informasi kesehatan.
Membekali peserta dengan argumen ilmiah ketika menjelaskan manfaat maupun risiko suatu produk.
Mereka menegaskan bahwa tenaga farmasi adalah garda terdepan dalam edukasi pasien.
Dengan pengetahuan yang kuat, farmasis bisa berperan aktif dalam pencegahan masalah kesehatan sejak dini, tidak hanya ikut serta dalam pengobatan saat masalah sudah terjadi.
Penutup: Dari Satu Webinar ke Gerakan Edukasi Berkelanjutan
Di akhir acara, peserta mendapatkan sertifikat elektronik sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan komitmen belajar.
Tak berhenti sampai di situ, diumumkan pula bahwa akan ada seri webinar lanjutan yang mengangkat berbagai topik lain seputar pelayanan kefarmasian.
PAFI Jambi menegaskan komitmennya untuk terus:
Mendukung pengembangan profesionalisme anggota.
Menyelenggarakan kegiatan edukatif dan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan praktik di lapangan.
Membangun kolaborasi berskala nasional demi mutu pelayanan kefarmasian yang semakin baik.
Intinya, edukasi skincare dan kesehatan mulut bukan lagi pelengkap, tetapi salah satu kunci pelayanan kefarmasian modern yang berkualitas.
Dengan tenaga farmasi yang terampil dan teredukasi, masyarakat bisa mendapatkan bukan hanya produk, tetapi juga pengetahuan yang menyelamatkan kesehatan mereka dalam jangka panjang.






